Sukses


Rapor Pemain Timnas Indonesia Vs Filipina: Lilipaly Terbaik

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia kembali gagal meraih hasil positif pada laga kedua Grup A Piala AFF 2016. Tim besutan Alfred Riedl itu hanya bermain seri 2-2 lawan Filipina, Selasa (22/11/2016) di Philippine Sports StadiumBocaue, Bulacan.

Di pertandingan ini Tim Merah Putih sempat unggul dua kali, sayang dua kali pula Filipina berhasil menyamakan kedudukan. Gol pembuka Indonesia dicetak melalui sundulan Fachrudin Wahyudi Aryanto pada menit ke-7, namun Filipina membalas lewat Misagh Bahadoran.

Tim Garuda unggul lagi setelah Boaz mampu memanfaatkan bola muntah sepakan Andik Vermansah yang membentur tiang sisi kanan gawang Filipina untuk membawa Indonesia kembali memimpin 2-1.

Sayang, pelanggaran yang dilakukan Zulham Zamrun di dekat kotak penalti berbuah tendangan bebas bagi Filipina. Peluang itu tak disia-siakan, Phillip Younghusband yang berhasil menyarangkan bola ke gawang Indonesia untuk menyamakan skor menjadi 2-2 hanya delapan menit jelang laga berakhir.


Indonesia sebetulnya memiliki banyak peluang bersih yang seharusnya menjadi gol. Meski statistik menyebutkan penguasaan bola lebih banyak (36 persen milik Indonesia berbanding 64 milik Filipina), serta tendangan ke arah gawang Filipina, lebih satu tendangan (6 tendangan milik Indonesia berbanding 7 tendangan milik Filipina), fakta di lapangan menunjukkan peluang emas Indonesia lebih banyak ketimbang tuan rumah Grup A tersebut.

Sayang, Indonesia yang mengandalkan serangan balik cepat kerap gagal menyarangkan bola ke gawang Filipina berkat ketangguhan kiper Filipina dan kurang akuratnya tendangan para pemain Indonesia. Hal ini menunjukkan Indonesia tak tampil buruk di pertandingan ini.

Mantan striker timnas dan Persebaya, Mustaqim, menilai penampilan lumayan Indonesia di laga kali ini berkat permainan apik gelandang naturalisasi yang memperkuat SC Telstar, Stefano Lilipaly.

Berikut rapor pemain Timnas Indonesia versi mantan pemain timnas, dan Persebaya, asisten pelatih timnas U-23 SEA Games 2013, Mustaqim.

 


Kiper dan Bek

Kurnia Meiga Hermansyah

Di pertandingan ini kiper Arema Cronus itu sebetulnya tak tampil buruk. Ia tercatat beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Namun ia juga membuat kesalahan ketika ia tak keluar dari sarangnya untuk memotong bola saat gol pertama Filipina terjadi.

Terjadinya gol kedua memang bukan mutlak salah Kurnia Meiga. Hanya saja jika dilihat dari posisinya sebelum tendangan bebas Filipina yang dilakukan Phillip Younghusband, posisi Kurnia Meiga tampak terlalu ke kiri.

Nilai: 5,5

Abduh Lestaluhu

Pemain milik PS TNI ini tampil bagus di sepanjang pertandingan. Ia berkali-kali mampu menutup dan mematahkan serangan yang dilancarkan Filipina dari sisi kiri pertahanan Indonesia. Bek sayap kiri Indonesia itu juga kuat dan sulit dilewati para pemain Thailand ketika terjadi duel satu lawan satu dengan pemain Filipina.

Nilai: 6

Fachrudin Aryanto

Pemain bertahan Timnas Indonesia asal Sriwijaya FC itu tampil maksimal di pertandingan ini. Ia juga mampu mencetak gol pertama untuk membawa Indonesia unggul 1-0 lebih dulu. Sayang, koordinasi antara Fachrudin dengan Yanto Basna maupun Kurnia Meiga masih kurang optimal.

Salah satu cerminannya adalah ketika gol pertama Filipina terjadi, di situ terlihat tidak ada komunikasi yang baik antara dirinya dengan rekan setim yang lain sehingga pemain Filipina Misagh Bahadoran berdiri bebas saat menyundul bola ke gawang Indonesia.

Nilai: 6

Yanto Basna

Penampilan bek Persib ini jauh lebih baik ketimbang saat Indonesia kalah 2-4 dari Thailand. Yanto menjadi tembok kokoh di barisan belakang Indonesia. Ia nyaris tak melakukan kesalahan fatal di pertandingan ini.

Yanto tampil lugas dan tanpa kompromi di laga ini. Ia berkali-kali mampu menggagalkan serangan Filipina ketika masuk ke wilayahnya.

Nilai: 6

Beny Wahyudi

Benny Wahyudi tidak tampil bagus di laga ini. Ia beberapa kali membuat kesalahan dan pelanggaran di area berbahaya. Salah satunya pelanggaran yang ia lakukan di sisi kanan pertahanan Indonesia. Pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas bagi Filipina ini menjadi penyebab gol penyama skor 1-1 bagi Filipina.

Secara keseluruhan ia juga kerap keteteran dalam membendung serangan bergelombang dari sisi kanan yang menjadi daerah kekuasaan Beny.

Nilai: 5,5

Gelandang

Andik Vermansah

Pemain mungil milik Selangor FA ini tampil sangat bagus di pertandingan ini. Ia terus merepotkan barisan belakang Filipina dan rajin menyisir dari sisi kanan serta menciptakan situasi berbahaya bagi pertahanan Filipina.

Andik tiga kali mampu membuat gawang Filipina terancam kebobolan, salah satunya saat ia dijatuhkan di kotak penalti, dan dua lainnya melalui sepakan keras yang membentur tiang gawang. Keputusan Alfred mengganti Andik dengan Zulham Zamrun patut dipertanyakan karena ia tampil bagus di pertandingan ini.

Nilai: 6

Evan Dimas Darmono

Penampilan Evan Dimas Darmono patut diacungi jempol. Bertugas sebagai jenderal lapangan tengah, eks kapten Timnas U-19 era Indra Sjafri itu mampu berkolaborasi dengan baik dengan Stefano Lilipaly.

Evan juga mampu mengatur tempo ketika bola dalam penguasaan Indonesia. Sayang, Evan harus ditarik keluar pada menit ke-72 untuk digantikan gelandang milik Mitra Kukar, Bayu Pradana.

Nilai: 6

Stefano Lilipaly

Dari seluruh pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly adalah pemain paling menonjol di pertandingan lawan Filipina. Selain mobilitas tinggi, Stefano bermain luar biasa. Dia bagus saat membantu serangan, juga kuat saat bertahan.

Dia layak menjadi pemain terbaik Indonesia di laga tersebut karena permainan Indonesia terpusat ke pemain yang satu ini.

Nilai: 6,5

Rizky Ripora

Rizky Ripora tampil baik di pertandingan ini. Penampilannya cukup stabil sepanjang laga. Sayap kiri Barito Putera itu memang tak semenonjol saat lawan Thailand, tapi ia tetap bermain bagus.

Mungkin Filipina sudah melihat kemampuan Rizky saat lawan Thailand sehingga mereka memberikan perhatian lebih pada pemain yang satu ini.

Nilai: 6

Penyerang dan Cadangan

Boaz Solossa

Striker Persipura ini tidak tampil maksimal di laga ini. Ia memiliki beberapa peluang emas, namun hanya satu yang bisa dikonversi menjadi gol. Boaz tampil di bawah performa terbaik, ia kerap kehilangan bola, dan terlambat mengambil keputusan, terutama di babak pertama.

Namun, di babak kedua penampilan Boaz lebih baik, ia juga lebih trengginas. Satu golnya pada menit ke-68 menjadi pembuktian bahwa ia adalah striker bernaluri gol tinggi.

Nilai: 6

Lerby Eliandry

Pemain Pusamania Borneo FC ini memang tak mencetak gol. Tapi ia memerankan tugasnya sebagai tembok pantul dengan cukup baik. Sayang, Lerby tidak bisa berbuat banyak dan tidak mampu menciptakan peluang.

Lerby tidak bisa melewati adangan para pemain belakang Filipina. Ia tidak bisa membuka ruang bagi Boaz Solossa dan pemain lain.

Nilai: 5,5

Zulham Zamrun

Zulham Zamrun menjadi kartu mati di pertandingan ini. Masuk menggantikan Andik Vermansah, ia justru membuat kesalahan fatal dengan melakukan pelanggaran di dekat kotak penalti. Dari tendangan bebas itulah, Filipina berhasil menyamakan skor menjadi 2-2.

Setelah itu Zulham juga kerap membuat kesalahan. Beberapa kali ia salah passing yang mengakibatkan bola jatuh ke kaki lawan. Ini penampilan terburuk Zulham selama membela Timnas.

Nilai: 5

Bayu Pradana

Bayu Pradana dimasukkan untuk menggantikan peran Evan Dimas Darmono. Sayang ia gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Ia tak bisa meredam agresivitas Filipina dan memutus serangan yang mereka lancarkan. Bayu tidak bisa langsung nyetel dengan Stefano Lilipaly di tengah.

Nilai: 5

Ferdinand Sinaga:

Ferdinand tampil lebih baik dibanding dua pemain pengganti lainnya. Sayang, kesempatan bermain yang ia dapatkan relatif singkat. Sehingga Ferdinand tidak mampu berbuat banyak.

Kendati durasi bermainnya pendek, ia bekerja keras dan menunjukkan tanggung jawab besar atas kepercayaan yang diberikan pelatih.

Nilai: 6

Video Populer

Foto Populer