Madura United Kalah dari Persipura, Rasiman Puji Jacksen Tiago

oleh Aditya Wany diperbarui 03 Nov 2019, 23:15 WIB
Para pemain Madura United tampak sedih setelah harus mengalami kekalahan 0-2 dari Persipura Jayapura dalam laga pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019 di Gelora Bangkalan, Minggu (3/11/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Madura United gagal memetik kemenangan dalam pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019. Mereka dipermalukan Persipura Jayapura dengan skor 0-2 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Minggu malam (3/11/2019).

Dua gol Persipura dicetak oleh gelandang Muhammad Tahir saat laga baru berjalan tiga menit dan striker Titus Bonai pada menit ke-74.

Advertisement

Gol pertama Persipura lahir karena kemelut di muka gawang. Sementara gol kedua merupakan hasil serangan balik cepat dengan memanfaatkan kelengahan lini belakang Madura United.

Pelatih Madura United, Rasiman, menanggap pengaruh Jacksen Tiago sebagai arsitek Persipura sangat berdampak. Jacksen masuk sebagai pelatih dengan debut mengalahkan Madura United 1-0 pada putaran pertama.

"Coach Jacksen telah melakukan banyak perubahan penting kepada Persipura. Kami adalah korban kehadirannya. Sampai sekarang, Persipura tetap konsisten di bawah kendalinya. Itu bukti kualitas coach Jacksen," imbuh Rasiman.

"Secara keseluruhan, Persipura bermain sangat disiplin dan itu menjadi kunci permainan mereka. Selamat untuk Persipura. Kami menguasai pertandingan tapi hasil kurang apik," tuturnya.

Hasil ini membuat Madura United gagal memangkas selisih poin dengan Bali United di puncak dengan 55 poin. Madura United masih di peringkat kedua dengan raihan 44 poin.

Video Pertandingan Madura United Vs Persipura

2 dari 2 halaman

Gol Cepat Bikin Madura United Ubah Permainan

Gelandang Persipura Jayapura, Muhammad Tahir, merayakan gol ke gawang Madura United pada laga pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (3/11/2019). Pada laga ini, Persipura menang 2-0 atas Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Rasiman langsung membuat perubahan karena Madura United kebobolan gol cepat. Dia mengubah permainan dengan gaya menyerang langsung, tanpa menunggu lawan hingga memasukkan playmaker Slamet Nurcahyo di awal babak kedua.

"Kami harus mengubah game plan karena gol cepat. Sulit buat kami mengembangkan permainan dalam kondisi pemain emosi. Sampai, saya harus memasukkan Slamet," ucap pelatih asal Banjarnegara itu

"Kami bermain lebih konservatif seperti biasa. Kami menguasai pertandingan, tapi momen counter attack Persipura membuat kami harus membayar mahal," imbuh Rasiman.

Berita Terkait