Ingin Cetak Sejarah, Swiss Siap Mati-matian Kalahkan Timnas Prancis di Euro 2020

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 28 Jun 2021, 17:00 WIB
Swiss masih berpeluang menjadi 4 tim peringkat 3 terbaik usai menang 3-1 atas Turki dalam laga terakhir Grup A Euro 2020 (Euro 2021), Minggu (20/6/2021) malam WIB di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan. Sedangkan Turki dipastikan tersingkir dengan nir poin. (Foto: AP/Pool/Darko Vojinovic)

Bola.com, Bucharest - Swiss termotivasi untuk mengalahkan Timnas Prancis pada 16 besar Euro 2020. Hal itu dilakukan demi mencetak sejarah baru pada turnamen elite Eropa tersebut.

Timnas Swiss melaju ke-16 besar Euro 2020 berkat raihan peringkat tiga terbaik. Adapun Timnas Prancis melaju ke fase gugur dengan status juara Grup F.

Advertisement

Euro 2020 menjadi edisi kelima yang diikuti Timnas Swiss. Pencapaian terbaik Swiss sejauh ini adalah 16 besar pada edisi 2016.

Jadi, Swiss akan mencetak sejarah baru bila mampu mendepak Timnas Prancis sekaligus melaju ke perempat final Euro 2020. Pelatih Vladimir Petkovic menegaskan, timnya akan tampil mati-matian untuk bisa mengalahkan Les Blues.

"Prancis memiliki banyak pemain bagus, meskipun ada yang cedera. Kami harus fokus pada sistem, namun dengan segala hormat pada lawan, kami akan coba untuk melaju," kata Vladimir Petkovic seperti dikutip situs resmi UEFA.

"Dengan momen sulit sebelumnya membuat Anda mendapatkan pengalaman. Kami ingin mengambil langkah terus maju. Kami hanya memiliki satu tujuan, yakni bermain bagus melawan Timnas Prancis dan mencoba terus melaju," tegas pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Mampu Bersaing

Striker Swiss, Haris Seferovic (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama Swiss ke gawang Turki dalam laga Grup A Euro 2020 di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Minggu (20/6/2021) malam WIB. (Foto: AP/Pool/Naomi Baker)

Pertandingan ini menjadi pertemuan ke-39 bagi kedua klub. Sejauh ini, Timnas Prancis masih mendominasi dengan 16 kemenangan.

Namun, Swiss mampu bersaing dan telah mencatatkan 12 kemenangan. Sementara itu, 10 laga sisanya berakhir imbang.

Hal inilah yang membuat Swiss berniat untuk memperbaiki catatan pertandingan melawan Prancis. Apalagi, tim berjulukan Rossocrociati itu telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: UEFA