Berkaca dari Laga Kontra Persebaya, Arema FC Tak Akan Memaksakan Hamka Hamzah Bermain

oleh Iwan Setiawan diperbarui 14 Des 2019, 15:30 WIB
Kapten Arema FC, Hamka Hamzah, saat laga kontra Persebaya Surabaya di Stadion Batakan, Balikpapan, Kamis (12/12/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kapten Arema FC, Hamka Hamzah kembali tampil penuh dalam laga melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-32 Shopee Liga 1 2019 (12/12/2019). Padahal saat itu Hamka belum benar-benar pulih dari cederanya hingga akhirnya menyaksikan timnya kalah telak 1-4 dari Persebaya.

Bek berusia 35 tahun itu baru bergabung dengan skuat Singo Edan di Balikpapan sehari jelang pertandingan. Hamka sebelumnya mendapat perawatan khusus dari dokternya untuk bisa main khusus menghadapi Persebaya padahal cedera hamstringnya belum pulih 100 persen.

Advertisement

Meski ada Hamka dan Arthur Cunha di belakang, Arema FC tetap kemasukan banyak gol. Namun, Hamka Hamzah memberkan kontribusi dengan mencetak satu gol hiburan untuk Arema pada masa injury time.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, mengaku butuh pemain berpengalaman untuk menghadapi Persebaya.

“Kami sempat kesultan saat bermain tanpa Hamka. Kemasukan banyak gol bukan berarti karena kesalahannya. Hamka sudah ikut berjuang dan mencetak satu gol,” kata Milo.

Namun, setelah pertandingan itu, Hamka kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pemulihan cederanya. Arema FC pun tak memaksa dia untuk bermain lagi dalam dua laga terakhir musim ini, di mana Arema FC akan melawan Bali United dan Barito Putera.

“Kami akan melakukan beberapa rotasi dan memberikan kesempatan kepada pemain muda,” jelas pelatih Arema FC itu.

 

2 dari 2 halaman

Permasalahan Saat Bertahan

Sebenarnya Arema FC banyak kebobolan bukan karena pemain belakangnya tampil buruk. Tapi, sistem bertahan dari lini tengah dan yang lainnya kurang cepat menutup lawan.

Selain itu, beberapa kesalahan individu yang dilakukan juga menjadi faktor penyebab, seperti salah umpan dan yang lainnya. Janjinya, Arema FC akan memperbaikinya dalam dua laga terakhir.

Bukan hal mudah tentunya. Secara psikis, pemain Arema dalam tekanan. Namun, target ke papan atas tak bisa lagi terpenuhi. Sehingga gairah kompetisi seakan hilang.

Ini jadi pekerjaan yang lumayan berat untuk Milomir Seslija karena masa tugasnya di Arema hanya tinggal memimpin dua laga tersebut. Tentu permainan maksimal akan menjadi harapannya agar bisa meninggalkan kenangan manis.

Berita Terkait