Piala Indonesia: Panpel Arema Buat 4 Keputusan Jelang Menjamu Persib

oleh Iwan Setiawan diperbarui 20 Feb 2019, 05:45 WIB
Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, melepas spanduk yang dipasang di pagar tribune ketika Arema uji coba melawan Timnas Indonesia U-22 (10/2/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Panpel Arema bersiap menyambut leg kedua 16 besar Piala Indonesia 2018 melawan Persib Bandung yang dimainkan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang Jumat (22/2/2019).

Mereka ingin membuat Aremania lebih nyaman menyaksikan duel sengit tersebut karena animo Aremania untuk datang terlihat tinggi. Hal itu bisa diukur dari antrean ticket box yang setiap hari terjadi di kantor manajemen Arema.

Advertisement

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, pada Selasa (19/2/2019), menggelar pertemuan dengan perwakilan Aremania. Ada empat keputusan yang diambil.

Pertama, melarang Aremania memasang spanduk di pagar tribune karena sudah banyak yang mengeluhkan, spanduk itu menghalangi pandangan ke lapangan.

"Sejak melawan Persib dan pertandingan selanjutnya, tidak ada lagi spanduk yang dipasang di pagar tribune karena itu menghalangi pandangan, terutama di bagian tribune berdiri," jelas Haris.

Sebelumnya, panpel hanya melarang spanduk yang ada di tribune bagian tengah, tetapi di tribune belakang gawang, tidak dilarang sehingga makin banyak Aremania yang memasang spanduknya di sana.

"Saat uji coba melawan Timnas Indonesia U-22 (10/2/2019), saya sendiri yang turun tangan untuk melepas spanduk itu karena memang menghalangi pandangan," ucapnya.

Untuk keputusan kedua, panpel mengimbau Aremania yang tak bertiket tidak masuk area Stadion Kanjuruhan. Panpel bekerja dengan pihak kepolisian akan menyisir Aremania yang tidak bertiket untuk dipulangkan.

Hal itu dilakukan demi menjaga kondusivitas di lapangan. Lagi-lagi ini belajar dari pengalaman uji coba melawan Timnas U-22. Aremania yang kehabisan tiket memaksa masuk dengan upaya mendobrak satu di antara pintu gerbang stadion.

 

2 dari 2 halaman

Pedagang Asongan

Yang ketiga, Aremania diimbau tidak membeli tiket di calo karena manajemen dan panpel sedang memerangi calo untuk membuat distribusi tiket lebih baik.

Selama ini masih banyak ditemui adanya calo yang menjual tiket di jalanan. Jika pertandingan besar, harga tiket naik tak wajar sehingga Aremania juga mengeluh.

"Kami anjurkan Aremania untuk membeli di ticket box jauh-jauh hari. Selain itu juga ada di korwil resmi," jelasnya.

Keputusan keempat berkaitan dengan pedagang asongan yang berjualan di dalam stadion. Panpel Arema menertibkan mereka agar tidak memakan tempat di tribune. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, barang dagangan mereka juga ikut memakan kapasitas stadion.

"Sekarang pedangan asongan ditempatkan di tribune berdiri paling atas. Mereka juga wajib bertiket, punya ID card dan mengenakan rompi khusus dari panpel," ujar Abdul Haris.

Berita Terkait