Carlo Ancelotti Angkat Bicara soal Attitude Vinicius saat Diganti dalam El Clasico

Carlo Ancelotti mengkritik Vinicius Jr atas reaksi marahnya saat digantikan oleh Xabi Alonso dalam kemenangan 2-1 Real Madrid atas Barcelona

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 04 November 2025, 10:30 WIB
Vinicius Junior (Real Madrid) mencetak gol pembuka ke gawang Levante dalam laga La Liga Spanyol di Ciutat de Valencia, Valencia, 23 September 2025. (AP Photo/Alberto Saiz)

Bola.com, Jakarta Carlo Ancelotti mengkritik Vinicius Jr atas reaksi marahnya saat digantikan oleh Xabi Alonso dalam kemenangan 2-1 Real Madrid atas Barcelona di El Clasico, menyebutnya sebagai sebuah kesalahan.

Pelatih Brasil tersebut mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan pemain berusia 25 tahun tersebut dan bahwa masalah tersebut telah terselesaikan.

Advertisement

Komentar Ancelotti muncul di tengah upaya Real Madrid untuk mempertahankan keunggulan mereka di La Liga sambil menjalani Liga Champions yang berat dan pertandingan-pertandingan Brasil yang akan datang.

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Vinicius. Ketika sesuatu terjadi, kami memastikan untuk membicarakannya," kata Ancelotti.

"Saya berbicara dengan Vinicius tentang masalah ini, tentang reaksinya. Saya mengatakan kepadanya apa yang saya pikirkan, bahwa dia melakukan kesalahan. Dia meminta maaf, dan ini adalah masalah yang telah terselesaikan. Dia pemain yang sangat penting," kata Ancelotti.

"Dia tidak memiliki masalah di sini atau di klubnya, atau dengan pelatihnya. Sedangkan untuk kehidupan pribadinya, itu urusan dia, saya bukan ayahnya atau saudaranya, saya hanya pelatihnya.”


Diganti Ngambek

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, saat ia digantikan dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Insiden panas yang melibatkan Vini dalam kemenangan Real Madrid atas Barcelona akhir pekan lalu.

Dalam laga tersebut, yang seharusnya menjadi momen kebanggaan usai Real Madrid menang di El Clasico, Vinicius justru menjadi sorotan negatif.

Pemain berusia 25 tahun itu menunjukkan gestur kecewa dan marah saat pelatih Xabi Alonso memutuskan untuk menariknya keluar pada menit ke-72. Aksinya dianggap berlebihan dan menimbulkan kontroversi besar di Spanyol.

Vinicius telah meminta maaf secara publik dan pribadi atas tindakannya, namun yang menarik perhatian adalah tidak adanya penyebutan nama Xabi Alonso dalam pernyataan resmi yang ia rilis pada Rabu. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa hubungan keduanya sempat menegang setelah insiden tersebut.


Tidak Ada yang Menegur

Sementara itu, Mantan penyerang Atletico Madrid dan Sevilla, Salva Ballesta, menilai tidak ada sosok yang menegur Vini.

Musim ini, Vinicius sebenarnya tampil cukup stabil di bawah asuhan Xabi Alonso, dengan kontribusi penting dalam beberapa pertandingan besar. Tetapi insiden di El Clasico kembali memunculkan perdebatan lama, tentang apakah ia sudah cukup matang untuk menjadi wajah utama Real Madrid pasca era Karim Benzema dan Luka Modric.

Bagi Salva Ballesta, masalah Vinicius bukanlah soal kualitas teknis, melainkan keseimbangan emosional dan bimbingan moral. Ia menegaskan bahwa pemain muda berbakat seperti Vinicius membutuhkan kehadiran senior yang mampu menjadi panutan dan menenangkan situasi ketika emosi memuncak.

“Vinicius punya bakat luar biasa, mungkin salah satu yang terbaik di generasinya. Tapi tanpa bimbingan dari sosok yang kuat di ruang ganti, talenta itu bisa salah arah,” tegas Salva.

“Dulu, kalau kamu bertingkah, selalu ada pemain senior yang datang menegurmu secara langsung tidak di media, tapi di ruang ganti. Sekarang, pemain muda sering dibiarkan sendiri menghadapi tekanan besar dan sorotan media.”

Berita Terkait