Kemegahan GBLA dan Perjuangan Bobotoh Persib Menembus Lokasi

oleh Nandang Permana diperbarui 19 Jun 2016, 09:00 WIB
Stadion Gelora Bandung Lautan Api tampak dari jauh, di sekitar masih dikelilingi sawah dan sungai. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Bandung - Ratusan bobotoh yang menonton pertandingan Persib Bandung kontra Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (18/6/2016), harus berjuang keras agar bisa sampai ke lokasi. 

Stadion GBLA menjadi primadona baru di kalangan bobotoh. Stadion bertaraf internasional itu memiliki rumput yang empuk. Hampir semua pemain merasakan nyaman.

Fasilitas stadion tak kalah mewah. Ada 38.000 tempat duduk knock down, ruang ganti pemain yang luas dan dilengkapi toliet dan shower untuk mandi air hangat, lalu a-board menggunakan LED serta lampu penerangan 180 lux.

Namun, akses lokasi menuju GBLA masih tergolong sulit. Bola.com menyaksikan ratusan bobotoh yang datang wilayah sekitar Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Sumedang, Garut, dan Ciamis harus bersusah payah mencapai lokasi Stadion GBLA. Mereka harus mencari cara menyeberangi sungai untuk sampai ke GBLA.

Bobotoh yang datang ke Stadion GBLA melalui pemukiman penduduk yakni sebuah komplek perumahan, harus berputar-putar dulu mencari jalan. Namun, hal itu tak berhasil mengingat perumahan itu dipisahkan sebuah sungai yang diperkirakan mempunyai kedalaman lima meter dan berarus kuat karena wilayah Bandung dan sekitarnya sedang diguyur hujan.

Tak ingin momen nonton langsung di stadion terbuang percuma, bobotoh pun memarkir kendaraan roda dua di pinggiran sungai.

Setelah memarkir kendaraan, dengan berjalan kaki mereka mencari jembatan penyeberangan. Malang, jembatan yang dicari tidak ada, padahal satu hari sebelumnya ada satu jembatan penghubung yang bisa dilalui kendaraan bermotor.

Advertisement

Nasib baik masih menyertai ratusan bobotoh itu. Mereka mendapati dua buah besi yang melintang di atas sungai. Mereka pun serentak mengantre untuk melintas dengan hati-hati. 

Waktu terus berjalan, kick-off pertandingan semakin mendekat. Bobotoh yang terus berdatangan mulai gelisah karena masih belum bisa menyeberangi sungai. Tak putus asa, puluhan bobotoh yang berada di antrean paling belakang mulai mencari akal lain.

Mereka mencari segala benda yang bisa dijadikan jembatan dadakan agar mereka bisa menyeberang. Lagi, Tuhan masih memberikan bantuan untuk bobotoh yang belum bisa melintas.

Bobotoh Persib Bandung menyeberangi sungai untuk menembus lokas Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Puluhan bobotoh melihat tumpukan bambu yang berada dipinggir sungai. Tak menunggu lama, satu persatu bambu itu dirapikan melintang mengapai sisi seberang sungai itu.

Delapan hingga 10 bambu pun tersusun rapi, satu orang bobotoh memulai petualangan berjalan di atas bambu yang sudah mulai rapuh dan licin. 

"Terpaksa kami membuat jembatan dadakan. Kalau tidak begini, mungkin kita tidak akan bisa sampai ke stadion padahal tiket sudah dibeli, dan saya bukan asli sini. Jadi, sayang kalau harus pulang lagi," kata Randi Setiawan bobotoh asal Cimahi.

Lepas dari hadangan pertama, bobotoh tak begitu saja bisa langsung masuk stadion. Karena penerangan yang terbilang minim di sekitar stadion yang masih dalam tahap penyelesaian itu, ratusan bobotoh pun kesulitan untuk mencari pintu masuk. 

"Semoga ke depannya, panitia penyelengara sering melakukan sosialisasi kepada bobotoh agar kejadian ini tak terulang lagi. Kami membeli tiket, otomatis kami ingin nyaman. Ini stadion baru, masih banyak bobotoh yang belum mengetahui akses jalan ke stadion ini," ujar Asep Setiawan, bobotoh asal Soreang.

Beruntung perjuangan berat bobotoh itu dibayar lunas Atep dkk. Pada laga pekan ketujuh Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo, Maung Bandung sukses meraih kemenangan setelah Atep dan Robertino Pugliara berhasil membobol gawang Shahar Ginanjar.

Sponsored by :