Sukses

Rapor 2016: Greysia / Nitya Oke, 2 Ganda Putri Dapat Lampu Kuning

Bola.com, Jakarta - Dua ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari dan Anggita Shitta Awand/Ni Ketut Mahadewi Istirani, mendapat lampu kuning dari sang pelatih, Eng Hian. Adapun pasangan Greysia Polii/Nittya Krishinda Maheswari dinilai tampil konsisten sepanjang 2016. 

Berdasarkan peringkat terbaru yang dirilis Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), Kamis (22/12/2016), ranking empat ganda putri Indonesia tak mengalami perubahan dibanding sebelumnya. Satu ganda masuk peringkat 10 besar, sedangkan tiga pasangan lainnya masih berada di posisi 20 besar dunia. 

Perinciannya, Greysia/Nitya menempati peringkat kelima, Della/Rosyita posisi ke-15, Anggia/Ni Ketut ranking ke-16, sedangkan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta masih di posisi ke-18. 

Eng Hian mengatakan banyak evaluasi yang dicatat dari performa empat ganda putri andalan Indonesia sepanjang 2016. Namun, secara keseluruhan target yang dibebankan oleh PBSI untuk tahun ini sudah terpenuhi, yaitu tiga ganda putri masuk peringkat 16 besar.  

"Pada pertemuan dengan Pak Gita Wirjawan (ketua PBSI 2012-2016), sektor tunggal putri ditargetkan masuk ke peringkat 16 besar. Target ini bisa dipenuhi. Namun, ada penampilan Della/Rosyita dan Anggia/Ni Ketut pada 2016 tidak sesuai dengan yang kami harapan," kata Eng Hian, saat dihubungi Bola.com, Rabu (21/12/2016).

Melihat performa empat ganda putri sepanjang 2016, berapa nilai untuk Greysia/Nitya, Della/Rosyita, Anggia/Ni Ketut, dan Tiara/Rizki? Berikut ini rapor para ganda putra Indonesia menurut sang pelatih, Eng Hian: 

1 dari 5 halaman

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari 

Nilai: 8 

Eng Hian menyebut performa ganda putri terbaik Tanah Air ini cukup konsisten sepanjang 2016. Bahkan pada paruh pertama tahun ini, Greysia/Nitya tampil cukup impresif di berbagai ajang, termasuk super series, meskipun tak jadi juara. Mereka mencapai semifinal di Jerman Terbuka, India Terbuka, dan Malaysia Terbuka, serta lolos ke final Singapura Terbuka. Namun, mereka langsung tersingkir pada babak pertama All England.

"Saya beri mereka nilai delapan. Mereka tampil cukup konsisten terutama pada awal-awal 2016. Penampilan mereka di ajang super series juga lebih baik dibanding pada 2015," kata Eng Hian.

Sang pelatih mengatakan target utama Greysia/Nitya pada 2016 adalah meraih medali di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sayangnya, target tersebut gagal terealisasi karena langkah mereka terhenti di babak perempat final. 

"Untuk turnamen penting mereka memang kurang bagus. Di olimpiade tidak dapat medali dan di All England juga kurang bagus," imbuh Eng Hian.

Eng Hian mengatakan kurang maksimalnya performa ganda putri nomor satu Indonesia itu tak lepas dari cedera yang dialami Nitya. Gara-gara cedera itu juga, Greysia/Nitya juga absen pada turnamen tutup tahun BWF Super Series Finals. Nitya pun naik meja operasi untuk menjalani operasi lutut dan sekarang sedang dalam masa pemulihan. 

Menurut Eng Hian, jika dalam kondisi prima, Greysia/Nitya, bisa bersaing dengan pasangan manapun, termasuk para pemain muda China yang sedang moncer, salah satunya Chen Qingchen/Jia Yifan. 

"Secara teknis, saya melihat pasangan kita lebih unggul dibandingkan para pemain muda-muda, terutama dalam pemilihan strategi. Greysia/Nitya juga masih bisa mengimbangi kecepatan mereka. 

Rekam Jejak Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari Sepanjang 2016: 

- Jerman Terbuka: semifinal
- All England: babak pertama
- India Terbuka: semifinal
- Malaysia Terbuka: semifinal
- Singapura Terbuka: final
- Kejuaraan Asia: semifinal
- Indonesia Terbuka: babak kedua
- Australia Terbuka: final
- Olimpiade 2016: perempat final  
- Denmark Terbuka: semifinal
-Prancis Terbuka: perempat final
- China Terbuka: babak kedua

2 dari 5 halaman

Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari

Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari 

Nilai: 5 

Eng Hian memberikan rapor merah untuk Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari. Dia menilai penampilan ganda putri peringkat 15 dunia tersebut tak sesuai harapan.

"Saya menilai mereka stuck, tidak ada peningkatan. Untuk ganda yang sudah 4-5 tahun di Pelatnas harusnya bisa lebih daripada itu. Paling tidak tahun ini Della/Rosyita bisa masuk top 10. Saya beri nilai lima untuk mereka," kata Eng Hian. 

Eng Hian menilai Della/Rosyita secara teknik sebenarnya punya modal untuk menjadi ganda putri elite dunia. Namun, mereka dinilai tak punya kapasitas untuk menjadi pasangan yang sulit dikalahkan oleh lawan-lawan. Alhasil, mereka tertinggal dari ganda Korea maupun pemain muda China.

Apa yang membuat Della/Rosyita kurang berkembang? Menurut Eng Hian, keduanya tak punya cukup mental kompetitif dalam diri masing-masing.

"Ya, mental kompetitif mereka agak kurang. Mereka seharusnya punya mental untuk tak mau kalah. Rapor mereka merah, dan tahun depan kalau saya masih dipercaya sebagai pelatih, mereka harus bisa membuktikan. Kalau tidak bisa, ya harus meninggalkan pelatnas," ujar Eng Hian. 

Rekam Jejak Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari sepajang 2016 

- Syed Modi International Championshop: babak pertama
- All England: babak kedua
- Singapura Terbuka: perempat final
- China Masters: semifinal
- Kejuaraan Asia: babak kedua
- Indonesia Terbuka: babak pertama
- Australia Terbuka: babak pertama
- Taiwan Terbuka: babak kedua
- Vietnam Terbuka: juara
- Indonesia Masters: semifinal
- Denmark Terbuka: babak pertama
- Prancis Terbuka: perempat final
- China Terbuka: babak kedua
- Hong Kong Terbuka: babak kedua
- Makau Terbuka: babak kedua 

3 dari 5 halaman

Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani

Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani 

Nilai: 6 

Performa Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani dinilai Eng Hian, hampir sama dengan Della/Rosyita. Sang pelatih menyebut kedua pasangan tersebut tak tampil luar biasa. Namun, di mata Eng Hian, Anggia/Ni Ketut masih lebih konsisten dibanding Della/Rosyita. 

"Bedanya Anggia/Ni Ketut ini kalau kalah biasanya dari ganda yang peringkatnya jauh di atas mereka, tapi kalau melawan rival yang di bawah mereka jarang kalah. Kalau Della/Rosyita kadang bisa menang dari yang peringkat atas, tapi tahu-tahu kalah dari lawan yang jauh di bawah. Nilai mereka tahun ini hanya enam," beber Eng Hian. 

Eng Hian mengatakan Anggia/Ni Ketut seharusnya juga bisa menembus top 10 pada tahun ini, namun target tersebut masih jauh dari terealisasi. Bahkan pasangan ini malah sering terhenti langkahnya pada babak pertama atau kedua.

"Masalahnya Anggia/Ni Ketut sama dengan Della/Rosyita, pada mental kompetitif. Sebagai perbandingan bisa dilihat Nitya. Walaupun tahun ini direcoki cedera, dia tetap bertahan mencoba memberikan yang terbaik. Itu yang terlihat pada dua pasangan ini. Padahal secara teknis, Anggia/Ni Ketut juga memadai. Tapi kondisi fisik Anggia memang kurang ideal, terlalu langsing, harus ditambah sekitar 5 kg lagi," kata Eng Hian.

Eng Hian juga memberikan peringatan untuk Anggia/Ni Ketut. Jika tak bisa memperbaiki performa, keduanya bisa terancam dicoret dari pelatnas pada tahun depan.  

Rekam Jejak Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani Sepanjang 2016: 

- Malaysia Masters: babak pertama
- Syed Modi International Championship: babak kedua
- All England: babak kedua
- India Terbuka: babak kedua
- Malaysia Terbuka: babak kedua
- Kejuaraan Asia: babak kedua
- Indonesia Terbuka: babak perempat final
- Taiwan Terbuka: babak pertama
- Indonesia Masters: babak kedua
- Denmark Terbuka: babak kedua
- Prancis Terbuka: babak pertama
- China Terbuka: babak kedua
- Hong Kong Terbuka: babak kedua
- Makau Terbuka: final

4 dari 5 halaman

Tiara Rosalia Nuraidah/Rosyita Eka Putri Sari

Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta

Nilai: 7 

Grafik penampilan Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta sepanjang 2016 dinilai cukup bagus. Eng Hian mengatakan performa mereka cukup bagus pada paruh pertama 2016, namun setelah itu tak ada peningkatan. Menurut Eng Hian hal itu tak lepas dari target yang sempat dibebankan kepada Tiara/Rizki pada awal tahun. 

"Jadi pada awal tahun mereka saya kasih peringatan selama 6 bulan, harus bisa memenuhi target-target yang saya patok. Ternyata, 80 persen dari target itu bisa dipenuhi. Tapi setelah saya agak mengendur soal target, mereka juga ikut mengendur," ujar Eng Hian. 

Eng Hian menilai Tiara/Rizki harus masuh terus dilecut. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperbaiki, salah satunya Rizki yang tingkat unforced error alias kesalahanan sendirinya cukup tinggi. 

"Yang penting mereka harus bisa konsentrasi dan lebih fokus, supaya bisa menebus top 10. Saya rasa untuk Tiara/Rizki masih bisa diperbaiki," kata Eng Hian. 

Rekam Jejak Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta Sepanjang 2016: 

- Thailand Masters: babak kedua
- Selandia Baru Terbuka: babak kedua
- Singapura Terbuka: babak kedua
- China Masters: perempat final
- Indonesia Terbuka: perempat final
- Taiwan Terbuka: perempat final
- Vietnam Terbuka: final
- Indonesia Masters: semifinal
- Prancis Terbuka: babak pertama
- Bitburger Badminton Open: semifinal
- Hong Kong Terbuka: babak pertama
- Makau Terbuka: babak pertama 

0 Komentar

Belum ada komentar

    Video Populer

    Foto Populer