Sukses

3 Pemain di Grup A Piala AFF yang Membahayakan Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Hingga Sabtu (15/10/2016), belum ada tim peserta Piala AFF 2016 yang sudah memfinalisasi skuatnya alias mempublikasikan para pemain yang masuk tim inti yang akan menjalani turnamen sepak bola di regional ASEAN itu.

Hal ini bisa dimaklumi karena kick-off Piala AFF 2016 masih sekitar 30 hari lagi sehingga para pelatih masih memiliki waktu untuk mencari pemain terbaik di posisi masing-masing. 

Hanya, pada akhir pekan ini federasi sepak bola di negara-negara peserta putaran final Piala AFF sudah bisa mengirimkan nama-nama pemain yang diproyeksikan tampil ke AFF. Semisal Indonesia, yang berencana menyetorkan sebanyak 40 pemain ke AFF pada akhir pekan ini.

Dari 40 nama yang sudah disetorkan itu, nantinya hanya akan ada sekitar 23 pemain yang masuk skuat inti untuk menjalani pertandingan di Piala AFF 2016.

Meski belum final, nama-nama pemain yang bakal masuk ke tim utama bisa diprediksi sejak sekarang. Bila tidak ada aral-melintang, khususnya cedera yang menimpa, pemain tertentu sudah bisa disebut mendapat satu jatah di tim inti. Tentu ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi penilaian itu. 

Bola.com mencoba meraba siapa pemain di tim lawan, yakni Grup A, yang kemungkinan besar masuk skuat utama dan jadi andalan serta berpotensi jadi sandungan Timnas Indonesia saat pertandingan di penyisihan grup nanti, lantaran permainan apik yang diperlihatkan sang pemain selama ini. 

Memang, sepak bola bukanlah permainan individu melainkan tim. Hanya, kepiawaian dan kegemilangan dari satu pemain bisa jadi penyebab kekalahan satu tim dari lawan.

Nah, siapa saja tiga pemain masing-masing dari Timnas Singapura, Filipina, dan Thailand yang berpotensi membahayakan Timnas Indonesia di Piala AFF 2016? 

1 dari 4 halaman

Hariss Harun

Bicara soal Piala AFF dan Timnas Singapura saat ini, nama Hariss Harun sama sekali tak boleh dikesampingkan. Di usia emasnya sebagai pesepak bola, 26 tahun, Hariss Harun sudah kenyang pengalaman khususnya bersama timnas.

Hariss Harun merupakan pemegang rekor termuda yang bermain untuk timnas Singapura senior, ia menjalani debut pada usia 16 tahun. Sejak itu ia tidak tergeser dari skuat The Lions.

Piala AFF 2016 ini jadi yang kesekian kali buatnya. Gelandang kelahiran 19 November 1990 ini sudah pernah menyabet gelar juara pada edisi 2012.

Saat sinar Hariss Harun mulai terang di pentas sepak bola Singapura, pemain yang juga jadi andalan klub elite di Liga Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) ini, digadang-gandang jadi The Next Fandi Ahmad, legenda hidup sepak bola Singapura.

Pasalnya, Hariss Harun punya modal bakat tinggi, permainan agresif di lapangan, serta punya karakter kepemimpinan, mirip seperti mantan pemain Niac Mitra dan pelatih Pelita Jaya semasa aktif bermain.

Kini, bisa jadi ia mulai menyamai sang legenda, yang sekarang jadi asisten pelatih The Lions. Saat ini mantan pemain LionsXII itu tercatat sebagai wakil kapten timnas Singapura.

Hariss Harun (merah), wakil kapten timnas Singapura, yang sudah gabung timnas senior sejak usia 16 tahun. (AFP/Tang Chhin Sothy)

Kendati berposisi asli sebagai gelandang bertahan, Haris Harun menjelma jadi gelandang serbabisa. Ia jadi andalan karena sangat dinamis, bisa dimainkan sebagai gelandang serang dan bahkan bek sekalipun.

Singkat kata, kualitas pemain yang pernah menolak tawaran klub Portugal, Rio Ave, itu tidak perlu diragukan karena Hariss Harun tercatat sebagai pemain dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Singapura saat meneken kontrak baru dengan JDT pada awal November 2015.

Ia juga jadi pesepak bola pertama Singapura yang menyabet gelar Piala AFC. Gelar itu diraihnya bersama JDT pada 2015. Jadi, wajar saja bila timnas Indonesia nantinya bakal memberi perhatian lebih pada gelandang yang satu ini.

2 dari 4 halaman

Philip Younghusband

Philip Younghusband menjadi salah satu aktor kemampuan timnas Filipina lolos ke semifinal dalam tiga edisi Piala AFF berturut-turut, mulai 2010, 2012, serta 2014. Perannya di lini depan Filipina berhasil memberi warna tersendiri.

Standar pemain Eropa tampak dalam permainan Phil. Hal ini bisa dimaklumi karena Phil merupakan pemain didikan Chelsea. Ia pernah tercatat sebagai pemain Akademi Chelsea. Di klub yang berbasis di London itu Phil mulai menimba ilmu pada usia 9 tahun.

Setelah merasa matang bermain di Akademi Chelsea, Phil Younghusband mencoba peruntungan di Esbhjerg fB, klub Denmark. Namun pertimbangan ingin memajukan sepak bola negara leluhurnya, Phil bersama sang kakak, James Younghusband, kembali ke Filipina.

Philip Younghusband aktor sepak bola Filipina. (Bola.com/FIFA)

Saat pulang ke Filipina, Phil langsung menyita perhatian dalam peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara. Dengan modal pernah memperkuat timnas U-23 di SEA Games 2005, Phil relatif mudah beradaptasi dengan sepak bola Asia Tenggara.

Dari gaya permainannya, Phil merupakan pemain multifungsi. Pasalnya, pemain kelahiran Ashford, Inggris, 4 Agustus 1987, ini bisa memainkan setidaknya dua posisi. Ia bisa berperan sebagai striker maupun gelandang serang. Bila dibutuhkan Phil juga bisa bermain sebagai penyerang sayap.

Produktivitas Phil Younghusband di Timnas Filipina juga patut dicermati. Dari 81 caps yang sudah dikoleksinya, Phil telah mencetak 42 gol. Jelas itu menjadi catatan yang wajib diperhatikan para pemain belakang timnas Indonesia.

Penting dicatat pula Philip Younghusband memiliki postur yang tinggi. Hal ini berarti untuk bola-bola atas, kapten timnas Filipina yang bertinggi tubuh 185 cm ini tidak sulit untuk berduel dengan para bek Indonesia.

3 dari 4 halaman

Chanathip Songkrasin

"Messi J atau Messi Jay" begitu publik Thailand menjuluki Chanathip Songkrasin. Bukan sekadar julukan melainkan lebih untuk menggambarkan bagaimana skill pemain kelahiran 5 Oktober 1993 ini hampir disamakan dengan superstar Barcelona dan Argentina, Lionel Messi.

Dengan tinggi badan hanya sekitar 160 cm, ia gesit, lincah, dan memiliki kecepatan. Ia juga jago menggocek bola, dengan sentuhan dan kontrol bola oke. Pas sebagai penyerang sayap, posisi yang kerap diembannya.

Sebagai playmaker tim, pemain yang pada musim 2016 bermain untuk Muangthong United ini juga punya kelebihan mengeksekusi bola-bola mati lewat tendangan bebas kuat dan akurat. Umpan-umpan yang dilepasnya terukur dan terarah.

Chanathip Songkrasin (biru), dibekali kemampuan sempurna bak Lionel Messi. (AFP/ Jay Directo)

Di usia relatif muda, 23 tahun, Chanathip bak jadi segalanya buat Timnas Thailand. Bersama The White Elephant, Chanathip berhasil menyabet juara Piala AFF 2014, runner-up Piala AFF 2012, dua kali medali emas SEA Games (2013 dan 2015), juara Piala AFF U-19 2011, serta tampil di semifinal Asian Games 2014.

Pada Piala AFF edisi ke 10 dua tahun lalu, bintang Chanathip bersinar terang. Ia mencetak gol penentu kemenangan untuk membawa Negeri Gajah Putih merebut gelar juara keempat kalinya di Piala AFF.

Permainan gemilangnya selama Piala AFF 2012 itu diganjar penghargaan Pemain Terbaik. Ia merupakan pemain termuda sepanjang sejarah Piala AFF yang menerima penghargaan itu, yakni di usia 21 tahun.

Di usia ke-23 saat ini, posisi Chanathip hampir tidak tergantikan. Sebagai buktinya, ia selalu tampil penuh pada empat pertandingan Thailand di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia Grup B belum lama ini.

Kendati langkah Thailand di ajang itu tertatih-tatih, tidak menandakan Chanathip kehilangan sentuhannya. Sebaliknya, ia tetap bersinar dengan permainan apiknya sebagai jenderal lini tengah The White Elephant. 

Bila diturunkan di Piala AFF 2106 nanti oleh pelatih Kiatisuk Senamuang, bintang sepak bola Thailand ini bisa jadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia karena tusukan dan eksplorasinya dalam membongkar pertahanan Tim Merah-Putih sangat membahayakan tim asuhan pelatih Alfred Riedl.


1 Komentar

Video Populer

Foto Populer