Byon Combat Vol.6: Ronal Siahaan Pede Menang, Putra Abdullah Siap Balaskan Dendam Malaysia!

Fighter andalan Indonesia, Ronal Siahaan menyatakan dirinya siap dan yakin bisa menang melawan fighter asal Malaysia Putra Abdullah di Maint Event Byon Combat Showbiz Vol.6. Ronal juga yakin bahwa Indonesia bisa menang telak 10-0 dalam ajang kali ini. Namun Putra sebagai perwakilan Malaysia tidak tinggal diam. Ia juga yakin negaranya bisa membalaskan dendam di seri sebelumnya.

BolaCom | Bayu Kurniawan SantosoDiterbitkan 24 Oktober 2025, 09:49 WIB

Bola.com, Jakarta - Duel gengsi Indonesia vs Malaysia kembali memanas. Dalam Press Conference 1 Byon Combat Showbiz Vol.6 yang digelar di SCTV Tower, Bogor, fighter andalan Indonesia Ronal Siahaan menegaskan keyakinannya mampu menumbangkan wakil Malaysia, Putra Abdullah, ketika keduanya bentrok sebagai partai utama di Tennis Indoor Senayan, 22 November 2025.

Ronal tampil vokal di depan media, menyampaikan rasa percaya diri tinggi menjelang laga. Ia bahkan melempar retorika besar bahwa tim Indonesia berambisi mengulang dominasinya, sebuah pernyataan yang memicu reaksi dari kubu Malaysia. Pernyataan-pernyataan seperti ini menambah bumbu rivalitas yang sejak lama menjadi magnet bagi penonton.

Advertisement

Putra Abdullah, remaja Malaysia yang tampil impresif di beberapa gelaran Byon sebelumnya, tidak gentar. Sebagai wakil Negeri Jiran, Putra menegaskan misi balas dendam setelah kekalahan tim Malaysia pada edisi terdahulu dan berjanji tampil maksimal untuk membalik keadaan. Profil fighter ini tercatat aktif di roster Byon dan memiliki catatan kemenangan yang solid pada divisinya.

Byon Combat Vol.6 menyajikan 12 laga lintas disiplin, termasuk perebutan sabuk ICB International Belt dan dua gelar WBA Asia menjadikan event ini salah satu kartu paling bernilai bagi promotor Byon. Laga Putra vs Ronal sebagai main event menjadi ujian gengsi kedua negara dan punya potensi menarik perhatian pemirsa nasional lewat streaming di platform resmi.

Press conference memunculkan tensi tinggi. Provokasi verbal, face-off intens, dan sejumlah pernyataan “sangar” dari kedua pihak yang membuat antisipasi publik memuncak.

Berita Terkait