5 Pelatih Terlucu dalam Sejarah Premier League: Gaya Protes Van Gaal Jadi Meme Abadi

berikut lima pelatih terlucu dalam sejarah Premier League

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 08 Februari 2025, 17:30 WIB
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menilai laga melawan Tottenham Hotspur bukan tentang rivalitas dirinya dengan Jose Mlourinho. (AFP/Oli Scarff)

 

Bola.com, Jakarta Premier League kerap disebut-sebut sebagai kompetisi yang paling sengit di bawah kolong langit. Di kasta tertinggi Inggris ini, sepak bola memang benar bukan matematika. Tak pasti.

Advertisement

Setiap pekan berpotensi menimbulkan kejutan. Tim-tim unggulan tak selalu menang. Satu di antaranya yang masih jadi pembicaraan sampai detik ini adalah Manchester United.

Sejak ditinggal pergi pelatih legendarisnya, Sir Alex Ferguson pada 2013, Setan Merah tak pernah lagi memenangkan Premier League. Entah sudah berapa pelatih yang tiba di Old Trafford, namun Red Devils masih saja terpuruk.

Kehadiran Ruben Amorim sebagai juru taktik anyar sejak November 2024 juga tak membawa dampak signifikan. Memasuki peken ke-24, Manchester United masih terkapar di posisi ke-13 klasemen sementara.

Juara bertahan Manchester City juga begitu. Hasil minor dalam sejumlah laga terakhir membuat mereka terus melorot ke posisi kelima. Ini membuat Pepm Guardiola dalam tekanan dan suara pemakzulan mulai nyaring terdengar.

Meski sengit, tapi Premier League juga menyuguhkan ragam kisah, termasuk ihwal tingkah lucu para pelatih di pinggir lapangan.

Siapa dan seperti apa tingkah geli mereka, berikut lima pelatih terlucu dalam sejarah Premier League, dilansir Givemesport:


Arsene Wenger

Arsene Wenger menukangi Arsenal selama 22 tahun lamanya, mengangkat mereka menjadi klub raksasa Eropa dengan banyak titel juara. Ia juga pernah membuat rekor tak terkalahkan di Liga Inggris 2003/04 dan menjadi juara. The Invincible tercatat mampu capai 500 poin dalam 249 laga. (AFP/Marco Bertorello)

Dikenal karena tugasnya yang panjang di Arsenal, tidak dapat dihindari bahwa seorang manajer dengan umur panjang seperti itu harus keluar dari cangkangnya di beberapa titik.

Saat ia terbiasa dengan permainan Inggris, Arsene Wenger mulai merangkul humor lokal, sambil meraih banyak trofi.

Ia hampir selalu terlihat dengan mantel panjang khasnya, yang tampak sangat tidak praktis bagi semua orang kecuali dirinya.

Ada banyak kali ketika kamera menangkap sekilas pria Prancis setinggi 193 cm itu berjuang dengan ritsleting yang membentang dari lutut hingga lehernya.

Ketika ia tidak berurusan dengan malfungsi pakaian, manajer Arsenal itu masih menemukan waktu untuk konfrontasi tatap muka yang lucu dengan manajer lain seperti Jose Mourinho.


Neil Warnock

Neil Warnock. Pelatih asal Inggris ini menjalani laga terakhir bersama Cardiff City di Premier League Liga Inggris saat menghadapi MU, 12 Mei 2019 kala berusia 70 tahun dan 162 hari dengan hasil akhir menang 2-0. Setelah itu ia membesut Middlesbrough di Championship. (AFP/Ian Kington)

Saat menelusuri media sosial, Anda akan menemukan sangat sedikit penggemar sepak bola yang belum pernah menemukan video Neil Warnock.

Masa-masa awalnya menggambarkan seorang manajer yang kejam tetapi menghibur yang akan meneriaki pemainnya apa pun untuk mendapatkan yang terbaik dari mereka.

Saat ia membangun reputasinya di kasta teratas sepak bola Inggris, kepribadiannya yang humoris pun tumbuh. Momen paling terkenalnya terjadi saat ia berada di Cardiff ketika seorang juru kamera tidak mau meninggalkan wajahnya di pinggir lapangan.

Warnock kemudian berjalan ke arah lensa dan membuat orang di balik kamera merasa agak tidak nyaman.

 


Jurgen Klopp

Ekspresi bahagia pelatih Liverpool, Jurgen Klopp saat laga leg pertama 16 Besar Liga Europa 2023/2024 melawan Sparta Praha di Epet Arena, Praha, Republik Ceko, Jumat (08/03/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Suka atau tidak, tidak dapat disangkal bahwa Jurgen Klopp menyuntikkan level hiburan baru ke Inggris saat ia tiba dari Borussia Dortmund.

Kepribadiannya yang unik dan gigi putihnya yang besar dan cemerlang menghasilkan beberapa ekspresi yang mengesankan di ruang ganti.

Klopp menyadari perlunya gaya manajerial yang segar dalam sepak bola modern, dan ia sering kali menghindari respons yang membosankan dan biasa-biasa saja dalam wawancara.

Ia memiliki bakat untuk mengoreksi ketidakakuratan wartawan dengan cara yang lucu dan mengubahnya menjadi momen-momen yang menyenangkan, kecuali, tentu saja, saat topik kick-off pukul 12:30 muncul.

 


Louis Van Gaal

Louis van Gaal - Pelatih asal Belanda ini banyak menghamburkan uang dengan merekrut pemain top dunia saat melatih MU. Sebut saja Di Maria, Depay, hingga Schweinsteiger. Namun, sayang tim bertabur bintang MU kala itu dinilai gagal lantaran kalah bersaing di Liga Inggris. (AFP/John Macdougall)

Meskipun hanya melatih di Liga Inggris selama dua tahun, Louis van Gaal menghadiahkan penggemar dengan beberapa momen manajerial yang paling berkesan.

Dari tiba-tiba keluar dari konferensi pers hingga memberikan tanggapan yang sangat canggung kepada jurnalis, ia adalah karakter yang menarik yang menambahkan banyak humor ke dalam olahraga tersebut.

Van Gaal terlibat dalam salah satu kejadian terlucu dalam sejarah Liga Primer ketika ia terjatuh ke lantai setelah bertengkar dengan ofisial keempat Mike Dean.

Selama kemenangan melawan Arsenal pada tahun 2016, pelatih asal Belanda itu memprotes keputusan wasit yang menolak memberikan jawaban yang memadai.

Menanggapi sikap dingin tersebut, manajer Manchester United itu memulai kontak dengan Dean dan terjatuh ke lantai secara dramatis, yang membuat orang-orang di Old Trafford tertawa.

 


Jose Mourinho

Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, memperhatikan pemainnya saat menghadapi Ludogorets pada laga lanjutan Grup J Liga Europa di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (27/11/2020) dini hari WIB. Tottenham menang 4-0 atas Ludogorets. (AFP/Ian Kington/pool)

Jose Mourinho dijuluki 'The Special One' karena suatu alasan. Keahliannya sebagai manajer diimbangi oleh humornya yang menular, yang ia tunjukkan segera setelah ia memulai pekerjaan pertamanya di Inggris pada tahun 2004.

Mourinho secara teratur memberikan beberapa momen wawancara terbaik, yang diperkuat oleh egonya yang besar.

Di setiap klub yang ia kelola, Mourinho telah menawarkan sesuatu untuk ditertawakan oleh para penggemar dan masih ada banyak video dirinya yang digunakan di media sosial.

Berbicara tentang media sosial, Mourinho kini telah terjun ke dunia Instagram dan mengunggah beberapa konten luar biasa untuk disimak oleh para penggemar.

Ia tahu apa yang ia lakukan dan itu berhasil!

Sumber: Givemesport

Berita Terkait