Musim Hujan Tiba, Hati-Hati! Ini 5 Hal yang Bisa Membuat Berkendara Jadi Berisiko

Lima hal yang bisa bikin berkendara saat hujan jadi berbahaya. Waspada.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 November 2025, 19:20 WIB
Ilustrasi berkendara, mengemudi saat hujan. (Image by Freepik)

Bola.com, Jakarta - Berkendara di tengah hujan menuntut kewaspadaan ekstra. Jalanan yang licin, genangan air, dan jarak pandang terbatas dapat meningkatkan potensi kecelakaan.

Banyak pengemudi kerap lupa menyesuaikan gaya mengemudi saat hujan turun, padahal kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Advertisement

Ada beberapa hal yang perlu Anda hindari saat berkendara di tengah hujan, semisal jangan ngebut dan jangan menggunakan ban gundul.

Dengan memahami hal-hal tersebut, pengemudi dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan selama musim hujan berlangsung. 

Berikut lima hal yang sebaiknya dihindari agar perjalanan tetap aman saat kondisi cuaca basah. 


1. Hindari Ngebut di Jalan Basah

Ilustrasi berkendara saat hujan, ngebut. (Photo by BezeVision on Unsplash)

Saat hujan mulai mengguyur, air yang bercampur dengan debu dan minyak di permukaan aspal membuat jalan menjadi licin.

Melaju terlalu cepat hanya akan memperbesar risiko kehilangan kendali dan memperpanjang jarak pengereman.

Mengemudi dengan kecepatan rendah membantu ban mencengkeram jalan lebih baik sehingga kendaraan tetap stabil.

Data menunjukkan, jarak pengereman dapat meningkat hingga 50% di jalan basah. Itulah mengapa, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan dan mematuhi batas laju aman, terutama di jalan tol.


2. Jangan Gunakan Ban Gundul

Ilustrasi ban mobil. Credit: unsplash.com/Chinmay

Ban aus atau botak sangat berbahaya ketika jalanan basah. Daya cengkeram yang berkurang membuat kendaraan mudah tergelincir dan lebih rentan mengalami aquaplaning.

Pastikan kondisi ban selalu prima, dengan alur yang cukup dalam untuk membuang air dan menjaga traksi.

Ban dengan alur baik bisa menurunkan risiko kecelakaan hingga 30%. Selain itu, periksa tekanan udara agar sesuai rekomendasi pabrikan demi performa maksimal.


3. Pastikan Wiper Tidak Bermasalah

Ilustrasi wiper mobil. (Image by Freepik)

Wiper berfungsi menjaga pandangan tetap jelas. Jika karetnya getas, rusak, atau tidak mampu menyapu air dengan sempurna, visibilitas pengemudi akan menurun drastis saat hujan deras.

Wiper yang bekerja optimal dapat meningkatkan keselamatan hingga 25% dalam kondisi hujan.

Oleh karena itu, sebaiknya ganti wiper lama sebelum musim hujan tiba agar penglihatan ke jalan tetap jernih.


4. Nyalakan Lampu yang Tepat

Ilustrasi lampu mobil. (Image by Freepik)

Menyalakan lampu utama atau lampu kabut saat hujan membantu kendaraan lebih mudah terlihat pengendara lain. Namun, hindari menyalakan lampu hazard ketika masih melaju karena justru bisa membingungkan pengguna jalan lain.

Lampu hazard sebaiknya digunakan hanya saat berhenti dalam kondisi darurat, misalnya ketika kendaraan mogok.

Dengan pencahayaan yang baik, tingkat visibilitas pengemudi dapat meningkat hingga 50 persen di tengah hujan deras.

Pastikan juga lampu kendaraan bersih dan berfungsi normal.


5. Jangan Gunakan Bahu Jalan

Ilustrasi bahu jalan di tol. (Dok JSMR)

Berkendara di bahu jalan saat hujan sangat berisiko. Area tersebut sering kali tidak sehalus jalur utama dan bisa dipenuhi genangan air, lumpur, atau kerusakan jalan.

Selain melanggar aturan lalu lintas, tindakan ini juga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Gunakan bahu jalan hanya untuk keadaan darurat, dan pastikan melakukannya dengan sangat hati-hati.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait