Timnas Indonesia U-22 Dianggap Underdog di SEA Games 2019, Witan Sulaeman Tak Gentar

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 18 Nov 2019, 22:15 WIB
Gelandang Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, merayakan gelar juara Piala AFF U-22 2019 setelah mengalahkan Thailand pada laga final di Stadion National Olympic, Phnom Penh, Selasa (26/2). Indonesia menang 2-1 atas Thailand. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman, tak mau ambil pusing perihal para rival, yang tak menganggap Tim Garuda Muda sebagai ancaman di SEA Games 2019. Witan malah menyebut hal itu membuat Garuda Muda termotivasi untuk memberikan penampilan terbaik.

Timnas Indonesia U-22 berada di Grup B SEA Games 2019. Pasukan asuhan pelatih Indra Sjafri itu akan menghadapi Thailand, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Laos.

Advertisement

Dalam beberapa kesempatan, kalangan pesaing tak ada satu pun yang menyebut Timnas Indonesia U-22 sebagai ancaman. Tim yang diprediksi melaju ke semifinal dari Grup B adalah Thailand dan Vietnam.

"Kalau menurut saya, biarkan dia mau bicara apa. Kami akan buktikan nanti di lapangan," kata Witan Sulaeman di Jakarta, Senin (18/11/2019).

"Hal itu justru menjadi motivasi tambahan. Kami akan buktikan di lapangan dan membuat mereka salah mengatakan itu," tegas Witan.

Timnas Indonesia U-22 memiliki beban berat pada SEA Games 2019. Egy Maulana Vikri dkk. diharapkan bisa menyudahi puasa medali emas ajang dua tahunan tersebut, yang kali terakhir diraih pada 1991 alias 28 tahun silam.

2 dari 2 halaman

Bisa Bersaing

Pemain Timnas Indonesia U-22 merayakan gol yang dicetak Egy Maulana Vikri ke gawang Timnas Iran U-23 pada laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (16/11). Indonesia menang 2-1 atas Iran. (Bola.com/Yoppy Renato)

Witan Sulaeman tak silau dengan lawan-lawan Timnas Indonesia U-22 yang menghuni Grup B SEA Games 2019. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, itu menganggap semua lawan bisa dikalahkan.

"Menurut saya, lawan pada grup B tidak ada yang mudah dan sulit semua, harus kami samakan. Sepak bola tidak ada yang tahu, terkadang tim yang dianggap lemah, bisa menang dari lawan yang dianggap kuat. Jadi, semua harus kami anggap sama," ujar Witan Sulaeman.

Berita Terkait