Ekspor Indonesia ke Korea Selatan Capai Rp79,6 Triliun, Tunjukkan Perkembangan Positif

Ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD 4,83 miliar, yang setara dengan Rp79,6 triliun berdasarkan kurs Rp16.493.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiperbarui 29 Agustus 2025, 19:36 WIB
Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Penyebab kinerja ekspor sedikit melambat karena dipengaruhi penurunan aktivitas manufaktur dan mitra dagang utama, seperti AS, China, dan Jepang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bola.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan kinerja perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan pada periode Januari hingga Juni 2025 masih menunjukkan perkembangan positif.

Indikatornya adalah nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan yang mencapai 4,83 miliar dolar AS atau setara dengan Rp79,6 triliun berdasarkan kurs Rp16.493. Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Korea Selatan mencapai 4,16 miliar dolar AS atau Rp68,6 triliun.

Advertisement

“Indonesia mencatatkan surplus terhadap Korea Selatan sebesar USD 663,30 juta. Total perdagangan Indonesia–Korea Selatan tercatat senilai USD 8,99 miliar,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Jumat (19/8/2025).

Dengan demikian, kinerja perdagangan ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara terus mengalami kemajuan yang signifikan.


12 Perusahaan Furnitur Indonesia Masuki Pasar Korea Selatan.

Dalam rangka meningkatkan ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalin kerja sama dengan 12 perusahaan furnitur terkemuka untuk ikut serta dalam Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2025.

Pameran ini merupakan salah satu yang terbesar di bidang furnitur dan interior di Korea Selatan, yang akan berlangsung pada 28-31 Agustus 2025 di Kintex 2, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi.

Keikutsertaan Indonesia di ajang ini merupakan hasil sinergi antara Kemendag, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Atase Perdagangan (Atdag) RI Seoul, serta Indonesia Eximbank.

“Partisipasi Paviliun Indonesia pada KOFURN 2025 merupakan upaya strategis untuk memperkenalkan produk-produk furnitur Indonesia yang berkualitas tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia pada pasar furnitur di Korea Selatan,” ungkap Fajarini Puntodewi.

 


Peluang Perdagangan Lebih Luas

Petugas mengatur kontainer Ekspor Mayora ke-250.000 ke Filipina di pabrik Mayora di Cikupa Tangerang, Senin (18/2). Mayora Indah yang berdiri sejak 1977 bergerak di bidang consumer goods yang merambah pasar global. (Liputan6.com/HO/Bal)

Ali Andika Wardhana, Deputy Chief of Mission KBRI Seoul, juga menyampaikan harapannya agar keikutsertaan ini dapat menciptakan peluang perdagangan yang lebih luas.

“Kami harap perusahaan Indonesia dapat menjalin kerja sama konkret dan memperoleh kontrak dagang dengan mitra bisnis di Korea Selatan maupun mancanegara,” katanya saat peresmian Paviliun Indonesia pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Dalam pameran ini, ke-12 perusahaan furnitur yang terpilih akan menempati area Paviliun Indonesia seluas 108 m². Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Berkat Bintang Sejati, CV Bumi Karya Abimana, CV Hasibuan Designs Furniture, PT Homeware International Indonesia, PT Inkase Indo Corpora, CV Jati Home Indonesia, PT Koloni Timur, CV Maharani, PT Philnesia International, UD Sentana Art Wood, CV Sinar Mas, dan CV Sorajati Dharma Biru.

 

 

 


Eliminasi Tarif

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur di Kementerian Perdagangan, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menegaskan pemanfaatan skema Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Korea (Indonesia-Korea CEPA) sangatlah penting.

“KBRI Seoul, Kemendag, dan Indonesia Eximbank berkolaborasi untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam negeri untuk berekspansi ke Korea Selatan. Adanya eliminasi tarif hingga nol persen bagi eksportir yang memanfaatkan skema Indonesia-Korea CEPA menawarkan keuntungan tersendiri agar produk Indonesia lebih kompetitif,” jelas Deden.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Atase Dagang Republik Indonesia di Seoul, Roesfitawati. Ia menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam KOFURN 2025 merupakan langkah konkret untuk memaksimalkan peluang di pasar furnitur dan interior.

“Upaya ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi erat pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pembiayaan ekspor nasional,” ujarnya. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan produk-produk Indonesia dapat lebih dikenal dan diterima di pasar internasional, khususnya di Korea Selatan.

Berita Terkait