Sukses

Luis Milla Dapat 28 Pemain buat Timnas Indonesia dari Sleman

Bola.com, Sleman - Sebanyak 28 pemain muda dikantongi pelatih Timnas Indonesia level U-22 dan senior, Luis Milla dari empat tim yang tergabung di Grup 1 Piala Presiden 2017.

Perinciannya sebagai berikut: Persegres Gresik United (10 pemain), serta PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan Mitra Kukar yang sama-sama menyumbangkan enam pemain muda.

Performa mereka dicermati langsung dua asisten pelatih, Bima Sakti dan pelatih kiper Tim Merah-Putih, Eduardo Perez.

Keduanya memantau laga yang digelar Rabu (15/2/2017) yakni PSS kontra Persegres Gresik United yang berkesudahan imbang tanpa gol. Serta partai Mitra Kukar melawan Persipura Jayapura, yang dimenangkan Tim Mutiara Hitam, 1-0

''Kami fokus mencari pemain belia di bawah usia 22 tahun buat keperluan SEA Games 2017,'' kata Bima Sakti.

Bima menjelaskan, tim pelatih Timnas Indonesia terus memantau performa pemain muda sepanjang turnamen. Nantinya akan ada 50 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi tahap pertama di Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang mulai 22 Februari 2017.

Bima pun memastikan bahwa para pemain yang dipanggil tidak hanya dari tim-tim besar di Indonesia saja.

''Pemain yang dipanggil dari semua tim yang ada di Piala Presiden 2017. Tidak hanya dari klub besar macam Arema, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, serta Persipura Jayapura saja. Nanti akan dibicarakan lagi dengan pelatih kepala siapa-siapa saja yang dipanggil,'' ujar Bima yang notabene alumnus program mercusuar Timnas Primavera Italia pada pertengahan 1990-an itu.

Bima mengakui, selama pemantauan dirinya merasa kagum dan terkesan dengan semangat para pemain-pemain muda. Bahkan hal itu menjadi motivasitersendiri bagi tim pelatih untuk bisa memberika emas bagi Indonesia di ajang SEA Games 2017 nanti.

''Sebagai mantan pemain dengan lihat usia muda bisa main bagus dan  mental luar biasa. Dengan adanya regulasi pembatasan usia tentunya sangat memudahkan kami mencari bakat-bakat potensial di usia muda kelahiran 1995,'' ujar Bima Sakti menutup percakapan.

7 Komentar

Video Populer

Foto Populer