Akibat Pandemi Virus Corona, UEFA Berencana Ubah Format Piala Eropa 2020

oleh Rizki Hidayat diperbarui 10 Apr 2020, 17:00 WIB
Warga berpose dengan logo Piala Eropa 2020 saat peluncuran di London, Inggris, 21 September 2016. UEFA memundurkan jadwal Piala Eropa 2020 hingga tahun 2021. (AP Photo/Tim Ireland, File)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dikabarkan Daily Mail berencana mengubah format Piala Eropa 2020. Rencana tersebut dipertimbangkan akibat pandemi virus corona di Eropa yang terus meningkat.

Awalnya, Piala Eropa akan berlangsung pada Juni dan Juli tahun ini. Namun, turnamen antarnegara di Eropa itu diundur hingga tahun depan. Keputusan tersebut diumumkan pada 17 Maret lalu.

Advertisement

Selain mengalami penundaan, format Piala Eropa terancam berubah karena pandemi COVID-19. Seperti diketahui, Piala Eropa 2020 merupakan event yang spesial, karena memperingati 60 tahun dihelatnya turnamen tersebut.

Pada awalnya, UEFA bakal menerapkan format yang unik, yakni digelar di 12 kota di 12 negara Eropa. Biasanya, ajang empat tahunan tersebut hanya digelar di satu atau dua negara.

Akan tetapi, melihat pandemi virus corona di Italia dan Spanyol yang semakin parah, UEFA merasa tidak memungkinkan laga digelar di Bilbao dan Roma. Untuk itu, mereka mempertimbangkan ulang mengubah format Piala Eropa 2020 di 12 negara menjadi satu atau dua negara saja.

Video

2 dari 2 halaman

Baru Wacana

Trofi Piala Eropa 2016. (AFP/Franck Fife)

Keinginan UEFA untuk mengubah format Piala Eropa 2020 masih bersifat wacana. Mereka tahu ke-12 negara yang sudah mempersiapkan Piala Eropa sejak jauh-jauh hari tentu keberatan, jika penyelenggaraan turnamen hanya diplot di satu atau dua negara.

Untuk itu, UEFA akan membahas lebih lanjut terkait format Piala Eropa dalam rapat yang digelar beberapa waktu yang akan datang.

Dampak virus corona membuat Liga Domestik Eropa musim 2019-2020 mayoritas ditangguhkan hingga batas waktu yang tak ditentukan. UEFA berharap semua kompetisi bisa selesai pada 30 Juni.

Akan tetapi, jika melihat perkembangan saat ini, nampaknya kecil kemungkinan liga-liga bisa dilanjutkan kembali.

Sumber: Daily Mail

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Serafin Unus Pasi/Published: 10/04/2020)

Berita Terkait