Sukses


Keluarga Harry Tjong di Solo Tetap Melatih SSB saat Hari Natal

Bola.com, Solo - Merayakan Hari Raya Natal tak selalu dengan jalan-jalan atau berekreasi. Pelatih Persiba Balikpapan, Eduard Tjong memilih terjun ke lapangan hijau dengan melatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Solo Football Academy (SFA) di Solo.

Tak tanggung-tanggung, Edu mengajak sang ayah yang juga kiper tangguh Timnas era 1960-an, Harry Tjong di Stadion Sriwedari Solo, Jumat (25/12/2015). 

"Tadi pagi sudah ibadah ke Gereja dan sore hari kami tetap melatih. Malam nanti berkumpul dengan keluarga di rumah. Apalagi, papa dan mama juga di Solo, jadi di rumah tambah ramai," ungkap Edu.

Selama Persiba libur latihan, mantan pelatih Persiba Bantul dan Persis Solo itu bergelut dengan sepak bola anak-anak bersama SFA Solo. Jumlah anak-anak yang terdaftar dalam akademi pimpinan Qorib Erick Masykuri itu mencapai 40 orang dengan dengan 14-15 tahun.

Sementara, Harry Tjong sudah hampir sepekan jadi asisten pelatih sang anak. Meski keterbatasan kondisi fisik karena usia, Edu menilai ayahnya masih memiliki visi dan teknik penjaga gawang yang masih terekam jelas.

"Papa di sini bantu saya melatih kiper. Paling tidak, papa bisa mengajari cara penempatan posisi atau pengambilan keputusan kepada kiper muda," tutur dia.

Harry pun mengaku tak bisa jauh dari lapangan hijau. Baginya, sepak bola jadi bagian tak terpisahkan meski sudah memasuki usia senja.

"Kalau tidak di lapangan bola walau sekedar melatih rasanya stres. Jadi di SFA bisa jadi tambahan kegiatan. Namun besok saya sudah kembali ke Jakarta," ucap Harry.

Edu berharap, Natal tahun ini membawa kebahagian bagi kariernya di sepak bola. Dia juga berharap tahun 2016 ada harapan baru dengan bergulirnya kompetisi. Tak hanya itu, pelatih yang sukses membawa Persiba Bantul promosi ke ISL musim 2010 juga berharap konflik sepak bola di Tanah Air berakhir. Dengan demikian, sanksi FIFA untuk Indonesia yang dijatuhkan pada 30 Mei 2015 segera dicabut.

"Saya sebagai pelaku sepak bola dan teman-teman lain mungkin punya harapan yang sama agar sepak bola kita kembali seperti dulu," tutur pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Video Populer

Foto Populer