Liga Inggris: Andre Onana Disebut Pembelian Gagal MU

Mantan kiper Inggris, Paul Robinson menyebut kiper Manchester United, Andre Onana telah menciptakan masalah di klub.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 26 September 2023, 20:45 WIB
Kiper Manchester United, Andre Onana gagal menangkap bola hasil tendangan gelandang Bayern Munchen, Leroy Sane pada laga matchday pertama Grup A Liga Champions 2023/2024 di Allianz Arena, Munich, Kamis (21/9/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Bola.com, Jakarta Mantan kiper Inggris, Paul Robinson menyebut kiper Manchester United, Andre Onana telah menciptakan masalah di klub.

Kiper asal Kamerun ini merupakan rekrutan kunci bagi manajer Erik ten Hag pada musim panas 2024.

Advertisement

Pelatih asal Belanda itu memilih untuk melepaskan David de Gea demi Onana, karena ia lebih baik dalam menguasai bola.

“Menyaksikan Manchester United untuk pertama kalinya secara langsung musim ini, saya terkejut dengan betapa lambatnya mereka dalam penguasaan bola vs Burnley," katanya.

 

Nah, netizen kini sedang menyoroti performa Andre Onana. Kiper Kamerun itu gagal bersinar di awal musimnya bersama MU. Onana telah kebobolan 14 kali dalam enam pertandingan. Kebobolan paling parah terjadi di kandang Bayern Munchen.

Reaksi kiper Manchester United, Andre Onana, setelah gawangnya empat kali dibobol Bayern Munchen pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 di Allianz Arena, Munich, Jerman, Kamis (21/9/2023). (AFP/Tobias Schwartz)

Manchester United memecahkan rekor setelah keok dari Bayern Munchen 3-4 pada fase grup Liga Champions 2023/2024 di Allianz Arena, Kamis (21/9/2023).

Sebelum dipermak Bayern, MU juga kalah 1-3 dari Brighton dan Arsenal di Liga Inggris.

"Dengan Onana di bawah mistar, kami berbicara banyak tentang gerak kakinya dan betapa bagusnya dia menggunakan kakinya, namun distribusi panjangnya buruk. United lebih sering menggunakan dia dan pemikiran pertama mereka adalah mundur, namun dia memperlambat permainan," lanjutnya.

"Dia mengarahkan bolanya ke atas dan United duduk di sana dalam sebuah struktur. Mereka sangat lambat dan metodis. Ini sangat berbeda dengan apa yang Anda lihat dari tim Erik ten Hag."

 

Berita Terkait