Sukses


Seniman Muda Bangga Mempercantik Trofi Piala Presiden 2017

Bola.com, Cibinong - Seniman muda asal Yogyakarta, Surya Aditya Putra, dipercaya mempercantik trofi Piala Presiden 2017 dengan sentuhan ornamen perak. Seniman berusia 22 tahun itu merasa bangga bisa ikut berpartisipasi dalam karya seni yang diawali oleh seniman asal Bali, Ida Bagus Ketut Lasem.

Bola.com berkesempatan bertemu langsung dengan seniman kerajinan perak tersebut usai final Piala Presiden 2017 di ruang ganti Arema FC. Saat itu, Surya Aditya Putra dan seorang rekannya berfoto bersama pemain Arema yang memperlihatkan trofi Piala Presiden 2017, yang telah dipercantik dengan ornamen perak.

Surya Aditya Putra, seorang seniman muda asal Kota Gede, Yogyakarta, mengaku mendapatkan proyek untuk mempercantik trofi Piala Presiden 2017 secara tiba-tiba.

Seorang pelanggan kerajinan perak, yang menyukai hasil karyanya, tiba-tiba menghubungi dan memintanya ke Solo untuk kemudian membawa pulang trofi Piala Presiden hasil karya seniman asal Bali, Ida Bagus Ketut Lasem. Pelanggan itu lantas meminta Surya menambah trofi itu dengan ornamen perak.

"Ada pelanggan yang memesan cincin kepada saya. Ia senang dengan proses pengerjaannya dan kemudian ia memanggil kami ke Solo. Sesampainya di sana, kami disuruh membawa pulang trofi tersebut. Saat itu benar-benar tidak ada persiapan," kata Surya Aditya Putra kepada Bola.com.

Surya menambahkan ornamen perak yang ditambahkannya ke trofi itu merupakan ukiran Bunga Mandalika. Dalam akun Instagram personalnya, Surya menjelaskan Bunga Mandalika atau kembang sungsang adalah salah satu bunga khas Nusantara. Nama Mandalika dijumlai dalam teks Jawa kuno seperti Kidung Harsawijaya, Malat, Wangbang, Wideya, dan Waseng Sari.

Secara filosofis, kelopak bunga Mandalika yang terpisah-pisah namun bentuknya mengerucut dan bertemu di pangkal atas melambangkan prinsip kebhinekaan. Seakan terpisah tetapi sebenarnya memiliki tujuan dan semangat sama, yaitu persatuan.

Secara mitologis, bentuk bunga Mandalika ini menyerupai senjata Dewa Indra dalam pewayangan, yaitu bajra. Senjata ini yang dapat membawa perdamaian di seluruh dunia karena dengan senjata bajra, Indra mampu mengalahkan raksasa yang membuat kerusakan.

Senjata ini pula yang membuat Indra dapat mengundang hujan untuk memberikan penghidupan sehingga manusia tidak akan bermusuhan untuk memperebutkan air.

Bicara soal hasil karyanya yang meneruskan karya seni Ida Bagus Ketut Lasem itu, Surya mengaku dirinya membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk pengerjaan. Ia bangga bisa melanjutkan karya seni yang kemudian menjadi sebuah simbol sukses tim sepak bola Indonesia.

"Senang karena ini untuk Piala Presiden. Kami diberikan kesempatan untuk merespons karya seniman yang lebih senior dari Bali, yaitu Ida Bagus Ketut Lasem. Kami yang lebih muda diberikan kesempatan untuk merespons hasil karya tersebut dengan konsep yang serupa," tuturnya.

"Tentu rasanya senang sekali. Kami memang punya proyek melestarikan kerajinan perak di tempat saya, di Kota Gede. Anak-anak muda saat ini banyak yang tidak mau melanjutkan kerajinan tersebut. Saya belajar untuk mengonsep budaya yang ada agar menarik bagi masyarakat yang lebih muda. Jadi, tentu dengan dikemas lebih modern," lanjut seniman muda kelahiran 29 Oktober 1994 itu mengenai trofi Piala Presiden 2017.

 

Video Populer

Foto Populer