Hansamu Yama, Penerus 4 Bek Tangguh Timnas Indonesia

oleh Tyo Harsono diperbarui 08 Mar 2018, 08:15 WIB
Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, mengontrol bola saat melawan Islandia pada laga persahabatan di SUGBK, Jakarta, Minggu (14/1/2018). Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Hansamu Yama merupakan satu di antara andalan lini belakang Indonesia. Kontribusinya membuat Hansamu menjadi langganan bermain sejak awal, di Timnas Indonesia maupun klubnya, Barito Putera.

Advertisement

Kemampuan Hansamu telah terbukti sejak masih di level junior. Pemain asal Mojokerto itu merupakan bagian dari timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 2013.

Menapak ke level senior, Hansamu mampu menarik perhatian pelatih sejak Alfred Riedl hingga Luis Milla. Sang bek sukses membantu Tim Merah Putih menjadi runner up Piala AFF 2016.

Meski punya posisi sebagai bek, tetapi Hansamu juga mampu memberi kontrobusi berupa gol. Sejak memperkuat Barito Putra pada 2014, bek berusia 23 tahun itu telah menyumbangkan tujuh gol.

Hansamu juga tajam ketika memperkuat timnas Indonesia. Dari sembilan pertandingan, Hansamu telah menyumbangkan tiga gol untuk skuat Garuda.

Apabila mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin Hansamu Yama mengikuti jejak bek-bek tangguh Timnas Indonesia di bawah ini:

 

2 dari 5 halaman

Robby Darwis

Legenda sepak bola Indonesia, Robby Darwis, saat menghadiri Anugerah Leganda Olahraga di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (13/12/2017). Sebanyak 286 atlet masing-masing mendapatkan 40 juta rupiah. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sebagai lulusan akademi sepak bola Persib Bandung, nama Robby Darwis menanjak ketika memperkuat Maung Bandung. Robby merupakan kapten Persib ketika menjuarai Liga Indonesia 1994.

Kemampuan Robby sebagai seorang bek cukup diakui pelaku sepak bola di Asia Tenggara. Pria yang kini berusia 53 tahun itu merupakan satu di antara pilar lini belakang timnas Indonesia dan sempat bermain di Malaysia bersama Kelantan FC.

 

3 dari 5 halaman

Bejo Sugiantoro

Bejo Sugiantoro, ayah dari pemain muda Persebaya, Rachmat Irianto. (Bola.com/Robby Firly)

Kemampuan Bejo Sugiantoro sebagai seorang bek telah diakui sejak masih berusia belia. Hal itu terbukti ketika Bejo terpilih mengikuti pemusatan latihan di PSSI Primavera bersama pemain-pemain muda terbaik Indonesia.

Beranjak ke karier bersama klub, Bejo menggapai puncak karier bersama Persebaya Surabaya. Selama memperkuat skuat Bajul Ijo, pria yang kini berusia 40 tahun itu menjuarai Liga Indonesia 1996-1997 dan 2004.

 

4 dari 5 halaman

Nur Alim

Nur Alim (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Ketika memperkuat Persija, Nur Alim menjadi simbol kedekatan pendukung dengan para pemain. Mantan bek yang akrab dengan sapaan Jabrik itu merupakan pilar di lini belakang Macan Kemayoran.

Jabrik sempat menjabat sebagai kapten Persija sebelum kedatangan Budiman. Pria asal Bekasi itu sukses membantu Macan Kemayoran menjuarai Liga Indonesia 2001.

 

5 dari 5 halaman

Maman Abdurrahman

Pemain Persija Jakarta, Maman Abdurahman saat melawan Tampines Rovers pada laga Piala AFC 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta (28/2/2018). Persija menang 4-1. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Masih bermain di kasta tertinggi meski telah berusia senja menjadi bukti kemampuan Maman Abdurrahman mengawal lini belakang. Menjelang pensiun, pria asal Jakarta itu memperkuat kesebelasan kota kelahirannya, Persija Jakarta.

Sepanjang kariernya, Maman sempat memperkuat kesebelasan-kesebelasan top Indonesia seperti Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Bek berusia 25 tahun itu mencatatkan 27 penampilan bersama timnas Indonesia.

Berita Terkait