Sukses

Debut Luis Milla di Timnas Indonesia Berakhir dengan Kekalahan

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menjamu Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (21/3/2017). Uji coba ini jadi pertandingan resmi pertama bagi Luis Milla dalam karier kepelatihannya bersama Tim Garuda sebagai pelatih kepala. 

Timnas Indonesia berinisiatif menekan begitu wasit Clifford Daypuyat membunyikan peluit tanda pertandingan dimulai. Febri Hariyadi langsung menggebrak dengan menyusur sisi kiri pertahanan Myanmar pada menit pertama. Namun, tusukan itu belum membuahkan hasil.

Setelah lima menit pertama terlihat menguasai jalannya permainan, gantian timnas Myanmar yang menekan tim tuan rumah. Pada menit ke-13, Myo Ko Tun mendapat peluang emas. Pemain bernomor punggung 11 itu berdiri bebas tanpa kawalan, namun tembakannya masih melenceng.

Delapan menit kemudian, tepatnya menit ke-21, upaya yang dibangun Indonesia membuahkan hasil. Nur Hardianto mencetak gol perdana di Timnas Indonesia lewat sundulan menerima umpan rekannya di Persela Lamongan, Saddil Ramdani.

Saddil mampu mencari ruang kosong di sisi kanan kiper Thiha Sithu dan diakhiri dengan melepas tembakan. Skor berubah 1-0 untuk Timnas Indonesia.

Keunggulan itu bertahan 14 menit karena pada menit ke-35, Myanmar menyamakan skor jadi 1-1. Mg Mg Lwin yang berdiri bebas di depan gawang Moch. Diky Indriyana, tidak membuang peluang yang datang padanya lewat umpan matang rekannya. 

Bola tembakan Mg Mg Lwin sempat melewati kaki Ricky Fajrin yang tidak melakukan penjagaan dengan sempurna dan meluncur deras ke gawang Moch. Diky.

Selepas skor 1-1, tempo permainan cenderung menurun dibandingkan 30 menit awal pertandingan. Hingga turun minum, skor 1-1 tercipta di Stadion Pakansari.

Memasuki babak kedua, Luis Milla memasukkan Ezra Walian dan Evan Dimas masing-masing menggantikan Nur Hardianto dan Gian Zola Nasrulloh. Bagi Ezra, laga ini jadi debutnya bersama Timnas Indonesia setelah menerima Keppres yang memastikannya jadi WNI.

Babak kedua baru berjalan lima menit Ricky Fajrin harus keluar dari pertandingan dengan ditandu karena cedera. Ia lantas digantikan Zalnando.

Hingga menit ke-70, Myanmar asuhan pelatih Gerd Zeise lebih mengendalikan permainan. Kyaw Ko Ko dkk. hampir menambah gol pada uji coba ini pada menit ke-59 dan 61. Namun, dua peluang itu lewat tembakan keras masih membentur mistar gawang.

Namun, pada menit ke-73, Myanmar akhirnya mampu kembali menjebol gawang Indonesia. Tusukan Kyaw Ko Ko di area pertahanan Tim Garuda membuat kapten timnas, Bagas Adi, terpaksa mengadang pergerakan striker lawan dengan menjatuhkannya di kotak penalti.

Wasit Clifford Daypuyat lantas menunjuk titik putih. Kyaw Ko Ko mengambil penalti itu dan menjalankan tugasnya dengan baik. Myanmar balik unggul 2-1.

Ezra Walian mendapat peluang pada menit ke-78. Namun, tembakan kerasnya yang melintas di depan gawang Thiha Sithu dan sempat ditip kiper Myanmar itu.

Menit ke-85, Indonesia kembali mendapat peluang kali ini melalui Evan Dimas setelah menerima through pass dari Asnawi Mangkualam Bahar. Tendangan Evan itu masih mampu diselamatkan salah satu pemain Myanmar.

Asyik menyerang, Indonesia kembali kebobolan untuk kali ketiga. Lewat serangan balik, satu dua sentuhan, Kyaw Ko Ko yang tidak terkawal mengirim umpan ke Si Thu Aung. Pemain bernomor punggung 16 itu dengan leluasa melepas tembakan ke tiang jauh Moch. Diky. Skor 3-1 untuk timnas Myanmar.

Skor 3-1 berakhir hingga pertandingan usai. Timnas Indonesia kalah 1-3 dari Timnas Myanmar.

Susunan Pemain
Timnas Indonesia: Diky Indrayana; Putu Gede, Ryuji Utomo, Bagas Adi, Ricky Fajrin; Hanif Sjahbandi, Muhammad Hargianto, Gian Zola; Febri Hariyadi, Nur Hadianto, Saddil Ramdani
Pelatih: Luis Milla

Timnas Myanmar: Thiha Sithu; David Htan, Ko Ko Thein, Win Min Htut, Myo Ko Tun, Thein Than Win; Yan Aung Kyaw, Aung Thu, Yan Naing Oo, Mg Mg Lwin; Kyaw Ko Ko
Pelatih: Gerd Zeise

4 Komentar

  • Timnas U22 secara individu sudah bagus cuma secara TIM masih perlu dimatangkan kekompakannya, sebaiknnya timnas kita ini perlu dikembangkan lagi tehnik tikitakanya !

  • Muhammad Zamhari Priyanto

    yang pastinya secara mental squad muda indonesia masih perlu banyak di tempa. tidak arif kalo' menilai hanya dalam satu pertandingan saja sudah underestimate kepada timnas kita., dan yang disayangkan para petinggi PSSI sudah arogan dulu yang mengklaim timnas indonesia bisa mengalahkan di atas 2 gol

  • Rifqi Ismulail

    Gaya bermain timnas berbeda antara babak pertama dan kedua. Para pemain perlu lebih banyak belajar agar cerdas tactical dan kolektivitas bermain. Pemain myanmar lebih cerdas dan pandai dalam bermain dibandingkan timnas. Pemain belakang yg main babak 1 Ganti saja semuanya.

Video Populer

Foto Populer