Ironi Tumpukan Sampah dan Bau Pasca Kemenangan Timnas Indonesia

oleh Ario Yosia diperbarui 04 Des 2016, 14:00 WIB
Salah satu petugas kebersihan di Stadion Pakansari membersihkan botol mineral yang disita panpel pertandingan semifinal Piala AFF 2016, Indonesia Vs Vietnam. (Bola.com/Benediktus Gerendo)

Bola.com, Bogor - Timnas Indonesia sukses memenangi duel semifinal leg pertama Piala AFF 2016 melawan Vietnam dengan skor 2-1 pada Sabtu (3/12/2016). Sayang, sukses ini tak dibarengi perilaku elok suporter Tim Merah-Putih.

Tumpukan sampah menyebar di berbagai area Stadion Pakansari seusai pertandingan. Padahal, sebelum duel berlangsung venue olahraga yang baru diresmikan pada 2014 untuk keperluan penyelenggaraan PON Jawa Barat 2016, tampak kinclong.

Advertisement

Sejak resmi beroperasi, stadion yang satu ini tak pernah menggelar pertandingan kelas internasional. Stadion Pakansari hanya dipakai klub PS TNI dan Persikabo Bogor sebagai homebase mereka di pentas kompetisi.

PS TNI, yang notabene klub pendatang baru di pentas kompetisi kasta elite tidak memiliki basis pendukung berlimpah. Paling banter hanya ratusan orang yang datang menonton pertandingan yang dibela salah satu pilar lini belakang Timnas Indonesia, Manahati Lestusen, tersebut.

Pertandingan PS TNI baru ramai kalau mereka bersua melawan tim-tim elite macam Persib Bandung, Arema Cronus, serta Persija Jakarta.

Sementara itu, Persikabo jumlah fans fanatiknya relatif lebih banyak. Namun, saat klub itu bertanding di kompetisi kasta kedua, rata-rata penonton yang memberi dukungan di stadion hanya kisaran 10-15 ribu orang.

Kehadiran 30 ribu orang pada Sabtu (3/12/2016) untuk menyaksikan duel Tim Merah-Putih kontra Vietnam menjadi sebuah rekor. Area sekitar Cibinong macet total mulai dari siang hingga sore hari jelang pertandingan prestisius tersebut.

Suporter datang berasal dari berbagai daerah. Mulai dari area Bogor, Jakarta, hingga luar pulau Jawa. Sayangnya, kehadiran mereka yang menjadi penambah semangat penggawa Tim Merah-Putih tidak dibarengi dengan perilaku tertib dalam hal menjaga kebersihan.

Area Stadion Pakansari mendadak dekil, sampah berserakan di mana-mana. Banyak suporter asyik membuang sampah di berbagai tempat.

Sistem penjagaan ketat yang dilakukan oleh panpel pertandingan membuat situasi kian semakin parah. Botol minuman sitaan aparat berserakan di area pintu masuk stadion.

"Kami menghindari kemungkinan penonton menggunakan botol air mineral untuk menimpuk tim lawan. Lagipula ada Presiden RI, Joko Widodo, nonton pertandingan, keamanan otomatis harus ekstraketat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ungkap Nugroho Setiawan, Security Officer duel semifinal Piala AFF asal PSSI.

2 dari 2 halaman

Musollah Jadi Toilet Dadakan

Suporter Timnas Indonesia menyalakan flare saat mendukung Timnas Indonesia saat melawan Vietnam pada laga AFF Cup 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, (03/12/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Yang mengenaskan toilet stadion yang tadinya kinclong mendadak kotor oleh lumpur. Area Cibinong dua hari terakhir hujan deras. Penonton membawa sisaan lumpur di kakinya saat datang dari area parkir stadion yang belum dilapisi konblock.

Tak hanya itu saja yang parah. Penonton asyik buang air kecil di sembarang tempat karena malas harus turun ke lantai bawah tribun mencari toilet. Sebuah mushollah di Gate XI mendadak jadi tempat buang air kecil suporter.

"Habis mau bagaimana lagi mas? Toilet jauh, sudah kebelet banget," ungkap salah satu suporter yang sempat ditegur oleh Bola.com saat kencing sembarangan di mushollah.

Bola.com melihat dua orang suporter Vietnam balik badan tidak jadi buang air kecil setelah melihat toilet yang penuh lumpur.

Bicara soal kebiasaan jorok sebagian masyarakat Indonesia, pelatih Tim Garuda, Alfred Riedl sempat melontarkan nyinyiran. "Saya melihat banyak di antara kalian tidak cuci tangan setelah buang air kecil. Oleh karena itu saya malas bersalaman, karena kalian jorok. Saya pilih tos kepalan tangan saja," ungkap arsitek asal Austria tersebut.

Kondisi yang terjadi di Stadion Pakansari, merupakan masalah klasik yang terjadi di Indonesia. Banyak venue olahraga berstandar internasional yang berdiri megah di berbagai daerah, hanya selang beberapa bulan dipakai mendadak jadi kumuh.

"Kotor di toilet duel pertandingan Indonesia Vs Vietnam yang terparah sepanjang saya bertugas sebagai pembersih kamar kecil," keluh petugas kebersihan stadion yang menolak menyebut nama.

Jika Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2016, besar kemungkinan Stadion Pakansari kembali dipakai sebagai kandang Boaz Solossa dkk. Antusiasme masyarakat luas bakal kembali tinggi untuk menyaksikan pertandingan home final pada Rabu (14/12/2016). Akankah tumpukan sampah disertai bau tak sedap bakal jadi pemandangan tidak mengenakkan?