Madura United Tidak Mendapat Izin Keamanan untuk Menjamu Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 22 Apr 2019, 20:55 WIB
Bek kiri Madura United, Alfatah Faathier (kanan), berebut bola dengan Irfan Jaya dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Pamekasan - Madura United tidak mendapat izin untuk keamanan dari pihak kepolisan untuk menjamu Persebaya Surabaya dalam laga 8 besar Piala Indonesia 2018. Pertandingan leg kedua perempat final itu sedianya digelar di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Selasa (30/4/2019).

Manajemen Madura United telah menerima surat dari Polres Pamekasan yang ditujukan kepada Ketua Panpel terkait hal tersebut. Polres Pamekasan dijadwalkan bakal melakukan pengamanan dalam rekapitulasi hasil pileg dan pilpres tingkat kabupaten.

Advertisement

“Dengan ini dilaporkan kepada Ketua bahwa Polres Pamekasan dari tanggal 24 April s.d 4 Mei 2019 akan melaksanakan pengamanan perhitungan tingkat KPU Kab. Pamekasan."

"Dengan ini disampaikan kepada Ketua dimohon untuk pelaksanaan pertandingan sepak bola leg 2 babak 8 besar Piala Indonesia antara Madura United vs Persebaya Surabaya agar pelaksanaan ditunda sampai tahap penghitungan KPU tingkat kabupaten selesain,” demikian bunyi surat yang tertanggal 22 April 2019 itu.

Menanggapi hal itu, pihak manajemen Madura United tidak bisa berbuat banyak. Manajer Madura United, Haruna Soemitro, sudah melaporkan permasalahan ini kepada PSSI selaku operator Piala Indonesia 2018.

"Perijinan dari pihak pengamanan untuk pertandingan Madura United melawan Persebaya yang dijadwalkan pada 30 April tidak dikeluarkan dengan berbagai alasan yang kami sangat memahaminya,” ucap Haruna, Senin (22/4/2019).

“Kami sudah sampaikan kondisi ini ke PSSI dan kami berharap proses penjadwalan ulang akomodatif, dalam artian tidak memberatkan klub dalam menghadapi Ramadan dan kompetisi Liga 1,” imbuh mantan ketua Asprov Jawa Timur itu.

“Meskipun sebetulnya semua pihak harus menempatkan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Di tengah panasnya situasi akibat polarisasi pemilu bisa menempatkan tontonan sepak bola yang dapat merekatkan kembali persatuan nasional,” ujar Haruna.

PSSI masih belum memberi keputusan terkait penundaan pertandingan ini. Madura United juga menunggu kepastian jadwal pengganti babak perempat final turnamen yang sudah digelar sejak tahun lalu itu.

Berita Terkait