Evaluasi Mario Gomez Setelah Arema Ditahan Tim Liga 2 dalam Uji Coba

oleh Iwan Setiawan diperbarui 06 Feb 2020, 04:45 WIB
Striker Arema, Jonathan Bauman, gagal menyelesaikan peluang setelah bola ditepis kiper Semeru FC dalam laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (5/2/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Skor 1-1 dalam uji coba melawan klub kasta kedua, Semeru FC, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Rabu (5/2/2020), membuat kekuatan Arema dipertanyakan.

Meski turun dengan kekuatan penuh, tim besutan Mario Gomez ini nyatanya kesulitan menang. Gol M. Rafli di babak pertama bisa dibalas Semeru FC di pengujung babak pertama.

Advertisement

Namun, Gomez terlihat santai dengan hasil ini. Dia melihat ini baru pertandingan uji coba dalam pramusim.

"Saat ini masih pramusim. Sepanjang persiapan ini pemain bekerja keras dalam latihan fisik. Hasil memang penting, namun lebih penting bagaimana Arema bermain. Kalau ada yang salah, itu akan dibenahi dalam evaluasi tim," kata pelatih asal Argentina ini.

Dalam pertandingan tersebut, banyak kesalahan sendiri yang dibuat pemain Arema. Mereka mudah kehilangan bola karena kesalahan sendiri. Seperti salah koordinasi maupun umpan yang tidak akurat.

Gomez sudah menyinggung satu di antara alasannya, pemain masih kelelahan karena program latihan dengan intensitas tinggi.

2 dari 2 halaman

Buntu Mencetak Gol

Gelandang Oh In-Kyun bekerja keras dalam uji coba Arema melawan Semeru FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tetapi, dia tidak ingin menjadikan kelelahan sebagai faktor kurang maksimalnya performa tim. Evaluasi yang dilakukan justru terkait strategi. Terutama bagaimana pemain harus bermain efektif dalam kondisi letih.

"Evaluasinya kami harus punya opsi lain (skema permainan) dalam sebuah pertandingan. Bukan hanya 2-3 opsi, tapi 5-6 opsi," jelas mantan pelatih Borneo FC itu.

Dalam uji coba itu, Arema buntu dalam upaya mencetak gol karena serangan yang dilakukan masih minim variasi. Gelandang kreatif, Oh In-kyun, kurang optimal.

Dia lebih banyak memburu bola dari kaki lawan ketimbang mengalirkan bola ke depan. Sementara Jonathan Bauman dan Elias Alderete yang masuk pertengahan babak kedua belum nyetel dengan pemain lain.