Sukses

Marc Marquez adalah pembalap motor dunia kelas MotoGP

Informasi Pribadi

  • Nama lengkapMarc Marquez Alenta
  • JabatanAtlet Balap
  • Tempat LahirCerveral, Lleida, Spanyol
  • Tanggal Lahir17 Februari 1993
  • KebangsaanSpanyol
  • KlubRepsol Honda
  • Tinggi168

Ajang Balap

  • 2008-2010125cc
  • 2011-2012Moto2
  • 2013-sekarangMotoGP

    Marc Marquez lahir pada tanggal 17 Februari 1993 di Cervera, Spanyol. Pembalap muda berbakat ini mengawali karirnya sebagai pembalap 125cc pada tahun 2008 saat berumur 15 tahun. Anak dari Julia Marquez dan Roser Aleta ini memiliki karir balap yang baik sampai pada saat ini ia bisa sampai di ajang MotoGP dan nama Marquez sendiri adalah pembalap yang diperhitungkan.

    Pada debutnya dalam laga MotoGP, nama Marquez dicatat sebagai pembalap termuda Spanyol pertama yang naik podium. Marquez mengulangi kemenangannya pada tahun berikutnya dengan kembali naik podium pada tahun 2014.

    Selalu Mendapat Poin, Marquez Dipuji Honda Repsol

    Pujian untuk Marc Marquez kembali datang dari timnya sendiri. Marquez dianggap pembalap cerdas karena berhasil membuktikan siapa dirinya dalam laga MotoGP 2016, ia dinilai selalu membawa poin dalam setiap aksinya.

    Pria asal Spanyol ini sementara menduduki peringkat satu dalam MotoGP 2016. Marquez sudah mengantongi 170 poin pada musim ini meninggalkan salah satu rivalnya Lorenzo dengan perbadaan 48 poin.

    Memilih Liburan di Pantai

    Selagi menunggu laga di Sirkuit Red Bull Ring, Austria pada 14 Agustus mendatang, Marquez memilih pantai sebagai destinasi liburannya. Melihat sosial medianya, Marquez sedang berjemur di salah satu pantai di Spanyol. Hal tersebut berbeda dengan apa yang musuhnya lakukan, Rossi lebih memilih berlatih di trek pasir.

    Kejuaraan dunia 125cc

    Marc Marquez membuat debutnya di kejuaraan pada tanggal 13 April 2008 kelas 125cc, di GP Portugal 2008 pada usia 15 tahun 56 hari. Dia adalah pembalap termuda spanyol yang berhasil merebut posisi pole dan podium di ajang kejuaraan MotoGP.

    Márquez memperoleh podium pertamanya tanggal 22 Juni 2008 di GP Inggris 2008 pada usia 15 tahun 127 hari. Pada 2009, dia adalah pembalap pabrikan KTM dan di GP Perancis 2009, dia memperoleh posisi pole pertamanya pada usia 16 tahun 89 hari. dia juga meraih pole di GP Spanyol 2010 tetapi dia terkena musibah pada lap pertama ketika pipa knalpotnya jatuh dan berada di bawah ban belakang, yang menyebabkan Márquez mengalami kecelakaan berat dan mencederai bahunya.Kemenangan pertamanya diraih pada tanggal 6 Juni 2010 di GP Italia 2010. Kemenangan selanjutnya terjadi di GP Inggris 2010 , GP Belanda 2010 dan GP Catalan 2010 yang menjadikan Márquez sebagai pembalap termuda yang memenangkan empat balapan berturut-turut. Kemenangan kelimanya diraih di GP Jerman 2010 dan menjadi kemenangan Derbi yang ke-100 di kejuaraan MotoGP. Márquez menjadi pembalap pertama sejak Valentino Rossi di 1997 yang memenangkan 5 balapan berturut-turut di balapan 125cc.

    Empat kemenangan berturut-turut dari GP Jepang 2010 sampai GP Portugal 2010 telah menempatkan Márquez memimpin dengan 17 poin di atas Nicolas Terol dengan hanya satu seri yang tersisa. Di GP Portugal 2010 , bendera merah berkibar di balapan karena hujan,sebelum bendera berkibar Márquez berada diposisi kedua di bawah Terol. Ketika kembali ke grid untuk balapan kedua, Márquez terjatuh pada lap pemanasan dan harus kembali ke pit. Dengan perbaikan, Márquez memulai start di belakang setelah tidak berhasil keluar dari pit lane sebelum lima menit menjelang start. Meskipun demikian, Márquez berusaha bangkit sejak start dan berhasil memenangkan perlombaan. Dengan demikian márquez memperpanjang keunggulannya sebelum seri terakhir di Valencia. Kemenangan kesepuluhnya pada musim 2010 membuatnya menyamai rekor yang dibuat oleh Valentino Rossi pada tahun 1997. Marquez berada pada posisi keempat di balapan terakhir GP Valencia 2010 dan menjadikannya juara dunia termuda kedua setelah Loris Capirossi.


    Kejuaraan dunia kelas Moto2
    Márquez pindah ke kelas Moto2 pada tahun 2011 sebagai pembalap tunggal dari tim baru Monlau Competición, yang dikelola oleh manager pribadinya sendiri Emilio Alzamora.Márquez memulai musim 2011 dengan sepasang kecelakaan GP Qatar 2011 dan GP Spanyol 2011, setelah berbenturan dengan Jules Cluzel.Dia finis di posisi 21 di GP Portugal 2011, sebelum meraih kemenangan perdana kela Moto2 di GP Perancis 2011. Di seri kandangnya ,GP Catalunya 2011, Márquez finis kedua di belakang Stefan Bradl, sebelum terjatuh di GP Inggris 2011, start dari Pole Position pertamanya di Moto2. dengan Bradl meraih kemenangan keempatnya, Márquez mengutitnya dengan poin 82.Di GP Jepang 2011, Márquez meraih pole position ketujuhnya di musim itu tetapi berhasil dikalahkan oleh Andrea Iannone pada lomba.Di GP Australia 2011 Marquez mengalami insiden dengan menabrak Ratthapark Wilairot sehingga ia kena penalti tambahan 1 menit dari catatan waktu tercepatnya pada sesi kualifikasi.Akan tetapi, ia berhasil meraih podium ketiga walaupun harus kehilangan posisi pimpinan klasemen oleh Bradl.Marquez harus merelakan gelar juara dunia jatuh ketangan Bradl setelah tidak mengikuti dua seri terakhir karena mengalami masalah penglihatan.Pada musim 2012,Marquez dipastikan bertahan di kelas Moto2. Marquez berhasil meraih gelar juara dunianya pada musim 2012 setelah berhasil mendominasi dimusim itu.

    MotoGP
    Di 2013 Ia dipastikan akan membela tim Repsol Honda bersama Dani Pedrosa untuk tahun 2013 hingga 2015 dengan perpanjangan opsi kontrak 2016 menggantikan Casey Stoner yang pensiun di akhir musim 2012. Pada tahun pertamanya di MotoGP, Márquez telah memenangkan 6 perlombaan, 6 kali podium kedua, dan 4 kali podium ketiga cukup untuk dirinya menjadi juara dunia di tahun 2013. Pada tahun 2014, kehebatan Márquez terbukti dengan memenangkan 13 dari 18 balapan, serta dengan 13 Pole position. Dengan kemenangan itu, Márquez dapat mengunci gelar juara dunianya di sirkuit Motegi, Jepang. Sayangnya Márquez tidak dapat mempertahankan gelar juara dunianya pada tahun 2015. Dia hanya dapat memenangkan 5 perlombaan, dan 6 kali gagal finish akibat terjatuh. Pada tahun 2016, ia mengubah gaya balapnya. Dan terbukti, konsistensinya dapat membawa Márquez meraih gelar juara dunianya yang ketiga. Dengan memenangkan 5 balapan, 3 kali podium kedua, dan 3 kali podium ketiga, Márquez dapat mengunci gelar juara dunianya di sirkuit Motegi, Jepang, dan sekaligus karena duo Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo terjatuh yang membuat Márquez terbantu meraih titel ke-limanya di semua kelas.