Terapi Regeneron Diklaim Ampuh Kurangi Risiko Kematian Pasien COVID-19

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 18 Jun 2021, 12:50 WIB
Petugas beristirahat di TPU Rorotan, Jakarta, Kamis (17/6/2021). Dinkes DKI Jakarta mencatat angka positif Covid-19 bertambah 4.144 kasus baru berdasarkan hasil pemeriksaan PCR terhadap 16.499 orang. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Bola.com, London - Sebuah penelitian yang dikembangkan Regeneron Pharmaceuticals Inc dan Roche menemukan terapi Regeneron alias terapi antibodi COVID-19 yang diklaim mampu mengurangi angka kematian pada pasien COVID-19.

Hal ini menjadi kabar baik untuk pasien COVID-19 yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Terutama untuk pasien yang sistem kekebalan tubuhnya gagal menghasilkan respons alias seronegatif.

Advertisement

Terapi Regeneron atau REGEN-COV telah diberikan izin penggunaan darurat untuk penderita COVID-19 ringan hingga sedang di Amerika Serikat. Uji coba ini terbukti efektif di antara pasien yang dirawat di Rumah Sakit.

Terapi antibodi ini mengurangi seperlima kematian dalam 28 hari di Rumah Sakit dengan pasien COVID-19 yang belum memiliki respons antibodi pada sistem kekebalannya. Hal ini berarti mampu mengurangi enam dari 100 kematian pasien seronegatif.

Terapi antibodi ini juga tidak memperlihatkan efek dari pengobatan. Hal ini menghasilkan antibodi yang alami bagi penderita COVID-19.

"Orang-orang awalnya sangat skeptis, pengobatan apa pun terhadap virus khusus ini akan berhasil pada saat orang masuk rumah sakit," kata Kepala Penyelidik Gabungan, Martin Landray, seperti dikutip Reuters.

"Jika Anda yang pasien COVID-19 belum mampu meningkatkan antibodi Anda sendiri, maka Anda benar-benar akan mendapat manfaat dari mendapatkannya terapi Regeneron," tegas Martin Landray.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Fokus Peradangan

Petugas mengambil sampel lendir hidung untuk pemeriksaan tes Swab antigen kepada pengendara motor di pos pemeriksaan kesehatan, Cikarang, Sabtu (22/5/2021). Ada 14 orang dari 4.406 pengendara motor yang terindikasi positif COVID-19 pada arus balik 16-22 Mei 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Uji coba Terapi Regeneron atau REGEN-COV pada pasien COVID-19 fokus pada peradangan yang disebabkan oleh virus. Penggunaan obat dalam terapi ini termasuk dalam kelas obat biotek yang disebut antibodi monoklonal.

Nantinya, obat tersebut akan meniru antibodi alami yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi. Martin Landray menyebut terapi ini aman dan bisa digunakan secara bersamaan dengan perawatan lain.

"Ini adalah pertama kalinya kami memiliki satu yang benar-benar menargetkan virus itu sendiri. Manfaat ini bersifat tambahan pada pasien ini," ucap Martin Landray.