Superstar: Aaron Ramsey, Rambo dari Wales

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 22 Nov 2019, 11:45 WIB
Gelandang Timnas Wales, Aaron Ramsey mencetak gol ke gawang Hungaria pada laga Grup E Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Cardiff City Stadium, Selasa (19/11/2019). Ramsey jadi pahlawan usai dua golnya memastikan satu tempat untuk Wales di putaran final Piala Eropa 2020. (Nick Potts/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Wales akhirnya berhasil lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Brace dari Aaron Ramsey mengantarkan negara berlambang naga itu ke turnamen sepak bola prestisius se-Eropa tersebut.

Keberhasilan Timnas Wales meraih satu tiket langsung ke Piala Eropa 2020 dicapai dengan susah payah, bahkan bisa dibilang dramatis. Beruntung, Wales memiliki Aaron 'Rambo' Ramsey, gelandang elegan yang bermain di Juventus.

Advertisement

Sepanjang kualifikasi Piala Eropa 2020, laga pamungkas kontra Hungaria merupakan kali pertama buat Ramsey tampil sebagai starter. Kepercayaan itu dibayar tuntas oleh eks Arsenal tersebut lewat dua golnya.

Buat rakyat Wales, keberhasilan menembus Piala Eropa 2020 adalah momen penting. Sebab, tercatat baru dua kali Timnas Wales ikut bertarung di kompetisi sepak bola terbesar, yakni Piala Dunia 1958 dan Piala Eropa 2016.

Dibandingkan dengan negara-negara tetangganya seperti Inggris, Skotlandia, dan Republik Irlandia, Wales memang acap kali diremehkan. Pemain-pemain terkenalnya pun bisa dihitung jari, sebut saja Ryan Giggs, Wayne Hennessey, dan sang megabintang Gareth Bale.

Namun demikian, Aaron Ramsey keluar sebagai pahlawan keberhasilan Timnas Wales menembus putaran final Piala Eropa 2020. Berikut ini Bola.com merangkai kisah heroiknya serta perjalanan berat Wales selama kualifikasi.

 

2 dari 3 halaman

Right Man in the Right Time

Gelandang Timnas Wales, Aaron Ramsey berebut bola dengan bek Hungaria Botond Barath pada laga Grup E Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Cardiff City Stadium, Selasa (19/11/2019). Ramsey jadi pahlawan usai dua golnya memastikan satu tempat untuk Wales di putaran final Piala Eropa 2020. (Paul ELLIS/AFP)

Ada ketakutan yang muncul ketika kepastian lolos tidaknya Timnas Wales ditentukan pada laga kontra Hungaria. Sebab, Ramsey dkk. tumbang pada pertemuan pertama matchday ketiga Juni silam.

Nasib baik urung didapatkan Wales karena pada tiga laga pembuka, hanya tiga poin yang diraih anak asuh Ryan Giggs tersebut. Harapan untuk lolos ke Piala Eropa 2020 pun seakan memudar.

Akan tetapi, pasca kekalahan atas Hungaria, Wales berhasil menunjukkan taringnya dengan terhindar dari kekalahan. Sebagian orang mungkin menganggap Wales dinaungi keberuntungan, tapi bukannya dewi fortuna memegang peranan penting dalam sepak bola?

Dimulai pada kemenangan atas Azerbaijan 2-1, lalu dua hasil imbang kontra Slovakia dan Kroasia, Timnas Wales kembali mengalahkan Azerbaijan pada laga tandang. Alhasil, Wales harus menunggu hingga laga kontra Hungaria pada matchday terakhir.

Mungkin contoh 'comeback' terbaik adalah apa yang diperlihatkan Ramsey. Cedera panjang membuatnya baru sekali tampil buat Wales sepanjang kualifikasi Piala Eropa 2020, yakni saat mengalahkan Azerbaijan pada 16 November 2019, itu pun dilakoninya sebagai pemain pengganti kala masuk menggantikan Bale.

Nada optimisme muncul tatkala Ramsey dipastikan bugar dan bisa berduet dengan Bale pada laga pamungkas. Sebab statistik mencatat, Wales tak pernah tumbang saat keduanya bermain sejak kekalahan 0-2 atas Bosnia-Herzegovina 2015 silam.

Benar saja, chemistry Bale dan Ramsey di atas lapangan mampu memberikan kemenangan penting atas Hungaria. Wales pun mampu lolos ke Piala Eropa 2020 dengan status tim terakhir.

3 dari 3 halaman

The Unfinished Business: Hapus Rasa Penasaran

Pemain Timnas Wales Aaron Ramsey, Gareth Bale, dan Ethan Ampadu merayakan kemenangan atas Hungaria pada laga Grup E Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Cardiff City Stadium, Selasa (19/11/2019). Wales memastikan satu tempat di putaran final setelah mengalahkan Hungaria 2-0. (Nick Potts/PA via AP)

Ada unfinished business yang mesti diselesaikan oleh Aaron Ramsey di Piala Eropa. Pasalnya, gelandang yang akan berulang tahun yang ke-29 pada 26 Desember mendatang tidak tampil pada semifinal Piala Eropa 2016 lalu.

Saat itu, Wales harus mengubur impiannya lolos ke final Piala Eropa 2016 Prancis usai kalah dari Portugal. Ramsey tidak tampil pada laga tersebut karena akumulasi kartu.

"Saya sangat bangga dan senang bisa kembali lolos ke Piala Eropa. Momen terbaik Timnas Wales adalah Piala Eropa 2016 di Prancis, dan kami ingin mengulanginya lagi," ujar Ramsey.

Ramsey dan pemain-pemain lainnya mungkin terlalu percaya diri setelah mampu menembus semifinal Piala Eropa 2016. Akibatnya, pada Piala Dunia 2018, mereka gagal lolos.

Oleh karena itu, pada kompetisi Piala Eropa 2020 mendatang, Ramsey ingin menghapus rasa penasaran tersebut sekaligus memberikan kado istimewa buat rakyat Wales yang selalu mendukung sepanjang Kualifikasi Piala Eropa 2020.

"Keberhasilan lolos ke putaran Piala Eropa 2020 berarti banyak buat kami selepas kegagalan menembus Piala Dunia 2018. Jadi, pada pertandingan terakhir lawan Hungaria kami benar-benar mengerahkan penampilan terbaik," tambah Ramsey.

Sumber: BBC, The Independent

Berita Terkait