Ketahui 3 Kebiasaan Mengemudi Ini Bikin Mobil Boros Bahan Bakar

Simak kebiasaan mengendarai mobil yang bisa bikin mobil boros bahan bakar.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 November 2025, 12:20 WIB
Ilustrasi menyetir, mengemudi mobil. (Photo by Art Markiv on Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Efisiensi bahan bakar menjadi satu di antara pertimbangan utama sebelum membeli mobil, terutama bagi mereka yang berinvestasi pada kendaraan dengan harga tinggi.

Tidak ada pengendara yang ingin terbebani oleh biaya operasional besar akibat mobil yang boros bensin.

Advertisement

Terlebih, dengan harga BBM yang sering berubah, kemampuan kendaraan dalam menghemat bahan bakar kini menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.

Namun, tanpa disadari, banyak pengemudi memiliki kebiasaan yang justru membuat konsumsi bensin meningkat. Padahal, dengan sedikit penyesuaian dalam gaya mengemudi, efisiensi bahan bakar dapat ditingkatkan secara signifikan.

Mengutip laman resmi Suzuki Indonesia, ada sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari agar penggunaan bahan bakar tetap optimal.

Apa saja? Simak, di bawah ini.

 


1. Terlalu Sering Pindah Jalur

Ilustrasi menyetir, mengendarai mobil, kaca spion. (Photo by Lachlan Ross/Pexels)

Kebiasaan berpindah jalur di tengah kemacetan sering dilakukan oleh banyak pengemudi, terutama di kawasan padat lalu lintas seperti Jabodetabek.

Tujuannya jelas: mencari jalur yang dianggap lebih cepat. Namun, kenyataannya, perilaku ini justru membuat bensin lebih cepat habis.

Setiap kali pengemudi berpindah jalur, biasanya mereka harus menekan pedal gas dan rem secara bergantian. Aktivitas tersebut memicu pembakaran bahan bakar lebih banyak serta mempercepat keausan pada komponen mesin dan sistem pengereman.

 


2. Mengangkut Penumpang dan Barang Berlebihan

Ilustrasi berkendara. (Foto dok: Freepik/EyeEm).

Masih banyak pengendara yang mengabaikan batas kapasitas kendaraan. Mengangkut penumpang atau barang melebihi beban yang direkomendasikan pabrikan dapat meningkatkan kerja mesin secara signifikan.

Makin berat beban kendaraan, makin besar pula energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Akibatnya, konsumsi bahan bakar pun meningkat.

Itulah mengapa, pengendara disarankan memperhatikan batas daya angkut agar mesin tetap efisien dan tidak cepat aus.

 


3. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Ilustrasi tekanan angin ban. Credit: unsplash.com/Chinmay

Kondisi jalan di Indonesia yang kerap tidak rata atau berlubang dapat memengaruhi tekanan udara pada ban. Gesekan yang terjadi saat mobil melaju bisa menyebabkan tekanan udara menurun tanpa disadari.

Ban dengan tekanan rendah tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga membuat mesin bekerja lebih keras. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.

Itulah mengapa, penting bagi pengemudi untuk rutin memeriksa tekanan angin ban dan menyesuaikannya dengan standar yang direkomendasikan pabrikan.

 

Sumber: merdeka.com