Emosional Melawan Barito Putera, Kekhilafan Andik Vermansah di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 25 Mei 2019, 15:45 WIB
Pemain Madura United, Andik Vernansah, bermain sebagai pemain pengganti dalam laga kontra klub kesayangannya, Persebaya Surabaya, di leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Banjarmasin - Andik Vermansah kehilangan ciri khas kalem ketika membela Madura United menghadapi Barito Putera pada pekan kedua Shopee Liga 1 2019 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Jumat (24/5/2019). Emosi gelandang berusia 27 tahun itu sempat meledak.

Semua berawal dari insiden di menit ke-28. Andik Vermansah melanggar pemain Barito Putera, Evan Dimas Darmono. Dari belakang, Artur Vieira mendorongnya. Keributan kecil sempat terjadi.

Advertisement

Reflek, Andik Vermansah mengarahkan tangannya ke wajah Artur. Bek asal Brasil itu terjatuh. Tanpa ampun, wasit mengganjar Andik dengan kartu kuning.

Tak lama setelah pertandingan tuntas, Andik mengaku khilaf. Mantan pemain Selangor FA ini hanya terbawa emosi sesaat.

"Pertandingan bertensi tinggi dan sedikit kurang puas atas kepemimpinan wasit, membuat saya kurang terkontrol emosi saya. Saya sangat menyesal dan gelisah sepanjang pertandingan kenapa saya bisa seperti itu," tulis Andik dalam akun Instagram pribadinya.

"Alhamdulillah saya sudah mohon maaf kepada wasit dan pemain pemain yang bersangkutan. Ini suatu pembelajaran saya kembali main di sini semoga ke depanya saya bisa menjadi lebih baik lagi," kata Andik.

Untungnya, Andik Vermansah menutup pertandingan tersebut dengan harum. Namanya tercatat di papan skor setelah membawa Madura United mengalahkan Barito Putera dengan skor tipis, 1-0.

Berita Terkait