Sukses

Klub-Klub Spanyol dan Portugal Rela Antre Kejar Egy Maulana Vikri

Bola.com, Jakarta - Mesin gol Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, tengah naik daun. Seusai membela Tim Merah-Putih di Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Korea Selatan pada 31 Oktober-14 November, gelandang serang asal Medan tersebut berencana terbang ke Eropa.

Sudah ada lima klub Eropa yang menawarkan sesi trial ke Egy yang masuk deretan 60 pemain muda potensial dunia versi media beken Inggris The Guardian tahun 2017. Menurut ayah angkat sang pemain, Subagja Suihan, tiga klub asal Spanyol dan dua dari Portugal ingin mengontrak top scorer Piala AFF U-18 2017 itu.

Subagja membuka identitas tiga klub Spanyol yang kepincut pada bakal Egy, antara lain Getafe, Espanyol, dan Real Madrid. Sementara itu, detail dua klub asal Portugal belum bisa dibuka ke publik.

Sang ayah angkat menyebut Egy tak perlu menjalani rangkaian tes, seperti kebanyakan pemain asal Asia lainnya.

"Saya tegaskan Egy bukan trial lagi, dia akan langsung meneken kontrak. Intinya di Spanyol itu ada tiga klub yakni Getafe, Espanyol, dan Real Madrid dan dua asal Portugal, tetapi saya tidak bisa sebutkan karena belum deal," ujar Subagja kepada sejumlah media.

Egy Maulana diberi kebebasan memilih klub yang ia idamkan buat bermain. Yang paling utama, klub tersebut harus bisa memberi jaminan jam terbang bertanding tinggi.

Proses negosiasi antara pemain yang meraih penghargaan setara Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane, Jouer Revelation Trophee alias pemain yang berpengaruh di tim pada Turnamen Toulon 2017, dengan klub-klub Eropa dibantu agen pemain asal  Kroasia, Dusan Bogdanovic.

Jadwal keberangkatan Egy Maulana Vikri ke Benua Biru setelah memperkuat Timnas Indonesia U-19. Setelah dari Korea Selatan ia akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan studi di Sekolah Atlet Ragunan sebelum kemudian meninggalkan Tanah Air.

 

 

1 dari 4 halaman

Satu-satunya Pemain Asia Tenggara

Setelah Evan Dimas yang berkilau bersama Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2013 silam, Egy jadi fenomena di dunia sepak bola Indonesia.

Namanya tercatat masuk deretan 60 pemain muda potensial dunia versi The Guardian tahun 2017. Striker Timnas Indonesia U-19 itu bersanding dengan para pemain muda berbakat dari belahan dunia lain.

Egy Maulana Vikri masuk ke daftar 60 pemain muda potensial karena dianggap memiliki kemampuan luar biasa dalam usianya yang masih 17 tahun. Penilaian itu datang dari pengamat sepak bola di benua Asia, khususnya Asia Tenggara, John Duerden.

 Duerden yang merupakan kolumnis bagi The Guardian, BBC, maupun New York Times, mengulas tentang kelebihan Egy  dalam hal mengolah bola, kecepatan, dan ketenangan saat menguasai bola.

Duerden juga menuliskan tentang keberhasilan Egy Maulana Vikri menjadi top scorer di Piala AFF U-18 2017 dan penghargaan Jouer Revelation Trophee di turnamen Toulon 2017.

Selain itu, pujian pelatih Espanyol B David Gallego yang menyebut pemuda asal Medan itu sebagai pemain luar biasa juga masuk dalam ulasannya.

Egy yang gaya bermainnya dinilai mirip Lionel Messi menjadi satu-satunya pemain dari Asia Tenggara yang masuk 60 pemain potensial dunia versi The Guardian tahun 2017.

Egy  bersanding dengan pemain muda berbakat lainnya dari benua Asia, seperti Wang Jiahao (China), Mohammad Sharifi (Iran), Mohammed Dawood (Irak), Rei Hirakawa (Jepang).

Egy Maulana Vikri masuk ke 60 pemain muda potensial dunia versi The Guardian edisi keempat. Daftar pemain muda potensial dunia ini pertama kali dibuat oleh The Guardian tahun 2014 lalu.

2 dari 4 halaman

Dijaga Indra Sjafri

Melihat popularitas Egy Maulana yang menanjak, pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, mewanti-wanti agar salah satu anak asuhnya tidak besar kepala.

Indra ingin Egy tetap menjejakkan kaki di bumi. Ia tidak mengistimewakan sang pemain.

"Sekarang Egy merasa nyaman karena sedang naik daun, tapi yang bikin dia enggak nyaman saya. Saya keras kepadanya dan juga pemain lain di Timnas Indonesia U-19," ujar Indra Sjafri dalam diskusi yang digelar PSSI Pers dan Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Indra Sjafri pun meminta semua pihak untuk tetap objektif menilai penampilan Egy Maulana. Hal ini dikarenakan ia merasa semua pihak cenderung hanya fokus kepada pemain berusia 17 tahun itu walau sebenarnya ada rekan-rekan setimnya di Timnas Indonesia U-19 yang menunjukkan performa lebih baik.

"Kalau Egy salah, bilang salah. Egy akan tetap saya jaga. Dia aset sepak bola Indonesia," kata mantan pelatih Bali United tersebut.

Indra Sjafri tak ingin bakat sang pemain pada ujungnya layu sebelum berkembang, karena pemain bersangkutan sudah puas diri dan menjadi arogan karena dibesarkan oleh media.

3 dari 4 halaman

Bukan Pemain Pertama yang ke Eropa

Jika memang nantinya Egy Maulana Vikri jadi dikontrak klub asal Spanyol atau Portugal, ia akan menyusul jejak senior-seniornya.

Sejak pertengahan 1990-an sejumlah pesepak bola Tanah Air sempat mencicipi atmosfer kompetisi Eropa. Sama seperti Egy mereka mentas setelah tampil ciamik di Timnas Indonesia level senior.

Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto, bintang Timnas Indonesia Primavera Italia sempat meramaikan Liga Swedia dan Swiss usai menempa ilmu di Italia.

Kurniawan sempat dikontrak oleh klub Swiss, FC Luzern. Sementara itu Bima di tim elite Swedia, Helsingborg. Sayang karena gagal beradaptasi mereka hanya bermain semusim saja di klubnya masing-masing.

Pada periode 2008-2010 PSSI mengirim timnas belia level U-17 dan U-19 ke Uruguay. Program SAD melahirkan sejumlah pesepak bola muda berbakat.

Alfin Tuasalamony, Yandi Sofyan Munawar, Yerricho Cristiantoko, Syamsir Alam, Manahati Lestusen, Abdul Rahman Lestaluhu, sempat dikontrak klub Divisi III Belgia, CS Vise. Sayangnya, mayoritas di antara mereka kesulitan menembus posisi inti di klub yang mayoritas sahamnya dimiliki pengusaha asal Indonesia, Nirwan Bakrie tersebut.

Arthur Irawan, pesepak bola asal Surabaya pada periode 2011–2013 sempat bermain di klub Spanyol, RCD Espanyol B. Sang bek sayap pada musim 2013–2014 singgah di Malaga B. Sebelum akhirnya mengadu peruntungan di klub kasta bawah Belgia, Waasland-Beveren.

Tak juga sukses menembus persaingan elite, Arthur akhirnya mudik ke Indonesia. Sempat bermain di Persija Jakarta pada paruh pertama Liga 1 2017, ia kemudian pindah ke Pusamania Borneo FC.

Evan Dimas, bintang Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2013, sempat menjalani trial di klub Divisi II Spanyol, Llagostera pada tahun 2015. Namun, gagal mendapatkan kontrak permanen.

Setahun lalu ia juga berkesempatan mengecap latihan bareng dengan Espanyol B. Sayangnya, pemain yang jadi salah satu pemain kunci Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017, juga tak disodori kontrak hingga akhir sesi latihan di tim tersebut. 

Publik sepak bola nasional pun berharap sosok Egy Maulana Vikri jadi pemain pertama yang bisa menaklukkan kerasnya persaingan kompetisi Eropa.

17 Komentar

  • Ayu Yuntri Arty

    Kita2 tdk usah ribut2 pro/kontra lah, toh proses maju atau mundurnya performa kwalitasnya kembali hanya tergantung ke kemampuan .memaksimalkan skil individunya. kita2 doakan aja semoga anak tsb sukses, sukses utk dirinya sendiri dan utk nama asalnya. AMINNN.

  • Boy She

    Sepakbola itu TIM bro....kalo nanti sudah jadi juara bersama Timnas.....baru ada buktinya...

  • Denox Olaholic

    Jangan trlalu d bsar2kan,saya liat prmainan egy tk shebat yg dbritakn,bisa dliat nanti d kualifkasi pial asia d korsel tpi sya brhrap egy mampu mbrikn yg trbaik untuk timnas

Video Populer

Foto Populer