Ada Potensi All-English Final, Arsene Wenger Desak UEFA Hapus Tiket Liga Champions untuk Juara Liga Europa

Arsene Wenger desak UEFA menghapus tiket Liga Champions untuk juara Liga Europa.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Mei 2025, 16:45 WIB
Liga Europa - Ilustrasi logo Liga Europa. (Bola.com/Adrenus Titus)

Bola.com, Jakarta - Arsene Wenger menyerukan perubahan besar dalam aturan Liga Europa, tepat saat Manchester United (MU) dan Tottenham Hotspur makin dekat untuk menciptakan final sesama wakil Inggris.

Kedua tim Premier League ini memang menjalani musim yang mengecewakan di kompetisi domestik, saat ini hanya menempati posisi ke-15 dan ke-16 klasemen dengan tiga pertandingan tersisa.

Advertisement

Namun, bagi Ange Postecoglou dan Ruben Amorim, peluang terakhir meraih kehormatan tersisa di kompetisi Eropa.

Jika satu di antara dari mereka berhasil mengangkat trofi Liga Europa maka mereka akan mendapatkan satu tiket otomatis ke Liga Champions musim 2025/2026—meski, performa mereka di liga tak mencerminkan kualitas level tertinggi.


Aturan Perlu Dikaji Ulang

Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA sekaligus mantan pelatih, Arsene Wenger (kanan) memberikan penghargaan pelatih terbaik FIFA 2024 kepada pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti dalam acara FIFA Awards 2024 yang berlangsung di Doha, Qatar, Selasa (18/12/2024) waktu setempat. (AFP/Karim Jaafar)

Situasinya makin kompleks karena Inggris sudah mengamankan jatah lima tim untuk Liga Champions musim depan, berkat performa apik klub-klubnya di kompetisi Eropa—termasuk kontribusi Chelsea dan Arsenal.

Alhasil, ada potensi hingga tujuh wakil Inggris bisa tampil di Liga Champions, yang memicu perdebatan soal keadilan kompetisi.

Wenger, mantan manajer legendaris Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, angkat bicara dan menyarankan agar sistem ini dikaji ulang.

Menurutnya, memberikan tiket Liga Champions kepada juara Liga Europa seharusnya bukan lagi pilihan, terutama dalam situasi seperti ini.


Juara Liga Europa Tak Perlu ke Liga Champions

Gelandang MU, Casemiro (kiri), mendapatkan tekel dari pemain Athletic Bilbao, Dani Vivian, pada leg 1 semifinal Liga Europa 2024/2025 di Stadion San Mames, Jumat (2/5/2025) dini hari WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Berbicara di acara Bein Sports akhir pekan lalu, Wenger menyampaikan pandangannya bahwa gelar Liga Europa seharusnya tidak otomatis menghadiahi tempat di Liga Champions.

"Mereka seharusnya secara otomatis lolos ke Liga Europa lagi, bukan ke Liga Champions. Terutama kalau berasal dari liga yang sudah mendapatkan lima slot," ujar Wenger.

Meski begitu, ia memahami bahwa UEFA kemungkinan besar tetap mempertahankan aturan tersebut demi menjaga daya tarik kompetisi dan memberi motivasi tinggi bagi klub-klub yang bersaing di Liga Europa.

Namun, di luar pernyataan Wenger, sejumlah pengamat juga menganggap bahwa format baru Liga Champions—yang tak lagi mengizinkan tim peringkat tiga grup untuk turun ke Liga Europa—telah mengurangi nilai kompetitif turnamen kasta kedua Eropa ini.

Pada musim-musim sebelumnya, Liga Europa sempat diramaikan oleh nama-nama besar seperti AC Milan, Feyenoord, Ajax, Barcelona, dan Juventus, yang turun setelah gagal lolos dari grup Liga Champions.


Menjaga Kualitas dan Keadilan

Duo pemain Tottenham Hotspur, James Maddison dan Pedro Porro, melakukan selebrasi setelah membobol gawang Bodo/Glimt pada leg 1 semifinal Liga Europa 2024/2025 di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (2/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Namun, sejak aturan tersebut berubah, jalan menuju final tampak lebih "ramah", bahkan mungkin terlalu mudah, jika melihat kemungkinan dua tim Inggris yang tengah limbung mampu melenggang ke final yang dijadwalkan pada 21 Mei.

MU dan Tottenham sama-sama mencetak tiga gol di leg pertama semifinal mereka pekan lalu. Dengan keunggulan yang cukup nyaman, tampaknya sulit membayangkan Bodo/Glimt maupun Athletic Bilbao bisa membalikkan keadaan di leg kedua pada Jumat dini hari WIB mendatang.

Jika kedua tim Premier League itu benar-benar bertemu di final, tak hanya akan menegaskan dominasi Inggris di Eropa, tetapi juga memperkuat argumen Wenger soal perlu adanya revisi aturan demi menjaga kualitas dan keadilan dalam kompetisi antarklub UEFA.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait