Sukses


Serangan Balik Timnas Indonesia Akan Menyulitkan Filipina

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menjalani laga hidup mati kontra Filipina dalam lanjutan penyisihan Grup A Piala AFF 2016 pada Selasa (22/11/2016). Kalah di laga sebelumnya, membuat Boaz Solossa dkk. wajib menang untuk menjaga peluang untuk lolos ke semifinal.

Filipina sendiri akan bermain ngotot, mengingat di laga perdana, tim besutan Thomas Dooley hanya meraih sebiji poin. Kedua tim yang wajib menang menjanjikan pertarungan adu taktik sengit.

Publik sepak bola Indonesia sebaiknya berhenti berharap Alfred Riedl membuat kejutan dengan mengubah gim modelnya dengan mainkan tiga gelandang tengah.

Hanya saja agaknya hal itu tak akan terjadi saat duel kontra Filipina. Pelatih asal Austria sangat yakin dengan gim modelnya berbasis formasi 1-4-4-2.

Yang mungkin bisa diharapkan sang mentor memperbaiki aplikasi taktik dan penyesuaian komposisi pemain lebih masuk akal agar hasil akhir pertandingan berpihak pada Tim Merah-Putih.

KickOff! Indonesia menyakini Alfred Riedl kembali mainkan 1-4-4-2. Kurnia Meiga akan berdiri di bawah mistar, di belakang ada kuartet Abduh Lestaluhu-Fahrudin Aryanto-Yanto Basna-Beny Wahyudi.

Andik Vermansah (kiri) mencoba melewati hadangan pemain Thailand  pada laga AFF Suzuki Cup 2016 di Philippine Sports Stadium, Sabtu (19/11/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Rizky Pora atau Zulham Zamrun dan Andik Vermansah akan menjadi pilihan di sektor gelandang sayap. Mereka bersama Stefano Lilipaly dengan Bayu Pradana atau Evan Dimas di barisan tengah. Lini depan akan tetap diisi oleh Boaz Solossa-Lerby Eliandri.

Berdasarkan pertandingan kontra Singapura, Dooley akan mainkan skema 1-4-2-3-1. Muller akan mengawal gawang The Azkals bersama kuartet Ingreso-Christiaens -Aquinaldo- Daniels. Phil Younghudband, sang kapten akan berduet sebagai double pivot dengan Manuel Ott. Tombak berlian di depan akan diisi kuartet Ramsay-Mike Ott-Bahadoran-Schrok.

Secara kasat mata jumlah gelandang The Azkals lebih banyak dibanding Tim Merah-Putih.

Analisis Taktik Indonesia Vs Filipina 1 (KickOff! Indonesia)

Memaksa Filipina Bermain ke Pinggir

1. Memaksa Filipina ke Pinggir

Tumbukan formasi 1-4-4-2 kontra 1-4-2-3-1 menyajikan situasi natural overload. Seperti biasa, timnas akan mengalami situasi kalah jumlah pemain 2 Vs 3 di tengah. Keunggulan jumlah pemain dialami Indonesia 4 Vs 3 di bawah. Sisanya di sektor lainnya akan terjadi situasi sama jumlah. Dengan kata lain banyak terjadi situasi 1 Vs 1. 

Di laga sebelumnya, duet Bayu-Stefano di tengah dibuat mati kutu oleh trio gelandang Timnas Thailand: Yooyen-Anan-Songkrasin. Situasi 2v3 di tengah, dimana Songkrasin sering dalam posisi bebas harus dikompensasi oleh back four Indonesia.

Padahal, Thailand juga memiliki duet striker diapit oleh dua wingback. Situasi duel dua melawan tiga di tengah, sering berakhir dengan situasi empat kontra lima di belakang.

Pertanyaannya apakah hal mengerikan tersebut kembali berulang, mengingat Filipina juga memakai tiga gelandang? Jika Filipina bermain sama seperti kontra Singapura, maka jawabannya tidak. Pertama, Filipina menggunakan dua centerback, bukan tiga seperti Thailand.

Artinya pada build up fase pertama, Christiaens-Aquinaldo akan bertemu langsung 2 Vs 2 kontra Boaz-Lerby.

Analisis Taktik Indonesia Vs Filipina 2 (KickOff! Indonesia)

Situasi 2 Vs 2 dalam build up fase awal tidaklah ideal. Mengingat tidak ada pemain yang bisa memprogresi bola ke depan. Filipina punya dua pilihan. Yakni bermain ke pinggir atau menurunkan salah satu gelandang untuk ciptakan 3 Vs 2. Keduanya adalah pilihan buruk.

Bermain ke pinggir, berarti memberikan kenikmatan bagi sayap Indonesia untuk lakukan pressing pada fullback Filipina. Sedang, turunkan gelandang memang ciptakan 3 Vs 2 di bawah, tapi menyisakan situasi 2 Vs 2 di tengah. Kerja mudah untuk Stefano Lilipaly dan Bayu Pradana.

Alasan kedua mengapa Filipina sulit memanfaatkan situasi 3 Vs 2 di tengah adalah buruknya posisi double pivot mereka. Tiga gelandang Filipina selalu berformat posisi 2-1, bukan 1-2. Pemposisian seperti ini membuat kerja Boaz-Lerby dan Stefano-Bayu lebih mudah.

Keunggulan satu gelandang, yakni Mike Ott menjadi mubazir karena ia tidak akan terkakses oleh operan vertikal.

Analisis Taktik Indonesia Vs Filipina 3 (KickOff! Indonesia)Analisis Taktik Indonesia Vs Filipina 4 (KickOff! Indonesia)

Penulis memperkirakan Filipina akan banyak bermain melebar pada build up fase awal. Ini membuat serangan Filipina menjadi lebih terprediksi, mengingat minimnya arah dimensi serangan yang mereka miliki.

Hanya saja, winger dan fullback Indonesia harus tetap waspada dengan serangan dari pinggir The Azkals. Crossing bisa menjadi momok.

Plus problem gap antara centerback dan fullback, terutama di sisi kanan haruslah diselesaikan. Jika sayap Filipina sering turun ke area halfspace di ruang antar lini, dijamin akan memberi problem bagi Indonesia.

 

Sabar Dalam Pressing

2. Sabar Dalam Pressing

Harapan Tim Garuda untuk meraih tiga poin akan banyak bergantung pada dua senjata. Pertama, menciptakan 2v1 ke fullback Filipina. Lawan Thailand, model serangan ini terbukti tokcer. Boaz Solossa harus tetap meneruskan kebiasaannya melebar ke kanan untuk bersama Andik menyergap fullback kiri The Azkals.

Dilema untuk centerback Filipina, jika ia tidak ikut, Boaz Solossa akan bebas. Jika ikut, ia akan meninggalkan lubang di jantung kotak pinalti.

Di kiri Zulham Zamrun/Rizky Pora wajib dibantu oleh Abduh Lestaluhu. Perlu dicatat, Filipina bermain dengan seorang striker. Ini berarti Abduh Lestaluhu dan Beny Wahyudi bisa lebih leluasa untuk naik. Sebab jika keduanya naik sekalipun, maka situasi di belakang masih tersisa 2 Vs 1. Yanto Basna dan Fachrudin kontra striker Filipina.

Naiknya fullback Indonesia menjadi situasi langka kontra Thailand, mengingat Thailand bermain dengan dua striker plus satu gelandang serang apung.

Senjata Timnas Indonesia berikutnya adalah serangan balik. Penulis sangat berharap Zulham/Rizky-Andik bisa menyembuhkan penyakit pressing terbirit-biritnya. Saat reorganisasi pertahanan blok medium, kedua sayap bisa segaris dengan gelandang tengah terlebih dahulu.

Turunnya kedua sayap sedikit memberi ruang kosong untuk fullback lawan. Harapannya lawan akan membangun serangan lewat fullback, lalu fullback akan men-drive bola naik ke ruang kosong tersebut.

Analisis Taktik Indonesia Vs Filipina 5 (KickOff! Indonesia)

Setelah fullback masuk, barulah sayap melakukan pressing lebih agresif. Memaksa fullback untuk lakukan long ball dalam tekanan atau lawan hilang bola. Penciptaan ruang bagi fullback ini memang dirancang untuk memberi ruang bagi Boaz dan Lerby untuk lakukan counter attack.

Naiknya dua fullback lawan akan memberi ruang besar bagi striker Indonesia. Meski tidak unggul jumlah, di ruang besar Boaz akan unggul kualitas jauh dibanding centerback lawan.

Situasi menguntungkan 2 Vs 2 di depan dengan ruang besar hanya akan terjadi bila kedua fullback Filipina terpancing naik. Nah, kedua fullback lawan baru akan naik, bila kedua sayap kita tidak terbirit-birit lakukan pressing.

Tekanan sebelum waktunya akan merangsang Filipina mainkan long ball. Sesuatu yang sulit kita antisipasi bila kedua sayap telah naik lakukan pressing. Mengingat pada perebutan bola kedua, Indonesia menyisakan dua gelandang kontra tiga gelandang lawan.

Ganesha Putera

@ganeshaputera

Co Founder kickoffindonesia.com

Pusat Kepelatihan Sepak Bola

 

 

 

 

Video Populer

Foto Populer