Sukses

Kronologi Perpisahan Djanur dengan Persib Bandung

Bola.com, Bandung - Pelatih Djadjang Nurdjaman meninggalkan Persib Bandung. Performa tim yang tak kunjung membaik menjadi salah satu alasannya.

Partai melawan Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Sabtu (15/7/2017) menjadi laga terakhir bagi pelatih yang akrab disapa Djanur dalam menangani tim yang sudah dinakhodai sejak musim 2012.

Perlu diketahui pada musim ini, Djanur sudah mencoba dua kali mengundurkan diri dari Persib. Alasan pertama kala itu lebih kepada tidak kuatnya tekanan yang diberikan bobotoh kepada dirinya.

Tepat saat melawan Bhayangkara FC di laga ke-9 Liga 1 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pada 4 Juni, para bobotoh menunjukkan ketidakpuasannya dengan kinerja tim Persib Bandung.

Pada menit ke-83 saat gol Ilham Udin bersarang di gawang Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby yang merupakan gol kedua Bhayangkara FC, para bobotoh tiba-tiba masuk ke lapangan dengan mendekati pemain dan meneriaki mereka agar bermain dengan sepenuh hati. Pada akhirnya di laga tersebut Persib kalah dengan skor 2-0.

Hasil tersebut membuat Djanur goyah lantaran di laga sebelumnya imbang melawan Semen Padang dan Borneo FC dan kalah saat melawan Bali United.

Namun saat itu keinginan Djanur untuk mundur ditolak manajemen yang kemudian kembali melanjutkan kiprahnya bersama Persib di laga selanjutnya melawan Persiba Balikpapan. Hasilnya Persib menang dengan skor 1-0.

1 dari 3 halaman

Masa-masa Kritis

Pada laga berikutnya Persib kembali kalah saat melawan Barito Putera dengan skor 1-0. Selepas itu Djanur izin tidak mendampingi tim saat melawan PSM Makassar lantaran akan berangkat menjalani ibadah umrah.

Posisinya digantikan sementara oleh asistennya Herrie Setyawan. Hasilnya tidak hanya menang 2-1, namun permainan Persib memuaskan bobotoh.

Akan tetapi sekembalinya Djanur dari Umrah, performa tim malah menurun setelah mengalami kekalahan 3-1 dari Madura United.

Namun saat itu, nasib Djanur masih tertolong lantaran Persib terlihat seperti dicurangi wasit pertandingan Kusni dengan menganulir dua gol Persib dan memberikan penalti untuk Madura United.

Emosi bobotoh kembali meledak-ledak setelah Persib gagal memetik tiga poin di laga kandang setelah ditahan imbang Persela Lamongan 1-1. Lalu kalah dari Mitra Kukar dengan skor 1-2.

Hasil itu membuat Persib berada di peringkat 12 dengan perolehan 20 poin dan terpaut delapan poin dengan pemuncak klasemen yang ditempati Madura United.

Hasil ini membuat Djanur semakin mantap meninggalkan Persib lantaran tidak bisa membuat performa tim meningkat. Sebaliknya membawa timnya semakin terpuruk.

"Alasannya adalah saya tidak berhasil mengangkat performa Persib untuk kompetisi kali ini sebelum putaran pertama berakhir. Terseok-seok terus seperti ini dan ini tentunya jauh dari harapan jauh dari ekpektasi, semua pihak baik itu dari harapan manajemen ataupun harapan dari bobotoh," ungkap Djanur.

2 dari 3 halaman

Berjiwa Besar

Menurut Djanur, performa buruk yang menimpa Persib sepenuhnya adalah tanggung jawabnya. Termasuk dalam melakukan pembelanjaan pemain.

"Mungkin itu kesalahan terbesar saya karena rekrutan pemain menjadi tanggung jawab saya, saya tidak bisa menghadirkan stiker yang mumpuni, Sergio cedera, kemudian Cole jauh dari ekpektasi kalau boleh dikatakan dia adalah pembelian gagal. Jadi sekali lagi soal rekrutmen menjadi tanggung jawab saya, saya tidak melempar tanggung jawab ke kiri kanan itu tanggung jawab saya dan itu kesalahan besar saya," ungkapnya.

Selain itu, Djanur tak memungkiri tekanan bobotoh menjadi salah satu alasan dirinya hengkang dari Persib. Terlebih kritikan yang disampaikan sudah masuk dalam ibadah.

"Saya mengimbau jangan membuat cacian atau hinaan seperti kepada saya apalagi dihubungkan dengan religi. Soal kemarin saya dengar diplesetkan umrah mau cari kencleng. Jangan begitu lah, jangan mengusik pribadi dan religi. Itu tidak baik. Kalaupun saya harus umrah lagi saya tidak akan mengemis," katanya.

Tekanan bobotoh memang kerap terjadi pada musim-musim sebelumnya. Sebelumnya Dejan Antonic lalu Drago Mamic hingga Jaya Hartono menjadi korban kritikan para suporter fanatik tim Persib Bandung.

1 Komentar

Video Populer

Foto Populer