Ramos-Benzema Tiru Penalti Messi-Suarez, Mengapa Tidak Disahkan Wasit?

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 17 Jul 2020, 14:28 WIB
Bek Real Madrid, Sergio Ramos, merayakan gol yang dicetak Karim Benzema ke gawang Villarreal pada laga lanjutan La Liga pekan ke-37 di Estadio Alfredo Di Stefano, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. Real Madrid menang 2-1 atas Villarreal. (AFP/Gabriel Bouys)

Bola.com, Madrid - Real Madrid memastikan gelar La Liga 2019-2020 setelah mengalahkan Villarreal 2-1, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. Namun bukan gelar La Liga itu saja yang menjadi sorotan. Pertandingan di Alfredo Di Stefano Stadium ini juga diwarnai kontroversi penalti yang melibatkan Sergio Ramos dan Karim Benzema.

Menjamu Villarreal, Real Madrid hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar La Liga menjadi milik mereka. Keberuntungan tampaknya sedang memihak Los Blancos musim ini.

Advertisement

Kemenangan berhasil didapatkan tim asuhan Zinedine Zidane, sedangkan di tempat berbeda, Barcelona yang terus berupaya mencegah pesta sang rival justru tertunduk di kandang sendiri saat melawan Osasuna.

Pesta juara tak terelakkan. Real Madrid memastikan gelar La Liga ke-34 masuk ke lemari koleksi trofi mereka. Ini sekaligus gelar La Liga pertama semenjak ditinggalkan Cristiano Ronaldo dua musim silam.

Pertandingan di Alfredo Di Stefano Stadium ini juga diwarnai kontroversi penalti. Bukan hanya proses jatuhnya Sergio Ramos yang banyak diklaim tak harusnya dihadiahi penalti, namun juga proses eksekusi tendangan penalti itu.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 3 halaman

Seperti Apa Kontroversi itu? 

Bek Real Madrid, Sergio Ramos (kanan) berebut bola dengan pemain depan Villarreal, Gerard Moreno pada lanjutan kompetisi Liga Spanyol di Estadio Alfredo Di Stefano, Kamis (16/7/2020). Real Madrid memastikan diri menjadi juara La Liga musim 2019/20 usai mengalahkan Villarreal 2-1. (GABRIEL BOUYS/AFP)

Pada menit ke-73 ketika Real Madrid sudah unggul satu gol, Sergio Ramos mampu merebut bola dan kemudian merangsek hingga ke pertahanan Villarreal. Ketika memasuki kotak penalti, Ramos mendapat tantangan dari Sofian Chakla yang berusaha menghentikannya.

Ketika bola memasuki garis kotak penalti, Ramos mencoba memberikan bola ke Vinicius Junior. Namun ketika bola belum sampai ke rekan setimnya, Ramos terjatuh setelah kaki Sofian Chakla mengenai kakinya.

Wasit perlu bantuan dari VAR untuk melakukan cek kembali dari insiden itu. Setelah melihat VAR, wasit Alejandro Hernandez memutuskan penalti.

Namun kontroversi tak berhenti di sana. Sergio Ramos yang maju sebagai eksekutor penalti membuat kontroversi lain. Alih-alih melakukan eksekusi langsung, kapten Los Blancos tersebut justru memberikan umpan pendek untuk kemudian ditendang Karim Benzema yang datang dari belakangnya.

Namun eksekusi penalti ini dibatalkan oleh wasit. Mengapa?

 

3 dari 3 halaman

Penalti Harus Diulang

Karim Benzema. (AFP/Gabriel Bouys)

Gaya penalti seperti ini sejatinya bukan yang pertama terjadi di dunia sepak bola. Jauh sebelum kontroversi penalti Ramos-Benzema tersebut, Johan Cruyff dan Jesper Olsen pada 1982 pernah melakukannya di Ajax Amsterdam.

Tak hanya itu, Thierry Henry dan Robert Pires di Arsenal juga pernah melakukannya. Sementara di La Liga, dua bintang Barcelona, Lionel Messi dan Luis Suarez juga pernah melakukannya pada 2016.

Namun mengapa penalti Ramos-Benzema tersebut tak disahkan wasit, dan meminta untuk diulang?

Usut punya usut, ternyata penalti ini harus diulang karena Benzema terlalu cepat masuk ke area kotak penalti sebelum Ramos menyentuh bola. Posisi Benzema ketika menerima bola ini juga yang diprotes oleh pemain Villarreal.

Di kesempatan kedua, Ramos dan Benzema tak 'main-main' lagi. Kali ini Karim Benzema yang maju sebagai eksekutor, dan sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Gol itu memastikan kemenangan Los Blancos dan sekaligus mengunci gelar La Liga.

  

Berita Terkait