Setelah Bali United dan Rencana Persis Solo, Ada Satu Klub Liga 1 Yang Siap Jadi Emiten

Bali United menjadi pioner keterbukaan publik setelah menjadi klub pertama Liga 1 yang melantai di bursa saham.

BolaCom | Nurfahmi BudiDiperbarui 16 Oktober 2021, 14:17 WIB
Pemain Persib Bandung, Wander Luiz (depan) menyundul bola bola saat melawan PSM Makassar dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (02/10/2021) WIB. Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Indonesia semakin seksi. Istilah tersebut terus menggema di jagad industri. Banyak pesohor, mulai dari pengusaha muda sampai pekerja seni, berduyun-duyun masuk ke ranah sepak bola nasional.

Di luar sistem yang masih belum tertata rapi, aksi kalangan tersebut memberi secercah harapan cerah untuk masa depan sepak bola Indonesia. Hal itu terutama berada di segmen kompetisi, yang berujung ke timnas Indonesia, selain unit bisnis yang berjalan.

Advertisement

Industrialisasi di sepak bola Indonesia, khususnya di kasta Liga 1, mulai bergeser ke arah positif. Satu di antaranya telah dilakukan Bali United, yang memutuskan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kini, di tengah kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, santer terdengar ada satu lagi klub raksasa Liga 1 yang akan menjadi emiten. Bocoran tersebut disampaikan Calvin Lutvi, CEO dan Co-Founder Satu Global Investama. Nama terakhir adalah perusahaan yang bergerak di bidang penasehat finansial dan investasi.

Menurutnya, komponen bisnis di seputar klub-klub Liga 1 memiliki catatan bagus. Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah melakukan langkah-langkah pemenuhan persyaratan calon emiten baru yang datang dari klub Liga 1.

Sayang, Calvin enggan mengungkapkan nama klub raksasa Liga 1 tersebut. Namun yang pasti, tim ini pernah menjadi jawara di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

 


Persiapan Emiten

Pemain Bali United, Fadil (kanan), berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)

Menurut rencana, emiten baru yang berlatar klub Liga 1 ini, akan mulai melantai di bursa saham Indonesia pada kuartal IV tahun ini. Calvin berjanji, pihaknya akan membantu klub tersebut agar lancar sampai melantai di bursa.

"Tim ini memiliki prestasi serta basis fans yang luar biasa. Sekadar bocoran, pada IPO nanti, rencananya klub tersebut akan melepas saham 25-30 persen ke publik. Saat ini, nilai valuasi klub sudah ada di titik Rp1,2 triliun," jelas Calvin.

Jika persiapan lancar dan benar-benar melantai, fakta ini akan menjadi sejarah tersendiri bagi publik olahraga Indonesia, khususnya dunia sepak bola. Maklum, tak pernah terpikirkan sebelumnya jika sebuah klub sepak bola sanggup melewati persyaratan menjadi emiten baru, dan Bali United sudah melakukan langkah pembuka yang sempurna.

Artinya jika mengacu ke faktor potensi bisnis, beberapa tim besar di Indonesia memang punya kans menggaet dana dari publik via IPO dan pasar saham. Data Global Football Digital Benchmark 2020 mengungkapkan, ada enam klub sepak bola Liga 1 Indonesia yang memiliki pengikut luar biasa di media sosial.

Calvin menjelaskan, hasil IPO dari klub sepak bola bisa digunakan untuk melakukan serangkaian aktivitas. Beberapa yang bisa dilakukan antara lain renovasi stadion dan pusat pelatihan, membeli pemain dengan potensi besar, membangun mes pemain serta membuka outlet merchandise.

 


Solo Bersiap

Adapun Kaesang Pangarep menghadiri Kongres Tahunan PSSI 2021 sebagai Direktur Utama sekaligus pemegang saham terbesar Persis Solo. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu juga terlihat menggunakan busana casual berwarna hitam. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jika merujuk langkah Bali United, yang berdiri atas nama PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. dengan kode emiten BOLA, beberapa keputusan bisnis potensial sudah dilakukan. Satu yang terbaru, mereka mendirikan anak usaha bernama PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi.

Pada bisnis tersebut, BOLA memegang 90 persen saham senilai Rp3,6 miliar. Sekadar informasi, pada paruh pertama 2021, BOLA memeroleh pendapatan Rp35,43 miliar.

Satu di antara sektor bisnis yang melaju pesat adalah video streaming. Data BEI menunjukkan, pada Semester I tahun 2021, segmen tersebut menyumbang pendapatan Rp17,22 miliar. Hebatnya, total laba bersih BOLA berada di angka Rp72,09 miliar.

Selain itu, beredar juga kabar Persis Solo akan ikut masuk ke pasar bursa melalui PT Persis Solo Saestu. Mereka ingin membawa klub ke jenjang profesional, dan tak hanya terpaku ke beberapa orang dalam hal penyuntikan dana. Jadi, kita tunggu saja ramai-ramai klub sepak bola menjadi lebih profesional dan masuk lantai bursa.

Berita Terkait