3 Alasan Manchester United Wajib Membajak David Neres dari Ajax

oleh Ario Yosia diperbarui 13 Apr 2019, 11:30 WIB
Pemain Ajax Amsterdam, David Neres, melakukan selebrasi usai membobol gawang Juventus pada laga Liga Champions di Stadion Johan Cruyff, Rabu (10/4). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Manchester United di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer sedang terjebak dalam periode buruk sejak melakukan comeback sensasional melawan PSG di babak 16 besar Liga Champions. Mereka hanya mencatat satu kemenangan dan menelan empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir mereka.

Setan Merah masih punya banyak masalah yang belum terpecahkan dari era Jose Mourinho, terutama di sisi sayap. Oleh karena itu, Solskjaer harus mendatangkan pemain sayap ofensif untuk memperkuat lini serang mereka pada musim depan.

Advertisement

United pasti akan masuk ke bursa transfer musim panas mendatang setelah menjalani musim yang mengecewakan. Salah satu pemain yang harus mereka pertimbangkan adalah David Neres.

Pemain asal Brasil itu telah tampil mengesankan bagi Ajax dalam dua musim terakhir. Dia menjadi pemain reguler di tim pada usia 22 tahun dan punya semua yang dibutuhkan untuk menjadi pemain sayap impian United.

Berikut ini tiga alasan mengapa Manchester United harus merekrut David Neres seperti dilansir Sportskeeda.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 dari 4 halaman

Produktif

David Neres jadi andalan Ajax menggedor pertahanan lawan sepanjang musim ini. (AFP/Jonathan Nackstrand)

Neres sudah membentuk kombinasi yang mematikan dengan superstar Ajax lainnya seperti Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, dan Dusan Tadic baik di pentas domestik maupun di Liga Champions. Dia sudah menjadi salah satu penyerang Ajax yang paling mematikan yang bisa dengan mudah menciptakan peluang serta mencetak gol.

Musim ini, Neres sudah terlibat langsung dalam 20 gol di pentas domestik dan Liga Champions dengan hanya 26 penampilan sebagai starter di semua kompetisi. Sementara itu, Juan Mata, Alexis Sanchez, dan Jesse Lingard kesulitan membuat kontribusi yang signifikan di lini serang United.

Akurasi passing dan jumlah operan kuncinya juga sangat bagus. Dia sudah menyelesaikan 84,6 persen dari passingnya dan rata-rata menciptakan lebih dari satu operan kunci per pertandingan di semua kompetisi. Karenanya, Neres pasti akan meningkatkan dan memperlancar serangan Manchester United.

3 dari 4 halaman

Sayap Serbabisa

David Neres, bisa bermain di banyak posisi sebagai penyerang. (AFP/Robin van Lonkhuijsen)

Solskjaer sering menolak memainkan pemain bertipe ofensif di sayap belakangan ini meski pemain sayap Manchester United tidak bisa diandalkan. Dia sering merotasi antara Juan Mata, Jesse Lingard, Anthony Martial, dan Alexis Sanchez tanpa menemukan solusi yang menjanjikan.

Manajer asal Norwegia itu bahkan memainkan Martial sebagai striker bersama Marcus Rashford dalam beberapa pertandingan. Neres adalah pemain sayap serba bisa yang bisa bermain di kedua sisi sayap dengan sama bagusnya, meskipun sebagian besar sering bermain di sisi kanan.

Neres sudah terlibat langsung dalam sejumlah gol yang signifikan ketika dimainkan di kedua sisi sayap. Oleh karena itu, dia akan bisa meringankan beban United di sektor sayap. Erik ten Hag bahkan memainkannya sebagai gelandang ofensif dan tengah dalam beberapa kesempatan, dengan hasil akhir positif.

4 dari 4 halaman

Investasi Jangka Panjang

Pemain Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech berebut bola dengan David Neres saat sesi latihan di Sports park De Toekomst, Belanda (9/4). Ajax akan bertanding melawan wakil Italia Juventus pada leg pertama babak perempatfinal Liga Champions di Johan Cruyff Arena. (AFP Photo/ANP/Robin van Lonkhuijsen)

Pemain asal Brasil itu tidak diragukan lagi adalah pemain yang paling menjanjikan di Ajax bersama Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong. Nilai pasar Neres menurut Transfermarkt adalah 28,8 juta pounds dan dia kemungkinan akan membuat Setan Merah mengeluarkan sekitar 30-45 juta pounds.

Produk akademi Sao Paulo itu sudah terbukti jika dibandingkan dengan bintang top Eredivisie lainnya seperti Steven Bergwijn karena pengalamannya di Liga Champions musim ini. Dia juga menjadi ancaman mematikan bagi tim-tim raksasa Eropa seperti Juventus dan Real Madrid.

Dia baru berusia 22 tahun dan punya banyak ruang untuk meningkat. Kecepatannya yang luar biasa dan energi mudanya akan membantu United meremajakan sayap kanannya.

Sumber: Bola.net

Berita Terkait