Bola.com, Sleman - Penyerang PSS Sleman, Ricky Cawor belum lama ini dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Pemain asal Papua itu dihukum larangan bermain empat pertandingan dan denda Rp50 juta.
Ricky Cawor dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 dan Pasal 50 Ayat 1 Huruf (a) dan Ayat 2 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 dengan melakukan tindakan tidak sportif terhadap perangkat pertandingan serta mendapatkan kartu merah langsung.
Tindakan tidak sportif yang dilakukan Cawor adalah ia dianggap melempar bola ke arah asisten wasit dan tidak mengenainya. Insiden ini saat laga melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (8/11/2023).
Banding
Atas sanksi itu, manajemen PSS Sleman pun sudah mengajukan banding. Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada, Gusti Randa di Omah PSS, Sleman, Kamis (23/11/2023) siang.
"Mengenai hukuman Cawor juga kami sudah melakukan banding karena dari Cawor juga mengakui hal tersebut tidak sengaja ia lakukan dengan maksud membuang bola," ujar Gusti Randa.
"Kami akan sangat dirugikan jika kehilangan Cawor di empat pertandingan dan semoga banding tersebut bisa dikabulkan," sambung Artis sekaligus mantan Plt Ketua Umum PSSI itu.
Pertanyakan Pernyataan PSSI
Selain mengaku berat atas hukuman tersebut, Gusti Randa juga mempertanyakan pemberitaan dari federasi sepak bola Indonesia alias PSSI. Pada web resminya, PSSI merilis berita yang berjudul 'Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI tanggal 14, 17, dan 20 November 2023'.
Dalam rilis tersebut, Ricky Cawor disebut melakukan jenis pelanggaran dengan pelemparan botol minuman dan mengenai kepala perangkat pertandingan. Pernyataan ini jelas berbeda dengan yang dikeluarkan Komdis PSSI.
"Saya sangat menyayangkan pemberitaan yang dibuat oleh PSSI terkait hukuman kepada pemain kami yaitu Ricky Cawor. Tulisan tentang Cawor yang melakukan pelemparan botol dan mengenai kepala perangkat pertandingan sangatlah berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan dan surat yang kami terima," keluhnya.
"Ricky Cawor bisa dilihat di rekaman ulang dengan tidak sengaja membuang bola ke luar lapangan dan kebetulan ada asisten wasit di situ. Bahkan bola tersebut tidak mengenai Asisten wasitnya," tambah dia.
PSSI Diminta Segera Klarifikasi
Gusti Randa sangat menyayangkan pemberitaan salah yang dibuat PSSI. Sebab, kata dia, botol dan bola adalah dua hal yang berbeda dan terkesan sangat berbahaya.
"Kalau tulisannya pelemparan botol itu terdengar sangat berbahaya. Cawor akan dianggap sebagai pemain yang emosional dan ini yang kami sangat tidak terima. Kenapa bisa pemberitaan di situs resmi PSSI bisa berbeda dengan surat keputusan yang kami terima," tegasnya.
Lebih jauh, PSS Sleman meminta PSSI untuk segera meralat berita tersebut dan segera meminta maaf kepada manajemen Super Elang Jawa.
"Kami meminta PSSI segera merevisi berita tersebut dan klarifikasi mengenai itu. Karena sudah banyak media yang menulis tentang pemberitaan salah Ricky Cawor. Ini tentu mencoreng nama baik Cawor juga sebagai pribadi," pungkasnya.