Sukses

5 Top Berita Bola: Selasa, 29 November 2016

Bola.com, Jakarta - Berikut ini adalah lima berita terpopuler di Bola.com pada Selasa (29/11/2016).

1. Indonesia Kehilangan Hak Berlaga di Liga Champions Asia 2017!

AFC secara resmi mengeluarkan daftar klub yang mengantungi AFC Member Associations Licensed Club 2017. Menariknya di daftar tersebut tidak tercantum satupun klub Indonesia. Konsekuensinya klub asal Tanah Air kehilangan kesempatan berlaga di Liga Champions Asia (LCA) 2017!

AFC, sebagai otoritas tertinggi sepak bola internasional, mulai musim 2017 memberlakukan aturan ketat. Untuk bisa ikut perhelatan elite garapan mereka klub-klub masing-masing negara diwajibkan mengikuti proses penilaian AFC Member Associations Licensed Club.

Standarisasi yang dibuat AFC amat ketat mulai dari aspek keuangan, infrastruktur, suppoting, legal, personel, administrasi. Acuan ini diberlakukan sama buat seluruh negara.

2. 9 Pelari Cepat Timnas Indonesia Pencipta Mimpi Buruk bagi Vietnam

Dihadapkan waktu persiapan terbatas serta kenyataan pahit Timnas Indonesia absen setahun lebih dari percaturan sepak bola internasional, Alfred Riedl tidak banyak pilihan. Sang mentor memilih strategi pragmatis di Piala AFF 2016.

Pelatih asal Austria itu tidak memaksakan Timnas Indonesia jadi tim penguasa permainan. Tim Garuda diplot bermain direct football yang cenderung memaksimalkan serangan balik.

Alfred tidak hanya dihadapkan keterbatasan waktu persiapan, tapi juga kesulitan memberdayakan bakat-bakat terbaik, karena ia hanya boleh mengambil dua pemain saja dari masing-masing klub untuk diangkut ke Piala AFF 2016.

3. Kemiripan Gaya Bermain Timnas Indonesia dengan Atletico Madrid

Pilihan Alfred Riedl memakai skema 4-4-2 Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 sempat mendapat banyak kritik dari pengamat. Pola permainan tersebut dinilai sudah usang, ditinggalkan banyak tim di level persiangan internasional. Walau sejatinya jika para pemain bisa memahami filosofi permainan dengan menggunakan skema ini mereka bisa mengikuti jejak klub elite La Liga, Atletico Madrid.

Ya, Atletico Madrid, sedikit tim kelas dunia yang masih memainkan formasi ini di tengah kepungan patron permainan sepak bola era kekinian macam 4-2-3-1, 3-4-3, atau 4-3-3. Beberapa musim terakhir klub yang satu ini bisa mengimbangi dominasi Barcelona dan Real Madrid di kompetisi elite Spanyol.

"Kunci permainan formasi 4-4-2, mobilitas dua gelandang plus kemampuan bertahan seorang striker. Altetico Madrid, contoh tim sukses yang memainkan skema ini. Pada masa persiapan terlihat kalau Timnas Indonesia berusaha mengadopsi gaya bermain tim racikan Simeone," tutur Ganesha Putera, analis taktik dari KickOff! Indonesia.

4. Timnas Indonesia Bisa Hancurkan Vietnam jika Fokus 5 Strategi Ini

Pasukan Timnas Indonesia bakal menjamu Vietnam pada semifinal Piala AFF 2016. Duel perdana kedua tim bakal tersaji di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Sabtu (3/12/2016), sebelum berlanjut di Stadion My Dhinh, Hanoi, pada Rabu (7/12//2106).

Tim asuhan Alfred Riedl sendiri lolos ke semifinal secara dramatis. Sempat jadi juru kunci Grup A setelah kalah 2-4 kontra Thailand serta bermain imbang 2-2 versus Filipina, Boaz Solossa menyodok ke posisi runner-up setelah mengalahkan Singapura 2-1 pada laga penutup penyisihan.

Permainan Tim Merah-Putih terlihat belum stabil. Cukup produktif menjebol gawang lawan, dengan torehan enam gol di tiga pertandingan, pertahanan Timnas Indonesia terlihar rapuh. Yanto Basna cs. kebobolan tujuh gol.

5. Alex Briggs, Tukang Bengkel Bus yang Jadi Mekanik Valentino Rossi

Di balik kesuksesan seorang pebalap MotoGP, selalu ada peran besar mekanik yang bekerja keras di belakang layar. Hal yang sama juga berlaku buat rider sekaliber Valentino Rossi.

Rossi dikenal memiliki tim mekanik yang andal dan setia. Salah satu mekanik hebat dan setia yang dimiliki sembilan kali juara dunia balap motor grand prix itu adalah Alex Briggs.

Pria asal Australia itu telah bekerja untuk Rossi sejak 2000. Sejak saat itu, Briggs selalu ikut ke mana pun The Doctor berlabuh, dari Honda, ke Yamaha, ke Ducati, hingga kembali ke Yamaha lagi sampai sekarang.

0 Komentar

Belum ada komentar

    Video Populer

    Foto Populer