Trent Alexander-Arnold Ungkap Sulitnya Membendung Marcus Rashford

oleh Ario Yosia diperbarui 02 Nov 2019, 14:00 WIB
Striker Manchester United (MU) Marcus Rashford mencetak gol ke gawang Liverpool pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (20/10/2019). Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Sebuah pengakuan dibuat oleh Trent Alexander-Arnold. Bek Liverpool itu mengakui bahwa Marcus Rashford adalah lawan terberat yang pernah ia hadapi sebagai seorang bek.

Duel pertama antara Rashford dan Alexander-Arnold itu terjadi di bulan Maret 2018 kemarin. Pada saat itu Jose Mourinho memasang sang striker sebagai pemain sayap kiri dan berduel melawan Alexander-Arnold.

Advertisement

Pada laga itu, Alexander-Arnold kewalahan menghadapi pemain asli Manchester itu. Alhasil Rashford berhasil mencetak dua gol di laga tersebut.

Alexander-Arnold mengakui bahwa pertandingan tersebut benar-benar menjadi laga tersulit yang pernah ia hadapi. "Pertandingan melawan Manchester United itu adalah pertandingan tersulit dalam aspek lawan yang pernah saya hadapi secara langsung," ujar Alexander-Arnold kepada The Athletic.

2 dari 3 halaman

Sempat Meremehkan

Bek kanan Liverpool Trent Alexander-Arnold menendang bola saat pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min berusaha menghalau tendangannya pada pekan ke-10 Liga Inggris musim 2019/20 di Anfield, Minggu (27/10/2019). Tertinggal di babak pertama, Liverpool menang 2-1. (AP/Jon Super)

Alexander-Arnold mengakui bahwa pada saat itu ia salah menilai Rashford sehingga ia jadi keteteran di laga itu.

"Saya bisa mengatakan saya meremehkannya pada saat itu. Namun pertandingan itu menjadi pembelajaran yang sangat bagus untuk saya."

"Pertandingan itu adalah pertandingan yang paling saya benci. Sebagai pemain Liverpool, itu adalah pertandingan terburuk kami, namun kami menggunakan pertandingan itu sebagai pelajaran."

3 dari 3 halaman

Merasa Tertampar

Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold, tampak lesu usai gagal meraih gelar juara Premier League di Stadion Anfield, Minggu (12/5). Liverpool menyudahi musim ini di peringkat kedua klasemen Premier League dengan nilai 97. (AP/Dave Thompson)

Alexander-Arnold juga mengatakan bahwa hal-hal buruk tersebut membuat ia termotivasi untuk belajar dan bekerja lebih keras.

"Pertandingan itu adalah sebuah tamparan bagi saya, karena saya benar-benar membenci hari-hari seperti itu. Anda pasti tidak mau mengalami seperti itu."

"Saya masih ingat betul kekecewaan saya pada hari itu dan kami akan mencoba untuk melakukan segala cara agar situasi ini tidak terulang di masa depan." ia menegaskan.

Pada pertemuan terakhir Manchester United vs Liverpool pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

Pada laga itu Marcus Rashford kembali membobol gawang Liverpool.

 

Sumber asli: The Athletic

Disadur dari: Bola.net (Serafin Unus Pasi, Published 01/11/2019)

Berita Terkait