Sudah Juara Liga Europa, Pemain Tottenham Melobi Bos Levy Agar Tak Pecat Ange Postecoglou

Pemain Tottenham Hotspur melobi sang bos klub, Daniel Levy agar mempertahankan manajer Ange Postecoglou.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 28 Mei 2025, 19:15 WIB
Pelatih Kepala Tottenham Hotspur keturunan Yunani-Australia Ange Postecoglou memberi selamat kepada gelandang Tottenham Hotspur asal Swedia Dejan Kulusevski setelah pertandingan sepak bola tahap Liga Europa UEFA antara Tottenham Hotspur dan Tottenham Hotspur di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 26 September 2024. Tottenham memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Glyn KIRK / AFP

Bola.com, Jakarta Pemain Tottenham Hotspur melobi sang bos klub, Daniel Levy agar mempertahankan manajer Ange Postecoglou.

Meskipun memenangkan Liga Europa telah membuat Spurs lolos ke Liga Champions musim depan, mereka masih menyelesaikan musim Liga Inggris satu peringkat di atas zona degradasi di posisi ke-17.

Advertisement

Karena itu, Levy mempertimbangkan apakah akan tetap bersama Postecoglou musim depan atau menggantikan pemain Australia itu.

The Mirror melaporkan, para pemain mendesak Levy untuk tetap bersama manajer, yang berpendapat musim mereka dipengaruhi oleh krisis cedera yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gelandang James Maddison sangat ingin terus bekerja untuk Postecoglou.

"Awal musim ketika dia mengatakan saya biasanya tidak memenangkan sesuatu, saya selalu memenangkan sesuatu. Kami tahu itu akan menimbulkan kegemparan di media. Saya tidak pernah berhenti percaya bahwa dia bersungguh-sungguh," katanya.


Pembukitan

Pelatih kepala Tottenham, Ange Postecoglou, merayakan kemenangannya setelah mengalahkan Manchester United dalam pertandingan final Liga Europa di Stadion San Mames di Bilbao, Spanyol, Kamis dini hari WIB (22-5-2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Di tengah kemerosotan performa Tottenham Hotspur sepanjang musim 2024/25 dan cemoohan atas pernyataannya sendiri, pelatih asal Australia itu membuktikan bahwa ucapannya soal "selalu juara di musim kedua" bukan sekadar bualan.

Kekalahan demi kekalahan di Premier League membuat banyak pihak meragukannya, tetapi Spurs justru tetap solid di kompetisi Eropa.

“Ia sangat brilian. Lini tiga musimnya juga ikonik, itu adalah momen yang paling berkesan. Kekuatan terbesarnya adalah keyakinannya pada apa yang ia lakukan dan itu menular pada kami dan telah tertanam dalam diri kami hingga ke Eropa tahun ini," tambah Maddison.

"Manajer dan klub dapat melewati masa yang lama tanpa memenangkan trofi - Anda tidak memerlukan contoh yang lebih besar daripada Tottenham - tetapi ia adalah manajer yang selalu sukses.”


Tepati Janji

Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, merayakan kemenangan dengan trofi di hadapan para penggemar setelah peluit akhir dibunyikan dalam final Liga Europa UEFA melawan Manchester United di Estadio de San Mames di Bilbao, Spanyol, Kamis dini hari WIB (22-5-2025). (Nick Potts/PA via AP)

Berbicara kepada TNT Sports usai laga, Ange Postecoglou menjelaskan maksud dari pernyataannya yang akan meraih trofi pada musim kedua.

"Orang-orang salah menafsirkan saya. Itu bukan kesombongan, hanya pernyataan—dan saya benar-benar meyakininya. Itu lebih dari sekadar keyakinan, itu sesuatu yang sudah ada dalam diri saya," jelasnya.

"Saya tahu performa kami di liga tidak bisa diterima. Finis ketiga tak akan mengubah wajah klub ini. Tapi, memenangi trofi? Itu bisa. Itu yang saya incar, dan saya siap menanggung risikonya kalau gagal."

"Orang-orang terus mengingatkan saya soal ucapan itu karena kami makin dekat ke final. Tapi, saya senang dengan itu," ujarnya.

Dan nyatanya, ia memang tidak sekadar bicara.

Sumber: Mirror

Berita Terkait