Sukses


    PSSI Sewot Menpora Tak Koordinasi Membongkar Kantor PSSI

    Bola.com, Jakarta - PSSI meminta Kementerian Olah Raga dan Pemuda (Kemenpora) melakukan koordinasi terlebih dahulu, jika ingin membongkar kantor induk sepak bola Tanah Air seiring renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk perhelatan Asian Games 2018.

    Renovasi lingkungan SUGBK akan dilakukan pada Agustus 2016, dengan biaya yang diperkirakan sebesar Rp 500 miliar. Untuk itu, Kemenpora meminta semua kantor pengurus besar olahraga di Indonesia yang terdapat di lingkaran SUGBK sudah harus dikosongkan mulai Juni 2016, termasuk PSSI.

    "Kami sudah dengar kabar ini. Sebenarnya, Kemenpora atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan membongkar lingkungan SUGBK untuk Asian Games 2018? Saya masih bertanya soal ini. Kalau pun ingin memindahkan dan membongkar kantor PSSI. Kami meminta surat resminya. Lalu, pihak Kemenpora harus berkoordinasi dengan kami terlebih dahulu," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Azwan Karim kepada bola.com, di kantor PSSI, Jakarta, Senin (11/1/2016).

    Azwan mengungkapkan, koordinasi tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan perihal ganti rugi yang dikeluarkan terkait pembongkaran kantor PSSI. Pasalnya, banyak biaya yang sudah dikeluarkan PSSI terkait pembangunan kantor barunya yang diresmikan Januari 2015 lalu.

    "PSSI tidak masalah untuk berpindah kantor sementara kalau alasannya demi perhelatan Asian Games 2018. Kami menyewa gedung ini selama setahun dan habisnya setiap bulan Desember. Jadi, kami sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Jika memang harus dibongkar, kami ingin tahu bagaimana penggantian ruginya? Maka dari itu, lebih baik berkoordinasi terlebih dahulu," kata Azwan.

    Jika memang harus dibongkar, PSSI sudah menyiapkan beberapa alternatif untuk menjadi tempat sementara induk sepak bola Indonesia itu berkantor.

    "Kami sudah memikirkan opsi tersebut. Bisa saja, PSSI pindah ke Sawangan atau digabung dengan PT Liga Indonesia di Kuningan untuk sementara waktu," ujar Azwan.

    Video Populer

    Foto Populer