Bola.com, Jakarta - Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Barat melelang jersey Timnas Indonesia U-16 yang berlaga di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 Thailand 2011 silam. Jersey ini sangat bersejarah karena merupakan era pertama keemasan coach Indra Sjafri sebagai pelatih.
Taufik Jursal Effendi yang merupakan Sekretaris Timnas U-16 kala itu mengatakan, lelang ini dilakukan guna membantu para pelatih, wasit, dan penggiat sepak bola Askot PSSI Jakarta Barat.
"Ada sekira 30 SSB di Jakarta Barat, satu SSB rata-rata memiliki tiga pelatih. Jadi bisa dibayangkan ada berapa pelatihnya. Belum ditambah wasit dan klub internal. Perlu diketahui, Jakarta Barat penyumbang wasit terbanyak yang sering dipakai di Liga 2 dan Liga 3," kata Taufik kepada Bola.com.
Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa pandemi virus corona COVID-19 membuat kompetisi di Askot PSSI Jakarta Barat terhenti. Sementara itu, para pelatih dan wasit praktis tak punya pemasukan, apalagi sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa.
"Pelatih dan wasit di wilayah kami murni, artinya tidak ada pekerjaan lain. Jadi, lewat lelang ini kami berharap bisa membantu meringankan beban para aktor di balik layar perkembangan sepak bola, khususnya di Jakarta Barat," tambah Taufik.
Ada pun lelang jersey Timnas Indonesia U-16 dibuka dengan harga perdana Rp1 juta dengan kelipatan Rp 200.000. Lelang akan dimulai pada 21 April hingga 24 April 2020.
Video
Cerita Menarik di Balik Inisiasi Lelang
Selain penuh sejarah, ada cerita menggelitik di balik jersey Timnas U-16 milik Taufik Jursal. Diceritakan, ide ini berawal dari istrinya.
"Jersey keluaran Nike ini unik, terutama yang putih-hijau (tandang). Ada gradasi logo garuda di depan. Saya kira ini cuma satu-satunya jersey Timnas Indonesia yang ada gambar garudanya," kata Taufik.
"Dulu, semua pemain U-16 itu diberikan dua setel jersey. Coach Indra Sjafri bilang kalau ada lebihan satu, nomor punggung 12 ini. Kata beliau 'Ini buat Pak Taufik saja'."
"Beberapa waktu lalu, istri saya bilang ke saya, agak ngomel dia. Katanya, 'Itu baju bola banyak banget, mending dijual atau dilelang saja buat bantu teman-teman pelatih'. Lalu saya bongkar-bongkar, ketemu jersey Timnas U-16 ini. Kondisinya masih bagus, dan saya ingat betul karena ini berkesan buat saya."
"Kemudian saya telepon Pak Indra (Sjafri) mengenai ide lelang ini. Beliau sangat mendukung. Apalagi katanya ini jersey bersejarah buat beliau, penuh kenangan," ujar Taufik.
Era Perdana Coach Indra Sjafri
Coach Indra Sjafri mengawali kariernya sebagai pelatih tim junior Indonesia pada 2011 silam. Adalah Timnas U-16 yang ia latih sejak babak kualifikasi Piala AFC U-16 pada 2011.
Berada satu grup dengan Thailand, Australia, Myanmar, Hong Kong, dan Guam, Timnas U-16 hanya sanggup finis di tangga ketiga.
Awal bagus dibuat oleh Terens Puhiri dkk. Menghadapi Myanmar, mereka menang telak 4-1. Kemenangan kedua diraih kala melibas Hong Kong 2-0.
Timnas U-16 bahkan mencatatkan kemenangan terbesar di babak kualifikasi Piala AFC U-16 usai mencukur Guam dengan skor tak kira-kira, 17-0.
Sangat disayangkan, peluang untuk lolos ke putaran final gagal diraih karena pada dua laga pamungkas, Bagas Adi Nugroho cs. kalah 1-4 dari Thailand dan 2-5 dari Australia.
Meski demikian, ini adalah tonggak awal era keemasan coach Indra Sjafri. Beberapa pemain seperti Muhammad Hargianto, Bagas Adi, Terens Puhiri, dan Gavin Kwan mampu bersinar setelah dipoles pelatih asli Sumatera tersebut.
Pada sejumlah kompetisi berikutnya, baik itu level U-16 sampai U-19, Indra Sjafri kerap menuai sukses. Nama-nama beken seperti Egy Maulana Vikri juga merupakan berkat tangan dinginnya.