Duet Striker Lokal Dipanggil Timnas Indonesia, Persaingan Lini Depan Arema Bakal Panas

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Jul 2020, 22:30 WIB
Aksi tersebut merujuk pada lambang Arema FC yang identik dengan Singa. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Malang - Arema FC menyumbangkan 5 pemain ke pemusatan latihan Timnas Indonesia yang digelar 23 Juli-8 Agustus. Dua di antaranya adalah duet striker lokal Kushedya Hari Yudo dan M. Rafli.

Ini jadi bukti duo striker Arema ini cukup diperhitungkan di Indonesia. Tak hanya itu, pemanggilan ini juga membuat persaingan lini depan di Arema memanas.

Advertisement

Karena biasanya pemain timnas adalah pilihan utama di klub. Sementara Arema punya dua striker asing, Elias Alderete dan Jonathan Bauman.

Ini akan jadi tugas cukup sulit untuk pelatih kepala Mario Gomez menentukan siapa yang jadi striker utama dalam lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020, Oktober mendatang.

"Saya yakin Gomez pelatih yang fair dalam menentukan komposisi tim. Saya lihat selama ini pemain asing tidak selalu jadi pilihan utama. Jika pemain lokal ada yang sedang bagus, dia akan memasangnya,” jelas General Manager Arema, Ruddy Widodo.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Kushedya Hari Yudo dan M. Rafli

Gelandang Arema FC, M Rafli, mewakili pemain untuk memperlihatkan jersey terbaru Arema produksi Singo Edan Apparel dalam peluncuran yang dilakukan di Kantor Arema, Rabu (14/8/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Yudo contohnya. Striker 27 tahun ini diluar dugaan justru jadi pilihan utama dalam tiga pertandingan awal Arema pada ajang Shopee Liga 1 2020. Gomez melihat Yudo sedang on fire lantaran mencetak dua gol di laga pertama melawan PS Tira Persikabo. Meski akhirnya dua laga selanjutnya dia tidak mencetak gol, tapi Gomez tetap memberikan kesempatan sebagai starter.

Sementara M. Rafli, tiga kali pertandingan dia memang dimainkan. Namun hanya sekali dia turun sejak menit awal. Dua laga lainnya Rafli berfungsi sebagai pengganti.

Catatan yang sebenarnya kurang bagus untuk pemain level timnas. Tapi bisa jadi panggilan timnas ini jadi titik balik Rafli. Jebolan ASIFA Malang ini bisa lebih diperhitungkan sebagai pemain inti.

Apalagi duet Bauman dan Alderete sampai saat ini masih belum padu. Keduanya butuh waktu untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya. Ke depan, keputusan ada ditangan Gomez.

Apakah memberi waktu kepada Rafli dan Yudo yang sedang percaya diri karena panggilan timnas Indonesia. Atau memberikan kesempatan duet Bauman dan Alderete agar lebih cepat mengenal karakter bermain Arema dan sepakbola Indonesia.

Berita Terkait