Premier League 2015, Anomali Chelsea dan Leicester

BolaCom | Vitalis Yogi TrisnaDiterbitkan 25 Desember 2015, 12:15 WIB
Banyak kejadian menarik terjadi di Premier League tahun ini. Mulai dari naik turun prestasi Chelsea, kepergian Jose Mourinho dan kedatangan Jurgen Klopp hingga fenomena Leicester mewarnai kerasnya tahun 2015. (AFP/Glyn Kirk)
Manchester United akhirnya berhasil kembali ke Liga Champions. Setan Merah berada pada posisi empat klasemen akhir Premier League musim 2014/2015. (AFP/Oli Scarff)
Chelsea sukses meraih gelar juara Premier League kelimanya pada musim 2014/2015. Tim asuhan Jose Mourinho berhasil unggul delapan angka dari Manchester City diperingkat kedua. (AFP/Justin Tallis)
Gelandang kreatif Chelsea, Eden Hazard berhasil menjadi pemain terbaik Premier League musim 2014/2015. Namun sayang pada musim ini penampilannya menurun. (AFP/Ben Stansall)
Penyerang Manchester City asal Argentina, Sergio Aguero berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris muism 2014/2015. Pemain berusia 27 tahun itu sukses mencetak 26 gol dari 33 pertandingan. (AFP/Paul Ellis)
Arsenal berhasil mengawali musim 2015/2016 dengan manis usai meraih gelar Community Shield. Dimana pada lag itu The Gunners berhasil menaklukan Chelsea 1-0. (AFP/Ian Kington)
Jurgen Klopp resmi ditunjuk Liverpool sebagai pelatih menggantikan Brendan Rodgers. Pelatih asal Jerman yang pernah sukses bersama Dortmund itu diyakini publik bisa mengangkat prestasi dari The Reds. (AFP/Paul Ellis)
Baru saja membawa Chelsea meraih gelar juara Premier League pada Mei, Mourinho harus dipecat pada bulan Desember. Pemecatan itu terjadi akibat buruknya performa Chelsea musim ini. (AFP/Ben Stansall)
Striker Leicester, Jamie Vardy sukses mengukir prestasi dengan memecahkan rekor Ruud Van Nistelrooy. Pesepak bola Inggris itu berhasil mencetak 11 gol secara beruntun dalam 11 pertandingan. (AFP/Oli Scarff)
Sang juara bertahan Chelsea harus terpuruk di posisi 15 klasemen sementara Liga Inggris. Dari 17 pertandingan The Blues sudah menelan kekalahan sebanyak sembilan kali. (AFP/Justin Tallis)
Tak ada yang menyangka jika Leicester akan mampu menjadi pimpinan klasemen Premier League hingga pekan ke-17. Klub asuhan Claudio Ranieri itu berhasil membukukan 11 kemenangan dari 17 laga. (AFP/Paul Ellis)

Berita Terkait