Sukses

Konflik di All England 2013 Lecut Kebangkitan Marcus Gideon

Bola.com, Jakarta - Pebulutangkis Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, sempat mengalami masa sulit di dalam kariernya usai memutuskan keluar dari pelatnas sebagai sikap protes kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) yang tidak mengikutsertakannya pada ajang All England 2013. Dituturkan sang ayah, Kurnia Hu, Marcus menjadikan konflik dengan PBSI tersebut sebagai motivasi untuk pembuktian diri.

"Setelah konflik dengan PBSI pada 2013, Marcus memang sempat down, tapi dia tidak kehilangan semangat bertanding," ujar Kurnia kepada Bola.com, Rabu (15/3/2017).

"Kejadian itu justru menjadikan Marcus lebih semangat berlatih. Dia ingin membuktikan diri kepada PBSI keputusan mereka tidak mengikutsertakannya itu salah," sambungnya.

Marcus sempat kecewa dengan keputusan PBSI yang tidak mengikutsertakan dirinya dengan pasangannya saat itu Agripinna Prima Rahmanto Putra untuk bertanding di All England 2013. Marcus/Agri yang saat itu menempati urutan 28 dunia justru tidak dilirk PBSI dan lebih memilih menurunkan Muhammad Ulinnuha/Ricky Karanda Suwardi yang peringkatnya berada di bawah mereka.

Setelah memutuskan keluar, Marcus memilih jalur profesional dan berpartner dengan peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido. Prestasi Marcus dengan Kido langsung melesat cepat dengan menjadi juara pada ajang Prancis Open Super Series 2013 dan Indonesia Masters Grand Prix Gold 2014.

Capaian itu akhirnya membuat PBSI menawarkan Marcus kembali ke pelatnas untuk dipasangkan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Menurut Kurnia Hu, tawaran itu diterima Marcus sebagai momentum untuk bangkit kembali dan membuktikan diri kepada PBSI.

"Keputusan untuk kembali ke pelatnas sudah dipikirkan Marcus dengan sangat matang saat itu. Dia memiliki tekad besar untuk menunjukkan kemampuannya dan hal itu sudah terbukti saat ini," tutup Kurnia.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada akhirnya bisa menjuarai All England 2017 setelah mengalahkan wakil China, Li Junhui/Liu Yuchen, dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14, di Barclays of Arena, Birmingham, Minggu (12/3/2017). Kemenangan ini sekaligus menambah koleksi gelar superseries Marcus/Kevin mereka menjadi empat setelah kejuaraan China Terbuka 2016, Australia Terbuka 2016, dan India Terbuka 2016.

0 Komentar

Belum ada komentar

    Video Populer

    Foto Populer