Hansi Flick Samai Rekor Pep Guardiola dan Luis Enrique Usai Barcelona ke Perempat Final Copa del Rey

Hansi Flick resmi masuk jajaran elite pelatih Barcelona.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 16 Januari 2026, 06:35 WIB
Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan FC Barcelona di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (7-5-2025). (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta Barcelona kembali menorehkan catatan istimewa di bawah kepemimpinan Hansi Flick.

Kemenangan 2-0 atas Racing Santander pada babak 16 besar Copa del Rey bukan hanya mengantar Blaugrana ke perempat final, tetapi juga membuat Flick menyamai rekor bersejarah yang sebelumnya hanya dicapai oleh Pep Guardiola dan Luis Enrique.

Advertisement

Gol-gol dari Ferran Torres dan Lamine Yamal memastikan kemenangan Barcelona dalam laga yang berlangsung sulit di Stadion El Sardinero. Meski menghadapi perlawanan ketat dari pemuncak klasemen Segunda División, Barcelona tetap menunjukkan kualitas dan kendali permainan yang semakin matang.

Lebih dari sekadar tiket ke delapan besar Copa del Rey, kemenangan ini memiliki makna simbolis yang besar. Hasil tersebut menandai 11 kemenangan beruntun Barcelona di semua kompetisi, sekaligus menjadi rentetan kemenangan terbaik Hansi Flick sejak menangani klub Catalan tersebut.


Daftar Pelatih Elite

Pemain Barcelona, Ferran Torres, melewati kiper Racing Santander, Jokin Ezkieta, sebelum menjebol gawangnya pada babak 16 besar Copa del Rey di Estadio El Sardinero, Jumat (16/1/2025). (AP Photo/Miguel Oses)

Catatan ini menempatkan Flick dalam jajaran elite pelatih Barcelona. Sepanjang sejarah klub, hanya dua nama yang sebelumnya mampu meraih 11 kemenangan beruntun, yakni Pep Guardiola pada 2009 dan Luis Enrique pada 2015. Kedua musim tersebut berakhir dengan pencapaian tertinggi di Eropa, yakni gelar Liga Champions UEFA.

Kesamaan ini tentu memunculkan optimisme besar di kalangan pendukung Barcelona. Meski demikian, Flick memilih untuk tetap fokus pada target jangka pendek dan tidak larut dalam perbandingan sejarah, menegaskan bahwa konsistensi permainan menjadi prioritas utamanya.

Sementara itu, rekor kemenangan terpanjang Barcelona di era modern masih dipegang oleh Frank Rijkaard, yang membawa tim meraih 18 kemenangan beruntun pada musim 2005/2006. Rentetan tersebut menjadi fondasi kesuksesan Barcelona menjuarai Liga Champions dan tetap menjadi standar tertinggi dalam sejarah klub.

 


11 Kemenangan Beruntun

Barca baru bisa cetak gol pada menit ke-66 lewat gol Ferran Torres, sebelum Lamine Yamal memastikan kemenangan dengan golnya di injury time (90+6'). (AP Photo/Miguel Oses)
Kemenangan ini mengantarkan Barcelona melangkah ke babak perempat final Copa del Rey. Sebaliknya, Racing Santander harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini. (AP Photo/Miguel Oses)

Kemenangan di Stadion El Sardinero bukan sekadar memastikan langkah Blaugrana ke perempat final, tetapi juga menorehkan catatan bersejarah bagi tim asuhan Hansi Flick.

Hasil tersebut menjadi kemenangan ke-11 secara beruntun di semua kompetisi, sebuah pencapaian yang menyamai rekor kemenangan terbaik kedua dalam sejarah panjang FC Barcelona. Performa impresif ini menegaskan bahwa Barça tengah berada dalam periode kebangkitan yang luar biasa.

Catatan 11 kemenangan beruntun bukanlah prestasi sembarangan. Sepanjang sejarah klub, rekor ini sebelumnya hanya mampu dicapai oleh beberapa generasi emas Barca.

Di antaranya adalah skuad musim 2014/15 di bawah asuhan Luis Enrique, tim legendaris Pep Guardiola pada musim 2008/09, era Franz Platko pada 1955/56, serta periode 1925–1927 yang ditangani Ralph Kirby, Richard Dombi, dan Romà Forns.

Sumber: Barcelona

Berita Terkait