Liga Spanyol: Mohamed Salah Seharusnya Benci Real Madrid

oleh Rizki Hidayat diperbarui 23 Des 2020, 06:30 WIB
Bek Real Madrid Sergio Ramos mengapit tangan Mohamed Salah saat pertandingan final Liga Champions di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina (26/5). Akibat insiden ini Mohamed Salah cedera dan tidak dapat melanjutkan pertandingannya. (AP/Efrem Lukatsky)

Bola.com, Liverpool - Winger Liverpool, Mohamed Salah, mengaku tak menutup kemungkinan untuk hengkang ke Real Madrid ataupun Barcelona. Namun, Salah seharusnya membenci Madrid karena memiliki kenangan buruk di final Liga Champions 2017/2018.

Sejak berseragam Liverpool pada musim panas 2017, karier Mohamed Salah terus meningkat. Dia berhasil mendulang 110 gol dan 45 assist dari 173 pertandingan di seluruh ajang.

Advertisement

Berkat kontribusi Salah di lini serang, Liverpool berhasil merengkuh empat titel juara, yakni Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan trofi Premier League yang sudah dinanti selama 30 tahun.

Penampilan gemilang tersebut membuat Mohamed Salah diincar sejumlah klub top Eropa. Pemain berusia 28 tahun tersebut beberapa kali dikaitkan dengan Real Madrid dan Barcelona.

"Saya menilai Real Madrid dan Barcelona adalah dua klub top. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan," kata Salah kepada AS.

"Tetapi saat ini, saya fokus untuk memenangkan Premier League dan Liga Champions bersama Liverpool lagi. Tentu saja saya ingin memecahkan rekor di sini dan, saya ulangi, semua rekor klub, tetapi semuanya ada di tangan klub," lanjut Mohamed Salah.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Benci Real Madrid

Petugas medis memeriksa bahu striker Liverpool, Mohamed Salah pada laga final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018). Salah mengalami cedera bahu usai dilanggar Ramos. (AP/Sergei Grits)

Mantan striker Liverpool, John Aldridge, mengaku bingung dengan keinginan Mohamed Salah hengkang ke Real Madrid. Menurut Aldridge, winger Timnas Mesir itu seharusnya membenci Madrid dan menolak tawaran untuk bergabung.

Pasalnya, Salah memiliki kenangan buruk ketika bersua Los Blancos di final Liga Champions 2017/2018. Dalam pertandingan yang berlangsung di NSC Olimpiyskiy Stadium, 26 Mei 2018, Mohamed Salah terpaksa meninggalkan lapangan pada menit ke-31.

Winger Timnas Mesir itu mengalami cedera bahu akibat mendapat tarikan dari kapten El Real, Sergio Ramos. Tanpa Mohamed Salah, Liverpool tak berdaya meladeni Real Madrid. Alhasil, The Reds kalah 1-3 dari Madrid dan gagal menjuarai Liga Champions.

"Secara pribadi, saya merasa setelah pengalaman di final Liga Champions dan cara Ramos memperlakukannya, setelah insiden itu saya akan membenci Real Madrid jika itu saya. Itu tidak menarik bagi saya, tetapi saya tetap tidak ingin meninggalkan Liverpool," ujar legenda Liverpool, John Aldridge.

"Terserah Jurgen Klopp dan apa yang dia inginkan. Anda harus mempercayai manajer untuk menangani situasi seperti itu jika muncul dengan cara yang benar. Para pemain sangat kuat saat ini, jika mereka ingin pergi maka mereka akan pergi. Akhir dari cerita," tuturnya.

Sumber: Goal International

Berita Terkait