Sukses

Kevin / Marcus, All England, dan Totalitas Suporter Indonesia

Bola.com, Birmingham - Suporter Indonesia dikenal selalu total saat mendukung para pebulutangkis Tim Merah Putih berjuang jatuh bangun di lapangan. Hal itu kembali dibuktikan saat ratusan suporter Indonesia menjadi saksi keberhasilan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjuarai turnamen prestisius All England 2017 di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (12/3/2017). 

Saat Kevin/Marcus berjibaku di lapangan pada partai final melawan ganda China, Li Junhui/Liu Yuchen, nyanyian dan yel-yel suporter Indonesia tak henti terdengar bergemuruh dari tribune penonton. Tribune semakin berwarna dengan beberapa Bendera Merah Putih yang dibawa pada suporter Indonesia. Aksi atraktif tersebut sangat menarik perhatian sehingga kamera televisi berulang kali menyorot tribune yang ditempati suporter Indonesia. 

Salah satu suporter Indonesia yang hadir di Barclaycard Arena pada partai final, Janu Muhammad, mengatakan pengalaman mendukung perjuangan Kevin/Marcus hingga menjadi kampiun All England benar-benar menjadi momen tak terlupakan. Dia menyebut ada sekitar 100 orang warga negara Indonesia, yang mayoritas pelajar, datang ke Barclaycard Arena saat partai final All England. Mereka bukan hanya berasal dari Birmingham, tapi juga dari Manchester, London, Cardiff, hingga Glasgow (Skotlandia). 

"Seru banget. Saya sangat beruntung sekolah di sini dan bisa mendukung atlet Indonesia di All England. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi pelajar di sini untuk menumbuhkan nasionalisme lewat nonbar (nonton bareng All England)," kata Janu saat dihubungi Bola.com melalui Whatsapp Call.

"Untuk acara nonbar di Barclaycard Arena terlaksana berkat kerja sama PPI-MIB dengan PPI United Kingdom serta KBRI London," sambung Janu. 

Salah satu suporter Indonesia, Janu Muhammad, berfoto bersama juara All England 2017, Marcus Fernaldi Gideon. (Istimewa/Janu Muhammad)

Janu menguraikan suporter suporter Indonesia di final kalah banyak dibandingkan pada semifinal. Saat babak empat besar, ada sekitar 200 orang yang datang ke venue pertandingan untuk mendukung Kevin/Marcus kala menghadapi ganda Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Namun, tetap saja para fans Tim Merah Putih mampu menciptakan kehebohan di tribune penonton saat partai final.

Menurut Janu, aksi atraktif suporter Indonesia yang berkumpul di blok 9 tribune di Barclaycard Arena juga tak membuat penonton lain terganggu. "Mereka malah menirukan yel-yel kami. Sebenarnya suporter China jumlahnya lebih banyak, tapi persatuan suporter Indonesia sangat kuat dan kompak," kata mahasiswa program S2 di Universitas Birmingham jurusan MSc Research in Human Geography tersebut. 

Janu yang merupakan Ketua Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia Birmingham (PPI-MIB) tersebut menyatakan selain merasakan atmosfer magis di Barclaycard Arena, para suporter Indonesia di Inggris juga mendapat tambahan pengalaman istimewa. Mereka mendapat undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London untuk makan malam bersama para pebulutangkis Indonesia di China Town, Birmingham, sehari sebelum final. Tim Merah Putih pun datang dengan skuat lengkap. 

"Semua pemain hadir, termasuk Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Itu benar-benar pengalaman tak terlupakan," kata pria berusia 24 tahun tersebut.

Para suporter Indonesia berfoto bersama setelah mendukung perjuangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada final All England 2017 di Barclaycard Arena, Birmingham, Minggu (12/3/2017). (Istimewa/Rachmad Adi Riyanto)

Pengalaman tak kalah mengesankan juga dirasakan suporter Indonesia lainnya, Sarah Rahmani Putri Hendri. Mahasiswi program S1 Chemical Engineering di Universitas Birmingham berusia 20 tahun tersebut mengaku sangat senang bisa merasakan secara langsung euforia keberhasilan Kevin/Marcus merengkuh titel All England 2017. Dia mengaku suaranya sampai habis karena terus bernyanyi dan menyuarakan yel-yel sepanjang pertandingan. 

"Rasa nasionalisme sangat terasa kalau memberi dukungan seperti ini. Kalau suporter Indonesia kumpul pasti heboh," kata Sarah yang mengaku baru tahun ini menyaksikan All England di Barclaycard Arena.

Suporter Indonesia, Sarah Rahmani Putri Hendri (kiri) berfoto dengan Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, di Birmingham, Inggris, Minggu (12/3/2017). (Istimewa/Sarah Rahmani Putri Hendri)

Perempuan berdarah Padang asal Bandung, Jawa Barat, ini juga menceritakan kesan para penonton lain saat melihat kehebohan para suporter Indonesia.

"Kata suporter negara lain, kami paling berisik. Terus saat bernyanyi lagunya juga ganti-ganti. Saat penyerahan medali kami ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Rasanya jelas senang sekali," urai Sarah,  yang merogoh kocek senilai 35 poundsterling untuk menyaksikan laga final Kevin/Marcus kontra Li/Liu. 

Dukungan total para suporter Indonesia mendapat apresiasi khusus dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon selepas laga final yang dimenangi dengan skor 21-19, 21-14 tersebut.  Mereka mengucapkan terima kasih karena dukungan tanpa henti dari suporter di tribune menjadi suntikan motivasi tersendiri. Bahkan, Kevin merasa seperti bermain di Indonesia karena yel-yel suporter Indonesia sangat membahana di Barclaycard Arena.  "Suporter di sini sangat membantu. Terima kasih atas dukungannya," kata Kevin selepas partai final All England 2017.  

 

 

 

6 Komentar

Video Populer

Foto Populer