Sukses

Liestiadi Tertarik Konsep Jangka Panjang Persijap

Bola.com, Jepara - Liestiadi Sinaga resmi jadi pelatih Persijap Jepara untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2017. Beban berat disandang mantan juru taktik PSM Makassar itu yang diwajibkan membawa skuat Laskar Kalinyamat menembus pentas ISL 2018.

Pelatih 48 tahun bakal mendapat support luar biasa dari manajemen tim yang dipimpin CEO Esti Puji Lestari. Lalu apa yang mendasari Liestiadi bersedia membesut tim asal Kota Ukir setelah menghabiskan bertahun-tahun meracik tim kasta tertinggi? Berikut petikan wawancara Bola.com dengan Liestiadi.

Apa pertimbangan Anda menerima tawaran Persijap Jepara?

Paling utama adalah keseriusan manajemen khususnya Ibu Esti untuk menggunakan jasa saya. Komunikasi tidak hanya dilakukan sekali dua kali, namun beberapa kali kami jalin komunikasi dan berdiskusi tentang program Persijap termasuk keinginan promosi ke ISL. Dari situlah saya tahun tim ini benar-benar serius.

Seberapa seriuskah manajemen saat menjalin komunikasi dengan Anda?

Saya tertarik dengan konsep jangka panjang yang diusung oleh Persijap. Apalagi manajemen juga mulai menata persepak bolaan di Jepara dengan adanya akademi Persijap dan tim sepak bola wanita, tentu ini sangat menarik. Termasuk visi pembinaan pemain usia muda dengan konsep sepak bola modern. Dari situ saya berkeyakinan memang Persijap akan dibawa ke arah dan penataan tim yang lebih baik.

Setelah bertahun-tahun melatih tim kasta tertinggi, Anda saat ini menerima tawaran di Divisi Utama?

Semua pelatih punya selera tersendiri. Saya adalah tipe orang yang menyukai tantangan termasuk di Persijap yang menginginkan promosi ke ISL.

Seberapa optimistis Anda bisa membawa Persijap promosi ke ISL?

Setiap langkah harus diawali dengan rasa optimistis. Dengan dukungan semua pihak baik manajemen, suporter, dan kualitas pemain saya yakin tim ini bisa naik ke kasta tertinggi. Apalagi regulasi musim nanti ada tiga tim yang bakal promosi, sehingga kesempatan akan lebih besar. Karena sebelumnya hanya dua tim saja yang berhak ke ISL.

Dengan waktu tersisa dua bulan, program apa yang Anda siapkan untuk membangun tim?

Proses seleksi sudah saya lalukan di hari pertama dan antusias pemain yang datang cukup banyak. Setelah ini saya mulai seleksi tertutup dengan memanggil pemain-pemain bidikan. Target saya, awal Februari tim sudah terbentuk.

Merasa dirugikan dengan regulasi pembatasan usia?

Semua ada nilai positif dan negatif. Sebagai seorang pelatih, saya ingin melihat aturan tersebut dari sisi positif untuk pengembangan pemain muda Indonesia. Semua tim juga akan menghadapi hal yang sama, sehingga persaingan Divisi Utama musim ini akan lebih merata. Istilahnya tidak ada tim yang benar-benar menonjol.

0 Komentar

Belum ada komentar

    Video Populer

    Foto Populer