Sukses


Cerita Bintang Persija Banting Setir Jadi Pemain Futsal

Bola.com, Surabaya - Mantan pemain Persija Jakarta, Rendi Irwan Saputra sepertinya masih trauma bermain di klub sepak bola setelah tiga tahun berturut-turut nasib apes selalu menghampirinya. Betapa tidak, pada tiga musim terakhir, ia selalu tidak beruntung. Maka itu, tiga bulan lalu ia memutuskan untuk menerima pinangan salah satu klub Futsal Super League (FSL), Bintang Timur.

Nasib sial diawali Rendi ketika bergabung dengan Persebaya 1927. Kala itu, klub di bawah bendera PT Persebaya Indonesia itu harus bubar di tengah jalan setelah eksistensinya tidak diakui oleh PSSI. Gaji Rendi selama delapan bulan tak dibayar pada musim 2012.

Di musim berikutnya, Rendi memilih hijrah ke Persik Kediri. Namun lagi-lagi Rendi harus menelan kekecewaan setelah tim yang diantarnya menjuarai Piala Gubernur Jatim itu harus dibubarkan. Lagi-lagi Rendi kehilangan sumber mata pencahariannya.

Terakhir, di Persija, Rendi mengalami nasib serupa. Gajinya ditunggak beberapa bulan dan sampai saat ini belum dilunasi. “Dibilang trauma sih ada, apalagi situasi sepak bola masih kacau. Tapi tidak sampai ketakutan lantas tidak mau gabung klub sepak bola,” ujarnya.

Keputusan Rendi bergabung dengan Bintang Timur itu karena desakan kebutuhan hidup yang harus ia penuhi. Maklum, Rendi memiliki istri dan dua orang anak yang harus ia nafkahi. Hal itu yang membuat pemain mungil itu bersedia main di FSL.

Rendi mengaku rindu tampil di turnamen bersama salah satu klub sepak bola, khususnya klub ISL. Namun, karena ia masih terikat kontrak hingga FSL 2016 berakhir, Rendi pun harus menahannya.

Rendi juga belum bisa bergabung dengan Madura United (MU) meski ditawari kontrak dan gaji lebih besar oleh manajernya, Haruna Soemitro. “Saya beberapa kali kontak sama Pak Haruna, tapi saya ditahan pemilik klub Bintang Timur,” jelasnya.

Rendi memang sudah menyampaikan tawaran tersebut ke pemilik klub Bintang Timur, bahkan ia juga membicarakan kemungkinan untuk mengakhiri ikatan kerja dengan Bintang Timur setelah menyelesaikan putaran pertama FSL, dengan kompensasi ia mengembalikan sebagian uang muka kontraknya. Namun, lagi-lagi ditolak pemilik klub itu.

“Mau bagaimana lagi, kedua-duanya baik sama saya, baik manajemen Bintang Timur maupun Pak Haruna. Kalau memang tidak bisa, saya jalani dahulu musim ini di lapangan futsal. Setelah kontrak selesai, baru kembali ke sepak bola konvensional lagi,” ucap pemain yang memperkuat Persija di ISL 2015.

Video Populer

Foto Populer